Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Spektakel Gerhana dan Parade Planet

Share

Sekelompok artikel ini membahas rangkaian fenomena astronomi langka, termasuk gerhana Bulan total (‘Blood Moon’), gerhana Matahari cincin (‘Ring of Fire’), dan parade planet. Setiap artikel memberikan informasi detail tentang waktu, lokasi penampakan, dan cara mengamati peristiwa langit tersebut. Tema utamanya adalah panduan pengamatan dan fakta menarik dari keajaiban langit malam.

01 Mar 2026, 19.15 WIB

BMKG Umumkan Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bisa Disaksikan di Indonesia

BMKG Umumkan Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Bisa Disaksikan di Indonesia
Gerhana Bulan Total akan terjadi pada 3 Maret 2026 dan dapat dilihat dari Indonesia. Fenomena ini merupakan bagian dari empat gerhana yang diprediksi pada tahun 2026. BMKG memberikan jadwal lengkap beserta waktu fase total gerhana bulan tersebut. Gerhana bulan terjadi saat posisi Matahari, Bumi, dan Bulan sejajar sehingga Bulan memasuki bayangan inti Bumi, umbra. Pada saat puncak gerhana, Bulan bisa terlihat berwarna merah karena hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi. Durasi total gerhana bulan ini kurang lebih hampir satu jam. Peristiwa ini penting bagi masyarakat sebagai kesempatan untuk menyaksikan fenomena alam langka sekaligus menambah wawasan tentang astronomi. Tahun 2026 juga mencatat beberapa gerhana lain, namun yang dapat diamati dari Indonesia hanya gerhana bulan total ini. Momen ini bisa dimanfaatkan untuk edukasi ilmu pengetahuan dan pengamatan langit.
01 Mar 2026, 18.00 WIB

Fenomena Langit Maret 2026: Gerhana Bulan Total dan Konjungsi Langka Venus-Saturnus

Fenomena Langit Maret 2026: Gerhana Bulan Total dan Konjungsi Langka Venus-Saturnus
Maret 2026 menghadirkan sejumlah fenomena astronomi dramatis di Amerika Utara, termasuk gerhana bulan total yang mengubah bulan purnama menjadi warna tembaga sebelum fajar. Di samping itu, sebuah konjungsi langka antara Venus dan Saturnus akan terlihat setelah matahari terbenam. Fenomena ini sangat menarik bagi pengamat langit dan pecinta astronomi. Selama bulan ini, konstelasi musim dingin seperti Orion dan Taurus mulai memudar ke barat, sementara Leo, Boötes, dan Virgo mulai terlihat di sisi timur. Posisi unik konstelasi dan bintang terang seperti Regulus, Denebola, Arcturus, dan Spica membentuk segitiga musim semi yang menandai perubahan musim. Selain itu, posisi Big Dipper yang berdiri di gagangnya memberikan tanda bermusim yang mudah dikenali. Berkat posisi bumi saat ekuinoks musim semi, interaksi antara medan magnet bumi dan angin matahari menghasilkan peluang lebih tinggi untuk aktivitas geomagnetik dan munculnya aurora borealis. Meski aktivitas aurora bergantung pada kondisi matahari, peluang meningkat di Maret, menjadikan bulan ini waktu ideal untuk pemburu aurora. Pengamat disarankan mengikuti ramalan cuaca dan aplikasi planetarium seperti Stellarium untuk observasi terbaik.
28 Feb 2026, 14.00 WIB

Saksikan Gerhana Bulan Total Langka dan Purnama Worm Moon Maret 2026

Saksikan Gerhana Bulan Total Langka dan Purnama Worm Moon Maret 2026
Pada 2-3 Maret 2026, purnama Worm Moon akan mengalami gerhana bulan total yang terlihat di Amerika Utara dan beberapa wilayah Asia-Pasifik. Gerhana bulan ini adalah yang terakhir terlihat hingga akhir 2028 dan menampilkan bulan berwarna merah kebiruan yang disebut 'blood moon', berlangsung selama 58 menit. Fenomena ini penting bagi pengamat langit karena menawarkan pemandangan menakjubkan dan peluang edukasi astronomi, serta memicu minat publik terhadap pengamatan langit malam.
28 Feb 2026, 11.45 WIB

Gerhana Bulan Total Langka di Ramadan 2026, Saksikan Blood Moon di Indonesia

Gerhana Bulan Total Langka di Ramadan 2026, Saksikan Blood Moon di Indonesia
Gerhana bulan total akan terjadi pada 3 Maret 2026 saat bulan Purnama 'worm moon' di bulan Ramadan. Fenomena ini membuat bulan berubah warna menjadi jingga tembaga yang dikenal sebagai Blood Moon dan bisa disaksikan di Indonesia sekitar pukul 18.30 WIB dengan aman tanpa alat khusus. Momen ini menjadi kesempatan langka untuk menikmati fenomena astronomi sekaligus meningkatkan minat masyarakat terhadap ilmu astronomi dan fenomena alam.
27 Feb 2026, 19.53 WIB

Gerhana Matahari Cincin Langka di Antartika dan Fenomena Langit Mendatang

Gerhana Matahari Cincin Langka di Antartika dan Fenomena Langit Mendatang
Pada 17 Februari, terjadi gerhana matahari cincin yang hanya terlihat dari bagian terpencil Antartika. Awalnya dianggap tidak ada yang menyaksikan, namun para ilmuwan di stasiun penelitian Concordia dan Mirny berhasil mengabadikan momen indah gerhana tersebut. Gerhana ini memperlihatkan bulan menutupi hampir seluruh permukaan matahari, menyisakan cincin api yang indah untuk selama beberapa menit. Gerhana matahari cincin terjadi ketika bulan berada sedikit lebih jauh dari bumi sehingga ukuran tampaknya lebih kecil dari matahari, menyebabkan munculnya cincin cahaya di sekitar bulan. Di Concordia, fenomena ini bertahan selama sekitar 2 menit, dengan 96% matahari tertutupi. Selain itu, stasiun Mirny yang berada di pesisir Antartika juga melihat gerhana serupa dengan durasi sedikit lebih pendek. Selain pengamatan dari Bumi, Badan Antariksa Eropa (ESA) berhasil merekam gerhana itu beberapa kali menggunakan satelit Proba-2 yang dilengkapi dengan kamera khusus untuk mengamati sinar ultraviolet ekstrim matahari. Foto-foto ini menjadi bukti penting yang mendokumentasikan gerhana dari sudut pandang luar angkasa. Setelah gerhana matahari ini, akan terjadi gerhana bulan total pada 3 Maret, yang dapat disaksikan dari Amerika Utara terutama di wilayah barat menjelang pagi hari. Pada gerhana bulan tersebut, Bulan akan berubah warna menjadi kemerahan yang disebut 'blood moon' dan berlangsung selama hampir satu jam. Ini menjadi kesempatan terakhir menyaksikan gerhana bulan total di wilayah tersebut sebelum beberapa tahun ke depan. Selain itu, beberapa peristiwa astronomi lain yang akan menarik perhatian termasuk peluncuran misi Artemis 2 oleh NASA pada bulan April dan kemungkinan munculnya komet Kreutz yang sangat langka bernama C/2026 A1 (MAPS). Peristiwa-peristiwa ini melanjutkan rangkaian penting dalam observasi dan eksplorasi luar angkasa yang sangat menarik bagi para pengamat langit.
24 Feb 2026, 18.00 WIB

Saksikan Gerhana Bulan Total 2-3 Maret Lewat Siaran Langsung Online

Pada tanggal 2 hingga 3 Maret, gerhana bulan total akan terlihat dari beberapa bagian Amerika Utara. Namun, tidak semua orang berkesempatan menyaksikannya secara langsung karena beberapa kendala seperti cahaya siang, awan, dan posisi bulan yang rendah di horizon. Untuk mengatasi masalah ini, banyak organisasi astronomi di seluruh dunia menyelenggarakan siaran langsung gerhana bulan secara online. Dengan cara ini, siapa saja bisa menikmati fenomena bulan darah yang berlangsung selama 58 menit ketika bulan sepenuhnya masuk ke bayangan Bumi dan terlihat berwarna merah. Distribusi siaran langsung mencakup berbagai lokasi seperti Amerika Utara, Australia, Selandia Baru, dan Asia Timur. Beberapa presenter dan organisasi terkenal seperti Timeanddate.com dengan timnya, Griffith Observatory dari Los Angeles, serta The Virtual Telescope Project akan membantu menyiarkan dan menjelaskan fenomena langit ini. Salah satu lokasi terbaik untuk melihat acara ini secara daring adalah Griffith Observatory di Los Angeles, meski acara tersebut tidak menyediakan penonton langsung di tempat. Gerhana ini juga menjadi yang terakhir yang bisa dilihat dari Amerika Utara hingga tahun 2029, sehingga penting untuk tidak melewatkannya. Siaran langsung ini menjadi sangat berguna terutama bagi mereka yang berada di Eropa, Afrika, dan sebagian besar Asia yang tidak dapat melihat gerhana secara langsung. Dengan teknologi streaming, fenomena langit yang menakjubkan ini dapat dijangkau oleh banyak orang secara global.
22 Feb 2026, 19.00 WIB

Parade Enam Planet dan Gerhana Bulan Total: Momen Langka di Langit Malam

Pada tanggal 28 Februari, enam planet dari tata surya kita akan muncul bersama di langit malam, termasuk Venus, Merkurius, Saturnus, Neptunus, Uranus, dan Yupiter. Ini adalah kesempatan langka untuk mengamati banyak planet sekaligus setelah matahari terbenam, dengan catatan kondisi langit yang cerah dan pandangan ke arah barat tidak terhalang. Venus, Merkurius, dan Saturnus bisa langsung dilihat dengan mata telanjang, tetapi Neptunus dan Uranus membutuhkan teleskop kecil atau kacamata pembesar (binoculars) untuk terlihat. Para pengamat bisa menemukan Yupiter di arah selatan dengan mudah karena planet ini sangat terang dan berwarna putih stabil tanpa berkedip seperti bintang. Jendela waktu untuk mengamati sebagian planet, khususnya Venus, Merkurius, Saturnus, dan Neptunus agak singkat, yaitu sekitar 45 menit setelah matahari terbenam. Uranus dan Yupiter tetap hadir lebih lama dan bisa diamati dengan peralatan yang sesuai. Selain planet, bulan yang hampir penuh (waxing gibbous) juga akan berada dekat gugus bintang Beehive pada malam itu, menambah pengalaman pengamatan langit yang sangat menarik dan edukatif. Hanya beberapa hari setelah parade planet ini, pada tanggal 3 Maret akan terjadi gerhana bulan total yang dikenal sebagai 'Worm Moon' atau 'bulan cacing'. Fenomena ini akan berubah warna menjadi kemerahan selama hampir satu jam dan dapat diamati terbaik dari beberapa bagian dunia seperti Amerika Serikat bagian barat dan Asia Timur.

Baca Juga

  • Dinamika Industri AI

  • Dominasi Kuantum & Transistor Tiongkok

  • Flagship & Keanehan Smartphone

  • Waspada Penipuan Digital

  • Spektakel Gerhana dan Parade Planet

  • Revolusi Material Energi China

  • Gejolak Bumi Nusantara

  • Arena Dominasi Digital & Geopolitik

  • Guncangan Harga Gadget 2026

  • Lompatan Nuklir AS