
Para ilmuwan Amerika Serikat telah mengembangkan perangkat lunak simulasi bernama Griffin yang mampu mensimulasikan berbagai proses kompleks dalam reaktor nuklir. Dengan kemampuan prediksi yang mendalam, perangkat lunak ini membantu para insinyur melihat bagaimana reaktor akan bekerja dalam kondisi nyata tanpa harus membuat prototipe fisik.
Griffin dikembangkan oleh laboratorium Idaho National Laboratory dan Argonne National Laboratory, serta dibangun di atas platform simulasi MOOSE. Perangkat ini dapat menggabungkan simulasi dan analisis neutron, aliran panas, mekanika struktural, dan perilaku bahan dalam satu model yang terintegrasi.
Perangkat lunak ini dapat digunakan untuk beragam jenis reaktor nuklir, termasuk reaktor cair, reaktor suhu tinggi, hingga reaktor mikro. Selain itu, Griffin juga berperan dalam pengembangan teknologi nuklir untuk misi luar angkasa NASA seperti roket termal nuklir dan sistem tenaga di bulan dan Mars.
Selain untuk teknologi tenaga nuklir, Griffin juga membantu riset fusi dengan mensimulasikan interaksi neutron dalam pembiakan bahan bakar tritium, yang penting bagi pembangunan pembangkit energi fusi di masa depan. Dengan demikian, manfaat Griffin sangat luas di bidang energi dan eksplorasi ruang angkasa.
Penggunaan Griffin diharapkan dapat mempercepat inovasi teknologi nuklir dengan biaya lebih rendah dan risiko lebih kecil. Profesor menyatakan bahwa perangkat lunak ini akan menjadi alat penting dalam mewujudkan energi nuklir yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan untuk masa depan.