
Penjualan kacamata AI di Tiongkok mengalami lonjakan pesat selama Festival Musim Semi, yang didorong oleh permintaan konsumen yang sebelumnya tertunda serta adanya subsidi pemerintah baru. Kacamata AI kini termasuk dalam program subsidi nasional yang juga meliputi smartphone, tablet, dan jam tangan pintar, menjadikannya salah satu kategori barang elektronik utama yang didukung oleh pemerintah.
Huaqiangbei, pasar grosir elektronik terbesar di dunia yang terletak di Shenzhen, mencatat kenaikan pendapatan sebesar 35% secara tahunan selama Festival Musim Semi, dipimpin oleh permintaan kuat untuk kacamata AI. Penjualan kacamata AI sendiri melonjak hingga 80%, sementara penjualan drone dan robot juga meningkat signifikan.
Subsidi pemerintah diberlakukan untuk produk yang harganya di bawah 6.000 yuan (sekitar 869 dolar Amerika Serikat), dengan besaran subsidi sebesar 15% dari harga jual dan maksimal 500 yuan per unit. Kebijakan ini mendorong konsumen untuk lebih mudah mengakses teknologi ini, sehingga mempercepat penetrasi pasar.
Menurut laporan dari Luoyang Daily, permintaan kacamata AI di toko optik tradisional sangat tinggi, terutama dari kalangan pendidik dan eksekutif bisnis. Pengguna menggunakan kacamata ini untuk mendukung kemampuan berbicara di depan umum tanpa naskah, menunjukkan bahwa teknologi ini memberikan nilai tambah nyata dalam konteks profesional.
Tren ini menandai perubahan signifikan dalam adopsi teknologi wearable pintar di Tiongkok dan menunjukkan bagaimana kebijakan subsidi pemerintah memainkan peran penting dalam mendorong inovasi dan penggunaan produk teknologi canggih, yang berpotensi memperluas pasar serta meningkatkan produktivitas sektor pendidikan dan bisnis.