Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Gempuran Regulasi Crypto AS

Share

Sekelompok artikel ini membahas dinamika regulasi dan kebijakan pasar kripto di AS, meliputi seruan Trump untuk mengesahkan U.S. Clarity Act, kritiknya terhadap bank, hingga usulan Jamie Dimon agar penerbit stablecoin diatur seperti bank. Termasuk pula langkah CFTC membuka jalan bagi futures abadi dan tekanan untuk membatasi imbalan stablecoin demi kelangsungan ekosistem. Ada juga ulasan singkat tentang warisan kripto Donald Trump.

05 Mar 2026, 06.12 WIB

Eric Trump Serang Bank Besar soal Penolakan Yield Stablecoin di Pasar Crypto

Eric Trump Serang Bank Besar soal Penolakan Yield Stablecoin di Pasar Crypto
Eric Trump, salah satu pendiri perusahaan crypto World Liberty Financial, mengkritik bank besar AS yang berusaha memblokir peluang mendapatkan yield tinggi dari stablecoin. Ia menyoroti bagaimana bank-bank seperti JPMorgan Chase dan Bank of America melobby pemerintah agar membatasi atau melarang hasil imbalan yang diberikan oleh platform crypto melalui undang-undang Clarity Act. Trump menyatakan bahwa bank hanya melindungi kepentingan mereka sendiri dengan alasan stabilitas dan keadilan. World Liberty Financial menerbitkan stablecoin bernama USD1 dan saat ini tengah mengajukan charter resmi kepada Office of the Comptroller of the Currency. Selain itu, Donald Trump dan CEO Coinbase Brian Armstrong juga terlibat dalam perdebatan terkait regulasi stablecoin, dengan Armstrong menarik dukungan atas beberapa bagian dari Clarity Act. Patrick Witt dari pemerintahan juga menanggapi kritik dari CEO JPMorgan Jamie Dimon mengenai perlakuan stablecoin seperti bank. Perdebatan ini menandakan ketegangan antara inovasi di pasar crypto dengan kepentingan bank tradisional dalam mempertahankan model bisnis mereka. Regulasi yang akan hadir nanti akan berpengaruh besar pada masa depan stablecoin di AS dan kesempatan bagi konsumen untuk mendapatkan yield lebih tinggi. Negosiasi dan tekanan dari berbagai pihak dipastikan akan terus berlangsung dengan dampak luas ke sektor keuangan.
05 Mar 2026, 00.33 WIB

Bitcoin Lesu, Tapi Tokenisasi dan Digitalisasi Keuangan Siap Meledak 2027-2028

Bitcoin Lesu, Tapi Tokenisasi dan Digitalisasi Keuangan Siap Meledak 2027-2028
Bitcoin saat ini diperdagangkan sekitar 73.000 dollar, turun 18% sejak awal tahun, meski berbagai kemajuan regulasi dan adopsi institusional terjadi. Kevin de Patoul dari Keyrock menyatakan pasar salah membaca posisi bitcoin sebagai aset dengan fungsi terbatas, bukan sebagai aset lindung nilai yang diharapkan. Crypto dan tokenisasi aset nyata berkembang, namun likuiditas dan penggunaan token masih rendah sehingga harga aset digital tetap lesu. Inovasi-inovasi terkait tokenisasi aset keuangan tradisional seperti dana uang pasar dan stablecoin terus berjalan, tapi belum terjadi lonjakan harga atau volume perdagangan signifikan. De Patoul melihat tahun 2026 sebagai masa transisi menuju masa depan digital finance yang lebih besar, dengan infleksi pasar digital dan tokenisasi yang sebenarnya baru akan terjadi pada 2027-2028. Pasar keuangan tradisional yang sangat besar jika sebagian besar beralih ke onchain bisa mendorong pertumbuhan nilai pasar digital secara eksponensial.
05 Mar 2026, 00.32 WIB

Trump dan CEO Coinbase Dorong LEGALISASI Stablecoin Melawan Tekanan Bank

Trump dan CEO Coinbase Dorong LEGALISASI Stablecoin Melawan Tekanan Bank
Donald Trump dan CEO Coinbase Brian Armstrong mengadakan pertemuan tertutup sebelum Trump menyatakan dukungannya untuk agenda kripto di media sosial. Pertemuan ini mengemuka terkait dengan RUU pasar struktur yang disebut GENIUS Act yang sedang mengalami kebuntuan. Ketua Senate Banking Committee menunda debat dan voting atas RUU tersebut karena ketidakcocokan kepentingan antara bank dan industri kripto. Bank mengeluhkan bahwa pembayaran bunga stablecoin bisa mengganggu kemampuan pinjaman mereka. CEO JPMorgan Jamie Dimon meminta penerbit stablecoin yang memberikan bunga untuk diatur seperti bank, namun Patrick Witt dari dewan penasihat Presiden menegaskan bahwa GENIUS Act melarang stablecoin bertindak sebagai deposito bank. Trump mendukung posisi Coinbase yang ingin legislasi segera disahkan agar produk kripto Amerika bisa memenangkan persaingan global. Harga saham Coinbase merespons positif kabar ini dengan melonjak melewati 200 dolar AS, level tertinggi sejak Januari. Jika RUU ini disahkan, industri kripto bisa mendapatkan kejelasan regulasi dan peluang lebih besar untuk berkembang tanpa hambatan bank tradisional. Pertarungan regulasi ini akan menentukan bagaimana AS mengelola inovasi digital aset keuangan di masa depan.
04 Mar 2026, 21.57 WIB

Debat Regulasi Stablecoin: Antara Aturan Bank dan Inovasi Digital

Debat Regulasi Stablecoin: Antara Aturan Bank dan Inovasi Digital
Jamie Dimon, CEO JPMorgan, mengusulkan agar penerbit stablecoin yang membayar bunga sama seperti bank harus diatur dengan aturan bank tradisional. Pendapat ini memicu perdebatan sengit dengan penasihat kripto Gedung Putih, Patrick Witt, yang mengatakan stablecoin berbeda karena aturan Genius Act melarang peminjaman cadangan dana. Dimon menegaskan bahwa pemberian hadiah transaksi berbeda dengan pembayaran bunga simpanan yang membuat penerbit stablecoin seperti bank. Patrick Witt menegaskan stabilitas hukum bahwa stablecoin tidak melakukan peminjaman atau rehypothecation, sehingga tidak perlu aturan bank. Perselisihan ini juga mencerminkan ketegangan dengan CEO Coinbase yang menarik dukungan terhadap Clarity Act. Debat ini penting untuk masa depan regulasi aset kripto di AS karena akan menentukan kerangka hukum bagaimana stablecoin dijalankan dan diawasi. Regulasi akan mengakomodasi inovasi sambil memastikan perlindungan konsumen dan stabilitas sistem keuangan. Perdebatan ini mungkin mengarah pada legislasi baru yang memperjelas batas antara aktivitas keuangan tradisional dan digital.
04 Mar 2026, 20.16 WIB

Debat Regulasi: Apakah Stablecoin yang Bayar Bunga Harus Diatur Seperti Bank?

Debat Regulasi: Apakah Stablecoin yang Bayar Bunga Harus Diatur Seperti Bank?
Jamie Dimon dari JPMorgan mengusulkan bahwa penerbit stablecoin yang membayar bunga harus diatur seperti bank, menimbulkan perdebatan tentang regulasi crypto di AS. Patrick Witt dari Presiden's Council of Advisors for Digital Assets menolak usulan tersebut dengan alasan aturan Genius Act melarang penerbit stablecoin melakukan pinjaman. Dimon menekankan perbedaan antara hadiah transaksi dan bunga atas saldo simpanan serta menginginkan regulasi ketat bagi penerbit stablecoin yang berfungsi seperti bank. Witt menegaskan stablecoin tidak sama dengan deposito karena tidak boleh melakukan rehypothecation atau peminjaman cadangan, sesuai dengan Genius Act. Perdebatan ini berimplikasi pada arah regulasi stablecoin di AS, di mana ada kebutuhan untuk membedakan produk crypto dan fungsi bank tradisional. Keputusan ini akan mempengaruhi perkembangan dan keamanan ekosistem aset digital serta penerapan kebijakan keuangan nasional.
04 Mar 2026, 20.00 WIB

Mengapa Interoperabilitas Jadi Kunci Utama Tokenisasi Sekuritas Sukses

Operator pasar besar dunia memperingatkan bahwa tokenisasi sekuritas akan sulit berkembang tanpa kesepakatan interoperabilitas antara blockchain dan sistem keuangan tradisional. Hal ini penting karena aset dapat terjebak pada jaringan terisolasi yang menyebabkan biaya tinggi dan likuiditas terfragmentasi. DTCC, Euroclear, dan Clearstream bersama BCG menyatakan bahwa beragam teknologi blockchain yang dipakai saat ini mempersulit integrasi dan meningkatkan risiko operasional dan regulasi. Mereka memprediksi model terintegrasi dalam bentuk 'network-of-networks' yang menghubungkan berbagai platform dengan standar, gateway, dan layanan yang diatur. Walaupun tokenisasi sudah mulai diterapkan dalam pasar repo bernilai lebih dari 300 miliar dolar per hari, banyak proses masih bergantung pada sistem lama. Karena itu, mereka menyerukan pembentukan kelompok kerja antar regulator dan pelaku pasar untuk menetapkan tata kelola, standar, dan ketahanan agar pasar tokenisasi bisa berkembang secara aman dan efisien.
04 Mar 2026, 05.27 WIB

Trump Dorong Pengesahan RUU Stablecoin untuk Lindungi Industri Kripto AS

Donald Trump mengingatkan bahwa para bank berusaha menghambat pengesahan GENIUS Act serta mendorong Kongres segera menyelesaikan RUU struktur pasar kripto. Ia menegaskan pentingnya RUU ini untuk memastikan industri kripto tetap berkembang di AS dan tidak pindah ke negara lain seperti China. RUU struktur pasar kripto masih macet di Senat akibat perbedaan pendapat antara sektor perbankan dan perusahaan kripto soal izin pihak ketiga memberikan hasil pada simpanan stablecoin. Pemerintah pusat telah mencoba memfasilitasi negosiasi, namun sampai kini belum tercapai kesepakatan. Jika RUU ini tak segera disahkan, industri kripto AS bisa kehilangan keunggulan kompetitif dan berpotensi berpindah ke pasar internasional. Proses pengesahan juga berisiko tertunda karena jadwal politik yang padat di tahun-tahun menjelang pemilu besar.
04 Mar 2026, 04.09 WIB

Jamie Dimon: Penerbit Stablecoin yang Bayar Bunga Harus Diatur Seperti Bank

Jamie Dimon menyatakan bahwa penerbit stablecoin yang memberikan bunga pada saldo pelanggan harus tunduk pada regulasi yang sama seperti bank konvensional. Hal ini untuk memastikan keamanan dan kesetaraan dalam industri keuangan. Dimon membedakan antara hadiah transaksi dan bunga yang diberikan pada saldo simpanan. Ia menegaskan bahwa jika platform crypto bertindak sebagai bank, mereka harus mematuhi aturan perbankan termasuk modal, likuiditas, dan asuransi simpanan. Perdebatan ini krusial karena penyusunan regulasi stablecoin akan mempengaruhi bagaimana kegiatan keuangan digital diatur di AS. Kesepakatan antara industri perbankan dan crypto sangat penting untuk mencegah risiko dan menjaga integritas sistem keuangan.
04 Mar 2026, 02.44 WIB

Regulasi Kripto AS Menuju Kepastian: Peran Vital Pengawas Baru SEC dan CFTC

Batas waktu legislatif terkait stablecoin dan aturan pasar kripto di AS telah berulang kali gagal dipenuhi oleh Kongres, menimbulkan ketidakpastian di industri. Pemerintah dan regulator mulai berupaya memanfaatkan otoritas yang ada untuk mengatur pasar tanpa harus menunggu undang-undang baru. Paul Atkins dan Michael Selig, pimpinan baru SEC dan CFTC, menunjukkan komitmen untuk bekerja sama dalam menyusun aturan regulasi kripto yang jelas dan harmonis. Mereka berniat mengeluarkan draft aturan pada akhir tahun dengan finalisasi pada musim semi berikutnya setelah melalui proses konsultasi publik. Pendekatan ini akan membuka jalan bagi perusahaan kripto seperti Kraken dan Coinbase untuk beroperasi resmi di bawah pengawasan badan regulasi, sekaligus memberikan ruang bagi pelaku industri baru untuk tumbuh dengan kepastian hukum. Keberhasilan inisiatif ini dapat mengubah lanskap kripto AS tanpa perlu legislasi dari Kongres.
03 Mar 2026, 22.38 WIB

CFTC dan SEC Bersiap Regulasi Perpetual Futures Kripto di AS

Industri crypto perpetual futures tumbuh pesat namun sebagian besar beroperasi di luar AS karena ketidakjelasan regulasi. CFTC dan SEC berencana memberikan panduan resmi untuk mengatur perdagangan derivatif ini agar bisa terjadi di dalam negeri. Pendekatan regulasi tersebut diharapkan mendorong pasar yang lebih aman dan profesional. CFTC menyampaikan akan mengumumkan panduan dalam beberapa minggu mendatang, sementara SEC juga menyoroti perlunya undang-undang baru dari Kongres untuk memperkuat posisi mereka. Kolaborasi antara kedua lembaga dalam 'Project Crypto' menawarkan inovasi yang lebih bebas risiko. Namun, masih ada perdebatan mengenai yurisdiksi terutama dengan keterlibatan regulator negara bagian. Jika regulasi formal diberlakukan, aktivitas kripto di AS diperkirakan akan meningkat dengan kehadiran produk baru dan perlindungan hukum yang lebih jelas. Hal ini juga mendukung perkembangan inovasi DeFi dan pasar prediksi di bawah kerangka hukum yang kuat. Namun, tantangan politik dan timeframe legislasi masih menjadi hambatan utama.
Setelahnya

Baca Juga

  • Detak AI Global

  • Arena Dominasi Digital & Geopolitik

  • Gempuran Regulasi Crypto AS

  • Lompatan Nuklir AS

  • Bitcoin di Ujung Konflik Iran

  • Cina Memimpin Revolusi AI & EV

  • Revolusi AI di Perangkat Google

  • Serbuan AI Asia: Xiaomi, Huawei & Co.

  • Revolusi Material Energi China

  • Invasi Robot Humanoid di Pabrik Otomotif