Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Serbuan AI Asia: Xiaomi, Huawei & Co.

Share

Kumpulan artikel ini membahas peluncuran dan inovasi perangkat smartphone dan gawai AI dari produsen Tiongkok dan global. Topik mencakup flagship Xiaomi 17 series, Huawei Mate 80 Pro, kacamata pintar bertenaga Qwen AI, chip AI Moore Threads, hingga tren gawai eksperimental dan strategi pasar di era kecerdasan buatan.

28 Feb 2026, 04.15 WIB

Apple Siap Meluncurkan iPhone Baru dan Perkuat Produksi di Amerika Serikat

Apple Siap Meluncurkan iPhone Baru dan Perkuat Produksi di Amerika Serikat
Apple akan mengadakan acara peluncuran utama selama tiga hari di awal Maret dengan produk andalan yang diperkirakan adalah iPhone 17e. Perangkat ini dikabarkan menggunakan chipset A19 terbaru yang memberikan tenaga lebih baik dan efisiensi tinggi bagi pengguna yang tidak sering mengganti hp mereka. Selanjutnya, Apple berencana meningkatkan kapasitas baterai di iPhone 18 Pro hingga 5,200 mAh dari 4,352 mAh sebelumnya, yang akan dipadukan dengan teknologi prosesor A20 Pro dan modem C2 yang terbaru, menjanjikan masa pakai baterai lebih lama dari sebelumnya. Apple juga menyiapkan peluncuran iPhone Fold pada akhir tahun 2026 yang menarik perhatian lewat teknologi layar lipat tanpa garis lipatan yang sangat tipis dan hampir tak terlihat, membuat desain dan pengalaman pengguna menjadi sangat inovatif. Dalam perkembangan manufaktur, Apple mengumumkan bahwa produksi Mac Mini akan dipindahkan ke Houston, Amerika Serikat. Langkah ini menunjukkan komitmen Apple memperkuat rantai pasokan lokal dan memperluas basis produksinya di negara tersebut. Di sisi lain, ada reaksi negatif terhadap pembaruan macOS Tahoe yang dikritik karena mundur dalam hal antarmuka pengguna oleh beberapa pengamat terkenal seperti John Gruber. Sementara itu, kenangan dan surat dari rekan Steve Jobs mengingatkan betapa besar visi dan pengaruh pendiri Apple tersebut terhadap perusahaan dan inovasi teknologi.
28 Feb 2026, 02.27 WIB

Asal Usul Ponsel Trump T1: Mirip Banget dengan HTC U24 Pro

Asal Usul Ponsel Trump T1: Mirip Banget dengan HTC U24 Pro
Ponsel Trump T1 telah menjadi misteri selama beberapa bulan karena sulit ditemukan dan dikonfirmasi keberadaannya. Pengamat teknologi mencoba mengungkap apakah ponsel itu benar-benar ada dan apa yang menjadi basis desainnya. Akhirnya, setelah menyelidiki baik dari spesifikasi maupun bentuk fisik, ada dugaan kuat bahwa ponsel Trump T1 didasarkan pada model HTC U24 Pro. HTC U24 Pro adalah ponsel kelas menengah yang diluncurkan pada tahun 2024 dengan harga sekitar 549 euro, atau setara sekitar 600 dolar AS. Ponsel ini memiliki desain unik dengan bodi yang sedikit asimetris dan layar melengkung, serta sensor dan port yang tidak biasa untuk kelasnya, seperti jack headphone dan slot microSD, yang juga ditemukan pada ponsel Trump T1. Meski HTC membantah secara langsung membuat ponsel Trump, kemiripan antara kedua ponsel tersebut sangat mencolok sehingga kemungkinan besar keduanya menggunakan jasa perusahaan ODM yang sama dalam hal desain dan produksi. Hal ini juga didukung oleh fakta bahwa Trump Mobile menyatakan bekerja sama dengan mitra produksi di luar Amerika Serikat, tetapi menutup-nutupi identitas dan lokasi mereka. Spesifikasi lain yang mirip termasuk penggunaan chip Qualcomm Snapdragon 7 Gen 3, ukuran layar 6,8 inci OLED, dan fitur pengisian daya cepat 60W. Namun, ada beberapa perbedaan seperti kapasitas baterai yang lebih besar pada ponsel Trump T1, menunjukkan beberapa personalisasi dilakukan. HTC U24 Pro sendiri mendapat ulasan yang biasa-biasa saja dan dianggap kurang kompetitif dibanding pesaingnya. Dengan banyaknya kemiripan ini, masih belum jelas seberapa jauh Trump T1 bisa bersaing di pasar ponsel pintar. Desain dan spesifikasi yang diadopsi dari ponsel kelas menengah lama menunjukkan ponsel ini kemungkinan tidak akan memiliki fitur atau inovasi canggih yang diharapkan dari perangkat flagship. Konsumen disarankan untuk tetap skeptis sampai ada rincian resmi dan ulasan independen.
27 Feb 2026, 19.00 WIB

MWC 2026: Inovasi Ponsel Unik Tampil Beda di Tengah Pasar yang Monoton

MWC 2026: Inovasi Ponsel Unik Tampil Beda di Tengah Pasar yang Monoton
Di era di mana ponsel cenderung monoton dan jarang ada inovasi menarik, Mobile World Congress (MWC) berperan sebagai tempat yang penting untuk menampilkan produk-produk unik dan eksperimental dari berbagai produsen. Meskipun popularitas MWC sedikit menurun dibandingkan masa lalu, acara ini masih menjadi panggung utama bagi banyak produsen, terutama dari China dan merek-merek niche, untuk meluncurkan perangkat baru dengan fitur yang tidak biasa. Xiaomi menjadi pusat perhatian di MWC kali ini dengan peluncuran Leitzphone yang merupakan kolaborasi dengan Leica. Ponsel ini memiliki fitur kamera telefoto yang dapat diputar secara fisik untuk menggeser zoom optik, menawarkan inovasi menarik sekaligus agak gimmick. Produk lain yang akan diperkenalkan antara lain tablet, power bank super ramping, dan perangkat wearable pintar. Honor juga akan menunjukkan teknologi unik lewat Robot Phone dengan lengan kamera stabilizer yang mirip dengan DJI Osmo Pocket dan diperkirakan menampilkan teknologi AI serta karakter estetika yang menggemaskan. Selain itu, mereka akan mengumumkan robot humanoid pertama mereka, menunjukkan ambisi mereka di bidang robotik dan teknologi futuristik. Selain Xiaomi dan Honor, sejumlah produsen lain seperti Nothing, Tecno, Vivo, dan Lenovo juga akan memperkenalkan produk dan konsep menarik. Tecno bakal menghadirkan konsep ponsel modular dengan lensa kamera magnetik dan aksesoris action camera. Sementara itu, Nothing meluncurkan Phone 4A dan headphone over-ear baru, dan Vivo akan membawa flagship kamera X300 Ultra ke hadapan publik. Di tengah keriuhan MWC, Apple tetap melancarkan strategi sendiri dengan mengumumkan pekan peluncuran produk yang akan bertepatan dengan waktu MWC. Mereka diperkirakan menghadirkan iPhone 17E yang lebih terjangkau dan MacBook baru, strategi yang menunjukkan bahwa persaingan dengan Apple memaksa produsen lain untuk tampil lebih berani dan unik agar dapat menarik perhatian konsumen yang semakin sulit terpikat.
27 Feb 2026, 16.50 WIB

Moore Threads Capai Kompatibilitas Penuh Chip AI dengan Seri Qwen 3.5 Alibaba

Moore Threads Capai Kompatibilitas Penuh Chip AI dengan Seri Qwen 3.5 Alibaba
Moore Threads Technology, pengembang semikonduktor asal Beijing yang dipimpin oleh mantan eksekutif Nvidia, menghadirkan inovasi penting dengan menyatakan bahwa chip AI unggulan mereka, MTT S5000, kini kompatibel penuh dengan seri model kecerdasan buatan Qwen 3.5 dari Alibaba Cloud. Langkah ini menandai kemajuan dalam usaha China untuk mengembangkan ekosistem chip AI mandiri. Kompatibilitas ini berlaku untuk tiga model dari Qwen 3.5, yaitu Qwen3.5-35B-A3B, Qwen3.5-122B-A10B, dan Qwen3.5-27B. Alibaba Cloud sendiri baru saja merilis rangkaian model baru ini yang menunjukkan performa kompetitif terhadap teknologi AI global seperti OpenAI serta Anthropic dan Google DeepMind. Usaha Moore Threads juga merupakan bagian dari persaingan sengit antara perusahaan chip domestik China seperti MetaX Integrated Circuits, Biren Technology, dan Enflame untuk mengisi kekosongan pasar GPU dalam negeri, terutama akibat regulasi ketat dari pemerintah China terkait impor produk chip impor dari Nvidia. Nvidia sendiri menyatakan ketidakpastian apakah dan kapan chip terbaru mereka, H200, akan mendapatkan izin masuk ke pasar China. Hal ini memperkuat dorongan bagi perusahaan domestik untuk mengembangkan solusi AI yang tidak tergantung pada teknologi dan pasokan asing. Inisiatif Moore Threads ini merupakan bukti nyata bahwa pengembangan teknologi AI di China semakin intensif dan strategis, dengan tujuan utama menciptakan produk yang sesuai dengan kebutuhan lokal dan mendorong kemandirian teknologi di tengah ketegangan perdagangan dan teknologi global.
27 Feb 2026, 03.11 WIB

Meta dan Prada Bersiap Luncurkan Kacamata AI Mewah di Milan

Meta dan Prada Bersiap Luncurkan Kacamata AI Mewah di Milan
Mark Zuckerberg dan istrinya Priscilla Chan terlihat duduk di barisan depan fashion show Prada Fall/Winter 2026 di Milan, yang memicu spekulasi adanya kolaborasi antara Meta dan Prada untuk kacamata AI versi mewah. Interaksi Zuckerberg dengan Lorenzo Bertelli, pejabat di Prada, menambah ketertarikan publik terhadap kemungkinan ini. Meta sebelumnya telah sukses dengan produk kacamata AI mereka yang berkolaborasi dengan EssilorLuxottica, pembuat kacamata Ray-Ban dan Oakley. Penjualan kacamata AI meningkat pesat hingga lebih dari 7 juta unit di tahun 2025, menunjukkan potensi pasar yang besar bagi perangkat wearable berbasis AI. Prada dan EssilorLuxottica baru saja memperpanjang kontrak lisensi mereka selama 10 tahun, membuka peluang bagi kemunculan kacamata AI Prada yang berkelas dan eksklusif. Hal ini memungkinkan Meta untuk memperluas jangkauan produk AI mereka dan masuk ke pasar fashion mewah yang belum tergarap oleh Ray-Ban dan Oakley. Namun, perangkat AI seperti kacamata ini juga menghadapi tantangan serius dari sisi privasi dan etika. Ada kekhawatiran masyarakat terhadap perangkat yang dapat digunakan untuk pengawasan, terutama dengan isu pengenalan wajah yang kontroversial, yang berpotensi menghambat adopsi luas teknologi ini. Secara keseluruhan, kolaborasi Meta dan Prada berpotensi membawa inovasi baru yang menggabungkan teknologi dengan mode, tetapi keberhasilannya akan sangat bergantung pada kemampuan mereka menangani isu privasi dan memastikan perangkat ini diterima dengan baik oleh masyarakat luas.
26 Feb 2026, 23.01 WIB

Huawei Luncurkan Mate 80 Pro Internasional, Siap Rebut Pasar Global Lagi

Huawei Technologies kembali menunjukkan kekuatannya dengan meluncurkan smartphone terbaru, Mate 80 Pro, di Madrid, Spanyol. Ini menandai langkah besar perusahaan untuk masuk kembali ke pasar smartphone global setelah beberapa tahun fokus di pasar domestik. Peluncuran ini menunjukkan ambisi Huawei untuk memperluas jangkauan produk mereka ke seluruh dunia. Mate 80 Pro versi internasional menggunakan prosesor Kirin 9030 Pro yang dirancang sendiri oleh Huawei, dan berjalan pada sistem operasi EMUI 15 yang berbasis Android. Ini berbeda dengan versi domestik yang menggunakan HarmonyOS, sistem operasi buatan Huawei sendiri. Dengan langkah ini, Huawei mencoba menggabungkan kekuatan teknologi lokal dan global agar produknya tetap kompetitif di pasar internasional. Peluncuran di Madrid ini menandai kembalinya Huawei ke pasar global untuk model bar-type Mate setelah empat tahun vakum. Mate 80 Pro yang sebelumnya telah diluncurkan di China pada November menunjukkan keseriusan Huawei dalam memperkuat posisinya sebagai pemain utama di industri smartphone, meskipun menghadapi sanksi dari Amerika Serikat. Selain smartphone, Huawei juga memperkenalkan produk wearable baru yang menambahkan fitur ‘wheelchair mode’, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap inklusivitas dan inovasi dalam teknologi perangkat yang bisa dikenakan. Ini memperlihatkan bahwa Huawei tak hanya fokus pada smartphone, tetapi juga pada ekosistem perangkat pintar yang lengkap. Pada tahun 2025, Huawei berhasil merebut posisi nomor 1 di pasar smartphone China dengan pangsa pasar 16,4 persen, mengalahkan Apple yang memiliki 16,2 persen. Data ini menunjukkan kekuatan dan potensi Huawei untuk kembali bersaing secara global, dengan Mate 80 Pro sebagai produk andalan mereka untuk merebut pasar internasional.
26 Feb 2026, 09.41 WIB

Huawei dan Perusahaan AS Berkolaborasi Tingkatkan Standar AI Global yang Terbuka

Huawei, perusahaan teknologi besar asal China, telah menjalin kerjasama dengan perusahaan Amerika Serikat seperti OpenAI dan Google untuk meningkatkan standar kecerdasan buatan yang bersifat terbuka secara global. Ini merupakan kolaborasi langka di tengah sanksi dan persaingan teknologi antara kedua negara. Kerjasama ini terjadi dalam wadah Agentic AI Foundation (AAIF), sebuah organisasi yang merupakan bagian dari Linux Foundation dan fokus pada pengembangan teknologi AI dengan tata kelola sumber terbuka. AAIF bertujuan menggabungkan teknologi canggih dan prinsip open source untuk masa depan AI yang dapat diakses siapa saja. Dengan bergabungnya Huawei dan Lenovo sebagai anggota dari China, total anggota AAIF kini berjumlah 146 organisasi dari berbagai wilayah, termasuk Eropa dan Amerika Utara. Langkah ini menandai pendekatan baru dalam kerja sama internasional di bidang kecerdasan buatan. Kolaborasi ini memiliki arti penting karena dilakukan di tengah situasi politik yang sulit antara AS dan China, di mana Huawei sendiri pernah dikenai berbagai sanksi pemerintah AS. Kesepakatan ini menunjukkan bahwa pengembangan AI menjadi bidang yang bisa mendorong kerja sama meskipun ada tantangan politik. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat inovasi AI sekaligus memastikan bahwa standar dan kebijakan yang dibuat bersifat terbuka, aman, dan inklusif sehingga teknologi AI bisa berkembang dengan baik di dunia yang semakin terhubung.
26 Feb 2026, 09.21 WIB

Nvidia Hadapi Ketidakpastian Besar di China Meski Pendapatan AI Meroket

Nvidia menghadapi tantangan besar di pasar China karena belum dapat menghasilkan pendapatan dari GPU terbaru mereka, H200. Ketidakpastian regulasi akibat perang teknologi antara AS dan China membuat izin impor GPU ini di China menjadi tidak pasti dan sangat terbatas. Meskipun demikian, Nvidia tetap mencatat pendapatan kuartalan rekor dari penjualan prosesor pusat data yang meningkat tajam, didorong oleh booming kecerdasan buatan generatif di seluruh dunia. Namun, penjualan H200 di China masih belum nyata. Washington telah mengizinkan pengiriman H200 ke pelanggan di China dengan ketentuan volume pengiriman tidak boleh melebihi 50 persen dari volume yang dijual di AS, namun realisasinya masih sangat terbatas. Ini memperlihatkan bagaimana regulasi AS sangat mempengaruhi pasar global Nvidia. Selain menghadapi hambatan regulasi, Nvidia juga menghadapi kompetisi ketat dari perusahaan chip domestik China yang saat ini melakukan IPO dan berupaya menjadi alternatif di pasar lokal. Hal ini menambah tekanan persaingan dalam sektor chip untuk pelatihan model AI. Ke depannya, situasi ini menunjukkan bahwa Nvidia harus menyesuaikan strategi dan menghadapi kompetisi yang semakin sengit dari chip lokal China, di tengah ketidakpastian yang mungkin berkepanjangan di pasar teknologi antara AS dan China.
26 Feb 2026, 09.00 WIB

Nvidia Hadapi Tantangan Besar Menjual Chip H200 di Pasar China

Nvidia, perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, menghadapi ketidakpastian dalam menjual chip H200 yang sangat kuat di China. Walaupun permintaan untuk prosesor data center mereka meningkat pesat di seluruh dunia, Nvidia belum berhasil memperoleh pendapatan dari penjualan H200 di China karena aturan ketat yang diberlakukan oleh pemerintah AS dan China. Chip H200 sangat penting bagi teknologi kecerdasan buatan yang sedang berkembang pesat, terutama dalam pelatihan model AI. Namun, regulasi impor GPU ke China masih belum pasti, meskipun ada sedikit izin dari pemerintah Amerika Serikat yang membatasi jumlah chip yang boleh dikirim ke China. Nvidia juga menghadapi perlawanan dari perusahaan-perusahaan chip lokal di China yang tengah berlomba untuk mengembangkan produk mereka sendiri. Banyak perusahaan lokal yang sudah melakukan penawaran saham perdana (IPO) untuk mendapatkan dana demi memenuhi permintaan pasar chip di China. Keadaan ini menunjukkan bahwa selain tekanan regulasi, persaingan di pasar chip China semakin ketat. Nvidia harus menghadapi tantangan ganda: memastikan kepatuhan regulasi yang ketat dan meningkatkan daya saingnya menghadapi produk lokal di pasar yang sangat penting ini. Meski demikian, Nvidia masih berhasil mencatatkan pendapatan rekor di pasar global, terutama dari penjualan prosesor untuk data center. Namun masa depan penjualan chip H200 di China tetap penuh ketidakpastian dan menantang bagi raksasa teknologi ini.
25 Feb 2026, 17.34 WIB

Honor MagicPad 4: Tablet Super Tipis dengan Layar OLED 165Hz dan Chipset Snapdragon 8 Gen 5

Honor baru saja mengumumkan tablet terbaru mereka, MagicPad 4, yang memiliki desain lebih tipis dibandingkan model sebelumnya. Dengan ketebalan hanya 4,8mm, tablet ini lebih ramping dibandingkan banyak pesaing seperti iPad Air dan Samsung Galaxy Tab S11. Penurunan ketebalan ini sekaligus menurunkan berat badan hingga 145 gram menjadi lebih ringkas dan mudah dibawa. Salah satu perubahan besar adalah penggunaan layar OLED dengan refresh rate 165Hz pada MagicPad 4, menggantikan layar LCD yang digunakan sebelumnya. Layar berukuran 12,3 inci ini memang sedikit lebih kecil dibanding MagicPad 3 yang mencapai 13,3 inci, namun upgrade ke teknologi OLED memberikan warna yang lebih tajam dan pengalaman visual yang lebih baik. Untuk performa, MagicPad 4 ditenagai oleh chipset Qualcomm Snapdragon 8 Gen 5 terbaru, menawarkan pilihan RAM 12GB atau 16GB dan penyimpanan antara 256GB hingga 512GB. Sistem operasi yang digunakan adalah MagicOS 10 berbasis Android 16, yang memastikan kompatibilitas sekaligus performa yang lancar untuk berbagai aplikasi. Tablet ini juga dilengkapi kamera belakang 13MP dan kamera depan 9MP yang cukup standar. Namun, keunggulan utamanya ada pada fitur audio dengan delapan speaker yang menyediakan pengalaman ruang suara yang kaya dan imersif, cocok untuk menonton film atau mendengarkan musik dengan kualitas tinggi. Meskipun Honor belum mengumumkan harga maupun tanggal peluncuran resmi, peluncuran MagicPad 4 diharapkan akan terjadi pada acara MWC, bersamaan dengan pengumuman Honor yang akan masuk ke bidang robot humanoid. Ini menandai langkah baru Honor tidak hanya di perangkat mobile, tetapi juga di teknologi robotik.
Sebelumnya
Setelahnya

Baca Juga

  • Spektakel Gerhana dan Parade Planet

  • Jejak Tata Surya Purba

  • Teluk Terbakar

  • Bitcoin di Ujung Konflik Iran

  • Guncangan Harga Gadget 2026

  • Arena Dominasi Digital & Geopolitik

  • Gempuran Regulasi Crypto AS

  • Lompatan Nuklir AS

  • Cina Memimpin Revolusi AI & EV

  • Revolusi AI di Perangkat Google