Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Badai Bitcoin: Iran, AI & ETF

Share

Kumpulan artikel ini membahas fluktuasi harga Bitcoin yang dipicu oleh ketegangan geopolitik Iran, tekanan makroekonomi seperti lonjakan harga minyak dan greenback, serta pergeseran strategi penambang ke AI dan kebijakan ETS/CFTC. Dinamika likuiditas, short-covering, inflow ETF, dan penjualan institusional juga menjadi sorotan utama dalam mengurai pergerakan pasar crypto terkini.

07 Mar 2026, 22.03 WIB

Circle Gunakan Stablecoin USDC, Percepat Transfer Internal Jadi 30 Menit

Circle Gunakan Stablecoin USDC, Percepat Transfer Internal Jadi 30 Menit
Circle menggunakan infrastruktur stablecoin USDC untuk melakukan transfer uang sebesar 68 juta USD antar entitas internal. Platform Circle Mint memfasilitasi pemintaan dan penebusan USDC guna menyelesaikan pembayaran antar anak perusahaan. Transfer lewat bank biasanya memerlukan waktu 1 sampai 3 hari dan bergantung pada jam kerja bank. Dengan USDC, transaksi berhasil tunduk dalam kurang dari 30 menit dengan 90% selesai dalam satu hari, menggunakan kontrol peran dan laporan setara perbankan. Metode ini menghilangkan masalah pembayaran yang tertunda ('cash in transit') karena konfirmasi transaksi cepat. Circle juga berencana menambah fitur multi-entitas dan integrasi API dengan sistem akuntansi untuk efisiensi lebih lanjut mulai Maret.
07 Mar 2026, 22.00 WIB

Kenapa Cadangan Bitcoin Pemerintah AS Belum Terbentuk Setelah Perintah Trump?

Kenapa Cadangan Bitcoin Pemerintah AS Belum Terbentuk Setelah Perintah Trump?
Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah untuk membentuk Strategic Bitcoin Reserve sebagai pengakuan terhadap Bitcoin sebagai aset yang matang. Meskipun ada antusiasme di sektor crypto, cadangan tersebut belum terbentuk setelah satu tahun. Penyebab utamanya adalah kebutuhan undang-undang untuk implementasi yang belum terpenuhi. Departemen Keuangan AS telah melakukan inventarisasi aset crypto pemerintah dan ada estimasi kepemilikan bitcoin lebih dari 300.000 token senilai lebih dari 20 miliar dolar AS. Namun, pembelian baru dan pembentukan cadangan tertunda karena kurangnya otorisasi legislatif dan dana untuk pembelian. Senator Cynthia Lummis dan beberapa legislator mendorong legislasi, tapi ini masih belum prioritas utama di Kongres. Jika legislasi dimasukkan ke dalam RUU Pertahanan Tahunan, ada kemungkinan cadangan mulai terbentuk tahun ini, namun prosesnya sulit dan penuh tantangan politik. Ketiadaan aksi konkret mempertegas bahwa perintah eksekutif tanpa dukungan legislatif hanya instruksi sementara tanpa kekuatan hukum yang sebenarnya.
07 Mar 2026, 21.29 WIB

Volatilitas Bitcoin Meningkat Karena Ketegangan Global dan Penguatan Dolar

Volatilitas Bitcoin Meningkat Karena Ketegangan Global dan Penguatan Dolar
Harga bitcoin dan kripto utama lain turun tajam di akhir pekan meski masih mencatat kenaikan mingguan. Bitcoin sempat menyentuh level tertinggi Rp 1.24 juta ($74.000) tetapi kembali ke sekitar Rp 1.14 juta ($68.000) setelah penurunan. Pola ini menunjukkan ketidakpastian pasar yang terus berlanjut. Penguatan dolar AS didorong oleh ketegangan di Timur Tengah dan ekspektasi inflasi tinggi yang membuat investor memilih aset aman. Data Glassnode menunjukkan sekitar 43% pasokan bitcoin dalam kerugian, menciptakan potensi tekanan jual saat harga menguat. Selain itu, ada peningkatan besar pada aliran masuk stablecoin yang menandakan modal segar belum sepenuhnya beraksi. Situasi geopolitik yang tidak stabil dan kondisi makro ekonomi seperti inflasi dan kebijakan Fed yang ketat akan terus menekan pasar kripto dalam waktu dekat. Investor perlu mewaspadai resistensi harga dari pemegang yang ingin keluar, sementara modal baru dari stablecoin bisa menjadi faktor penentu pergerakan harga selanjutnya.
07 Mar 2026, 13.15 WIB

Bitcoin dan Kripto Tertekan Penguatan Dolar di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Bitcoin dan Kripto Tertekan Penguatan Dolar di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Harga Bitcoin dan kripto utama seperti Ether, Solana, Dogecoin, dan BNB mengalami penurunan akhir pekan yang signifikan, dengan Bitcoin turun 3,4% dalam 24 jam terakhir. Dolar AS menguat tajam akibat ketegangan geopolitik dan kekhawatiran inflasi yang mempengaruhi sentimen pasar. Data Glassnode menunjukkan 43% pasokan Bitcoin saat ini berada di posisi rugi, menciptakan hambatan bagi kenaikan harga lebih lanjut. Aliran masuk stablecoin melonjak 415%, menandakan adanya dana yang siap digunakan untuk membeli kripto jika kondisi pasar membaik. Ketegangan berlanjut di Timur Tengah dan kondisi makro ekonomi yang menantang seperti inflasi tinggi dan penguatan dolar diprediksi memperpanjang volatilitas pasar kripto. Investor perlu waspada pada dinamika global yang mempengaruhi harga Bitcoin dan aset digital lainnya.
07 Mar 2026, 12.44 WIB

Bitcoin Masuk Fase Bear Market Dalam, Harga Diprediksi Turun Lagi

Bitcoin Masuk Fase Bear Market Dalam, Harga Diprediksi Turun Lagi
Bitcoin saat ini berada dalam fase bear market yang dalam dengan harga sekitar 68.042,65 USD setelah turun hampir setengah dari rekor tertinggi 126.000 USD pada Oktober tahun lalu. Siklus harga Bitcoin terkait dengan halving yang terjadi setiap empat tahun menjadi faktor utama pengaruh pergerakan harga tersebut. Halving terakhir terjadi pada April 2024, mengurangi jumlah Bitcoin yang diperoleh oleh para penambang dan memicu siklus harga dimana puncak harga biasanya terjadi 16-18 bulan setelah halving. Investor individu yang cenderung membeli saat hype dan menjual saat panik memperkuat pola siklus harga ini secara terus menerus. Dampaknya, harga Bitcoin diperkirakan akan turun sekitar 30% lagi di tahun 2026 karena tekanan jual dari perusahaan dengan aset digital yang harus melunasi utang. Hal ini menunjukkan pasar crypto masih sangat spekulatif dan adopsi institusional yang lambat membuat Bitcoin belum menjadi aset safe haven.
07 Mar 2026, 04.00 WIB

Bitcoin dan Pengaruh Besar Faktor Makro di Tengah Adopsi Institusional

Bitcoin sempat naik mendekati 74.000 dolar AS namun turun lagi di bawah 69.000 dolar AS dalam waktu singkat. Penguatan dolar AS dan konflik Iran menjadi faktor utama yang memicu tekanan jual. Ini menunjukkan bahwa faktor makro masih sangat dominan mempengaruhi harga kripto. Perkembangan institusional seperti Bank of New York Mellon menjadi kustodian untuk ETF Bitcoin Morgan Stanley dan Kraken yang mendapat akses ke sistem pembayaran Fed, menandai kemajuan infrastruktur kripto. Namun, berita positif ini kurang mampu menetralkan tekanan dari dinamika makroekonomi global. Penjualan terutama berasal dari investor jangka pendek yang melakukan pengambilan keuntungan. Di sisi lain, ETF Bitcoin di AS mulai menunjukkan aliran masuk modal setelah sepekan negatif. Ini mengindikasikan potensi pembentukan dasar yang lebih stabil untuk pergerakan harga jangka panjang.
07 Mar 2026, 03.19 WIB

Kenapa Bitcoin Turun Walau Banyak Kabar Baik? Pengaruh Ekonomi Global Lebih Kuat

Bitcoin sempat naik mendekati 74.000 dolar AS didukung oleh berbagai kabar baik soal integrasi kripto dengan keuangan tradisional. Perusahaan seperti Morgan Stanley, Bank of New York Mellon, dan Kraken membuat kemajuan penting, sementara investasi besar diumumkan Intercontinental Exchange ke OKX. Namun, harga Bitcoin akhirnya turun kembali ke bawah 69.000 dolar AS karena tekanan pasar makro. Penguatan dolar AS akibat meningkatnya ketegangan di Iran mengakibatkan kenaikan harga minyak dan kekhawatiran inflasi, memicu pergeseran harapan terhadap suku bunga yang berdampak negatif pada aset berisiko termasuk Bitcoin. Selain itu, krisis di pasar kredit swasta, terutama yang melibatkan BlackRock dan Blue Owl, menambah tekanan di pasar keuangan global yang membuat investor berhati-hati. Meskipun harga Bitcoin turun, indikator seperti aliran masuk dana spot Bitcoin ETF yang positif dan rendahnya tingkat pendanaan leverage menunjukkan pasar mulai mengurangi spekulasi berlebihan. Hal ini dapat membentuk dasar yang lebih kuat untuk potensi kenaikan yang lebih stabil di masa depan, namun volatilitas dan pengaruh faktor makro tetap menjadi risiko utama.
07 Mar 2026, 00.31 WIB

Tekanan Pasar Kredit Privat Bisa Memicu Guncangan Besar di Pasar Kripto

Pasar kredit privat global sedang mengalami tekanan besar dengan lonjakan penarikan dana yang memaksa BlackRock dan Blue Owl membatasi akses investor dan melikuidasi sejumlah pinjaman mereka. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena dana besar yang terlibat dan keterkaitannya dengan perbankan serta aset digital. Dana sebesar 26 miliar dolar AS dari BlackRock sedang dibatasi penarikannya dan Blue Owl menjual pinjaman senilai 1,4 miliar dolar AS demi memenuhi permintaan redemption. Pasar kredit privat terhubung erat dengan perbankan, dimana U.S. banks memberikan hampir 300 miliar dolar AS pinjaman ke provider kredit privat, dan 285 miliar dolar AS ke dana private equity. Ketegangan di pasar kredit tradisional ini dapat meluas ke pasar kripto melalui tokenisasi kredit privat di blockchain yang kini mencapai nilai hampir 5 miliar dolar AS. Kasus token mF-ONE menunjukkan bagaimana kasus kebangkrutan dapat menurunkan nilai token, menyebabkan likuidasi dan ketegangan likuiditas di platform DeFi yang semakin menghubungkan risiko ke pasar aset digital.
06 Mar 2026, 22.24 WIB

Bitcoin Capai 74 Ribu USD, Investor Jangka Pendek Ambil Untung dan Geopolitik Pengaruhi Harga

Bitcoin sempat mencapai rekor tertinggi satu bulan di angka 74.000 USD sebelum turun ke level sekitar 69.000 USD akibat aksi ambil untung dari investor jangka pendek. Data dari CryptoQuant menunjukkan lebih dari 27.000 BTC dipindahkan ke bursa dalam bentuk keuntungan, terutama oleh investor yang membeli dalam satu bulan terakhir. Komentar mantan Presiden Donald Trump terkait Iran dan eskalasi perang regional menyebabkan pasar menjadi lebih volatil dan mendorong harga minyak naik. Namun, optimisme terhadap pengesahan RUU Clarity Act serta permintaan institusional yang kuat terus mendukung pergerakan harga Bitcoin dan mendorong masuknya dana ke spot bitcoin ETF. Situasi ini menandakan pasar cryptocurrency masih sangat dipengaruhi oleh faktor politik dan regulasi serta sentimen investor jangka pendek yang cenderung reaktif. Ke depan, volatilitas diperkirakan tetap tinggi dengan dukungan institusional yang dapat menjaga tren naik Bitcoin dalam jangka menengah.
06 Mar 2026, 22.01 WIB

Binance Bantah Dana Rp25 Triliun Mengalir ke Entitas Iran, Ini Faktanya

Binance menanggapi penyelidikan dari Senat AS atas tuduhan bahwa platformnya digunakan untuk transaksi kripto senilai 1,7 miliar dolar AS yang berhubungan dengan entitas Iran. Perusahaan menyatakan melalui surat resmi bahwa tidak ada bukti transaksi langsung dengan entitas tersebut dan melaporkan adanya hanya paparan tidak langsung saja. Dalam suratnya, Binance menjelaskan bahwa dua akun yang diduga terkait, Hexa Whale dan Blessed Trust, telah dihapus dari platform setelah investigasi internalnya. Binance juga membantah pemberitaan media-map seperti New York Times dan Wall Street Journal yang dianggapnya tidak akurat dan menyesatkan. Penyelidikan ini penting karena berpengaruh pada reputasi Binance dan industri kripto secara umum serta menunjukkan bagaimana perusahaan harus memperkuat proses kepatuhan. Binance menegaskan komitmennya untuk menginvestigasi, mengambil tindakan mitigasi, dan melapor ke otoritas bila ditemukan risiko terkait terorisme atau pelanggaran lain.
Sebelumnya
Setelahnya

Baca Juga

  • Skandal Senjata & Aplikasi Viral AS

  • Transformasi Teknologi: Nano, Energi, dan Robotika

  • Gym, Tarian & Parkour Robot Humanoid

  • PP Tunas Mendunia

  • Perjudian Geopolitik: Bursa Konflik

  • Badai Bitcoin: Iran, AI & ETF

  • Revolusi Mobile AI Barcelona 2026

  • Waspada Penipuan Digital

  • Kebangkitan Semikonduktor China

  • Guncangan Harga Gadget 2026