Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Badai Bitcoin: Iran, AI & ETF

Share

Kumpulan artikel ini membahas fluktuasi harga Bitcoin yang dipicu oleh ketegangan geopolitik Iran, tekanan makroekonomi seperti lonjakan harga minyak dan greenback, serta pergeseran strategi penambang ke AI dan kebijakan ETS/CFTC. Dinamika likuiditas, short-covering, inflow ETF, dan penjualan institusional juga menjadi sorotan utama dalam mengurai pergerakan pasar crypto terkini.

09 Mar 2026, 02.05 WIB

Perjalanan Crypto: Dari Revolusi Bebas ke Sistem Keuangan Mapan

Perjalanan Crypto: Dari Revolusi Bebas ke Sistem Keuangan Mapan
Crypto dimulai sebagai gerakan revolusioner yang menantang sistem keuangan global melalui desentralisasi dan otonomi individu. Tokoh-tokoh penting seperti cypherpunks mendorong visi internet dan uang digital yang bebas dari kontrol pemerintah dan bank besar. Ketika teknologi ini tumbuh, idealisme dan aktivisme menjadi fondasi utama gerakan tersebut. Seiring waktu, institusi keuangan besar seperti JP Morgan, Blackrock, dan Morgan Stanley mulai menerima dan mengintegrasikan crypto ke dalam operasi mereka. Regulasi jelas seperti GENIUS Act di AS dan MiCA di Eropa memberikan kerangka hukum yang lebih kaku, membuat crypto semakin diterima oleh pasar tradisional. Mass adoption crypto kini diartikan dalam konteks volume transaksi besar institusional bukan penggunaan harian oleh konsumen biasa. Akibatnya, sisi revolusioner dan pemberontak crypto mulai memudar, berganti dengan integrasi dan konservatisme sistemik. Simbol-simbol pemberontakan crypto pun kehilangan makna aslinya dan bergeser ke mainstream. Crypto telah menjadi bagian dari tatanan keuangan baru, menandai akhir dari fase revolusi dan awal dari perjalanan institusionalisasi.
08 Mar 2026, 23.00 WIB

Bitcoin Tetap Penting Sebagai Diversifikasi Meski Korelasi dengan Saham Meningkat

Bitcoin Tetap Penting Sebagai Diversifikasi Meski Korelasi dengan Saham Meningkat
Bitcoin mulai menunjukkan korelasi yang semakin kuat dengan pasar saham AS seperti S&P 500 dan Nasdaq 100. Korelasi tersebut naik menjadi sekitar 0,5 dalam beberapa bulan, menimbulkan debat mengenai peran Bitcoin sebagai aset teknologi atau alternatif. Menurut NYDIG dan Greg Cipolaro, hanya sekitar 25% pergerakan harga Bitcoin dijelaskan oleh faktor pasar saham, sedangkan 75% sisanya dipengaruhi oleh faktor unik seperti aliran modal ke dana Bitcoin, posisi derivatif, adopsi jaringan, dan regulasi. Investor seperti Chamath Palihapitiya dan Ray Dalio mengkritik potensi Bitcoin sebagai aset cadangan negara akibat volatilitas dan risiko lain. Bitcoin masih berfungsi sebagai diversifikasi portofolio yang efektif karena reaksi bersama terhadap kondisi likuiditas dan risiko oleh Bitcoin dan saham teknologi. Perkembangan jaringan, kenaikan pengguna institusional, dan kepemilikan oleh berbagai entitas mendukung pertumbuhan Bitcoin tanpa ketergantungan pada adopsi bank sentral.
08 Mar 2026, 21.00 WIB

Senator Kunci Siap Dorong Regulasi Stablecoin dengan Kompromi Penting

Senator Kunci Siap Dorong Regulasi Stablecoin dengan Kompromi Penting
Digital Asset Market Clarity Act yang berfokus pada regulasi stabilcoin sedang memasuki fase negosiasi terakhir dengan kompromi yang mungkin diterima oleh senator-senator penting. Senate Banking Committee yang sebelumnya menghambat kemajuan kini menunjukkan sinyal positif untuk markup rancangan tersebut. Para pihak termasuk perbankan dan pelaku kripto tengah menegosiasikan batas imbal hasil stablecoin agar tidak meniru bunga tabungan bank. Bank tradisional seperti JPMorgan mengingatkan pentingnya menjaga sistem perbankan melalui regulasi ketat pada perusahaan yang menyerupai institusi penyimpanan deposito. Pada saat yang sama, tokoh politik seperti Donald dan Eric Trump menyuarakan dukungan kuat untuk industri kripto serta menentang pengaruh bank dalam peraturan tersebut. White House membantu memberi dorongan untuk mendorong kesepakatan agar negosiasi berjalan lancar. Jika rancangan undang-undang ini disahkan setelah penggabungan dengan hasil suara di Senate Agriculture Committee, hal ini akan menjadi perkembangan penting bagi regulasi aset digital. Namun, waktu sangat terbatas dengan pemilu tengah di Amerika Serikat yang mengancam menunda proses hingga 2026. Keberhasilan legislatif ini dapat menentukan masa depan posisi Amerika Serikat sebagai pusat inovasi kripto dunia.
08 Mar 2026, 20.43 WIB

Harga Minyak Murban Tembus 100 Dolar Imbas Konflik Timur Tengah, Risiko Geopolitik Merajalela

Harga Minyak Murban Tembus 100 Dolar Imbas Konflik Timur Tengah, Risiko Geopolitik Merajalela
Perang antara AS, Israel, dan Iran telah menyebabkan gangguan signifikan pada pasokan minyak global melalui jalur utama Selat Hormuz. Iran menghambat aliran minyak yang melewati Selat Hormuz, sebuah jalur kritis untuk perdagangan minyak dan gas internasional. Minyak Murban dari Uni Emirat Arab yang diekspor melalui Fujairah Oil Terminal menjadi tolok ukur untuk minyak yang masih dapat mencapai pasar global secara handal dan harganya naik lebih dari 103 dolar per barel. Kenaikan ini menunjukkan permintaan langsung yang tinggi serta kecemasan atas risiko pasokan di pasar fisik minyak. Harga minyak yang mahal dapat memicu inflasi global yang lebih tinggi, menyebabkan bank sentral menaikkan suku bunga dan berdampak negatif pada pasar saham serta aset risiko seperti bitcoin. Hal ini menandai bahwa risiko geopolitik kini bukan hanya soal jumlah minyak tapi tentang aksesibilitasnya yang memengaruhi pasar secara luas.
08 Mar 2026, 18.04 WIB

Tokenisasi Aset Dunia Nyata Capai Triliunan, Tantangan Integrasi DeFi Masih Besar

Tokenisasi Aset Dunia Nyata Capai Triliunan, Tantangan Integrasi DeFi Masih Besar
Tokenisasi aset dunia nyata melebihi 25 miliar dolar AS dalam nilai onchain, meningkat hampir empat kali lipat dari tahun sebelumnya. Enam kategori aset tokenisasi kini melebihi 1 miliar dolar AS per kategori, termasuk US Treasury dan obligasi korporasi. Pertumbuhan ini menunjukkan transisi dari eksperimen awal ke penerapan skala institusional. Meskipun suplai token semakin besar, aktivitas di pasar lebih didominasi oleh penerbitan aset untuk penggalangan dana daripada aktivitas trading aktif. Sebanyak 88% stablecoin yang didukung RWA tidak digunakan dalam protokol DeFi karena adanya batasan KYC dan whitelist. Survey menunjukkan mayoritas penerbit token mengutamakan efisiensi penggalangan modal dibandingkan likuiditas. Pertumbuhan tokenisasi aset diperkirakan dapat melampaui 400 miliar dolar AS pada akhir tahun ini jika hambatan keterbukaan dapat diatasi. Integrasi dengan protokol DeFi yang komposabel akan menentukan apakah tokenisasi dapat menjadi lapisan penyelesaian baru untuk pasar keuangan tradisional atau tetap menjadi solusi terpisah.
08 Mar 2026, 18.00 WIB

Yuval Rooz Tegaskan Pentingnya Penggunaan Nyata untuk Masa Depan Smart Contract

Yuval Rooz, CEO Digital Asset, menyatakan ada gap besar antara valuasi jaringan smart contract dengan penggunaan keuangan riil yang terjadi di dalamnya. Banyak platform saat ini lebih fokus pada token dan spekulasi ketimbang aliran nilai nyata yang berkelanjutan. Canton Network hadir dengan fokus pada kebutuhan institusi keuangan besar yang memerlukan privasi, kepatuhan, dan interoperabilitas. Canton Network mendapatkan dukungan dari institusi besar seperti BNY, Nasdaq, dan S&P Global. Token Canton dirancang agar nilai token mencerminkan aktivitas ekonomi aktual, dimana setiap transaksi membakar token sehingga pasokan token berkurang seiring pertumbuhan penggunaan. Platform ini juga menolak model distribusi token yang hanya menguntungkan validator tanpa memperhitungkan aktivitas nyata pengguna jaringan. Pendekatan ini berpotensi mengubah cara pasar menilai jaringan smart contract dengan lebih mengutamakan pendapatan dan penggunaan nyata daripada hanya total nilai yang terkunci (TVL). Rooz percaya jaringan yang mampu memberikan utilitas dan layanan keuangan riil akan bertahan dan berkembang, sementara jaringan yang hanya mengandalkan hype spekulasi akan kehilangan posisinya.
08 Mar 2026, 12.16 WIB

Whales Jual di Puncak, Ritel Beli Saat Jatuh: Bitcoin Hadapi Ujian Besar

Whales pemegang antara 10 dan 10.000 Bitcoin membeli banyak selama periode harga turun antara 23 Februari dan 3 Maret saat harga Bitcoin berada di kisaran Rp 1.05 juta ($62.900) hingga Rp 1.16 juta ($69.600) . Periode ini bertepatan dengan dampak penjualan akibat perang di Iran dan awal pemulihan harga. Setelah harga Bitcoin mencapai Rp 1.24 juta ($74.000) pada 5 Maret, whales mulai menjual sekitar 66% dari akumulasi mereka, sementara investor ritel terus membeli saat harga turun kembali di bawah Rp 1.17 juta ($70.000) . Sekitar 43% dari total suplai Bitcoin masih dalam kondisi rugi, menimbulkan tekanan jual dari pemilik yang ingin keluar pada titik impas. Sentimen pasar menunjukkan ketakutan ekstrim dengan Crypto Fear and Greed Index di angka 12, menandakan pasar dalam kondisi sangat waspada. Dinamika ini mengindikasikan pasar bisa kembali turun mendekati Rp 1.00 juta ($60.000) jika tekanan jual dari whales masih berlanjut dan pembeli ritel kehabisan modal.
08 Mar 2026, 02.46 WIB

Strategi Nasional Trump: Amankan Cryptocurrency Demi Kepemimpinan Teknologi AS

Administrasi Trump memasukkan keamanan cryptocurrency dan blockchain dalam strategi nasional siber guna mempertahankan keunggulan teknologi Amerika Serikat. Strategi tersebut menempatkan blockchain sejajar dengan kecerdasan buatan dan kriptografi kuantum sebagai prioritas teknologi baru. Hal ini menandai komitmen pemerintah untuk mendukung mekanisme keamanan teknologi yang mendasari sistem keuangan digital dan infrastruktur kritis. Seperti yang diungkapkan dalam beberapa kebijakan sejak kampanye 2024, Trump berupaya menjadikan AS pusat kripto dunia dengan rencana pembentukan Strategic Bitcoin Reserve dan pembentukan kelompok kerja digital aset. Kebijakan ini juga termasuk penghapusan beberapa kebijakan anti-kripto era Biden serta penghentian kasus hukum terhadap perusahaan crypto besar. Upaya itu bertujuan menciptakan ekosistem yang lebih ramah dan kondusif untuk inovasi teknologi blockchain dan aset digital. Dampak dari strategi ini bisa memperkuat posisi AS dalam persaingan teknologi global dan menjadi pusat inovasi kripto terbesar di dunia. Selain itu, pendekatan ini akan mempercepat pengembangan standar keamanan teknologi digital yang mendukung privasi dan perlindungan pengguna. Meskipun belum ada regulasi baru yang spesifik, dukungan pemerintah terhadap teknologi ini berpotensi membuka peluang investasi dan adopsi massal yang lebih luas.
08 Mar 2026, 00.24 WIB

Jack Dorsey Akui Block Akan Dukung Stablecoin Meski Prioritaskan Bitcoin

Jack Dorsey CEO Block mengumumkan bahwa perusahaannya akan mendukung stablecoin walau secara pribadi ia lebih mendukung Bitcoin sebagai uang internet asli. Ia menegaskan keputusan ini didasarkan pada permintaan pelanggan dan bukan perubahan keyakinan pribadi terhadap Bitcoin atau stablecoin. Block sejak dulu berfokus pada Bitcoin dengan mengembangkan hardware mining dan menyediakan mata uang kripto di aplikasi Cash App. Saat ini, Block memegang 8.888,3 Bitcoin senilai lebih dari 600 juta USD, sementara kapitalisasi pasar stablecoin mencapai 318 miliar USD dan semakin banyak digunakan di pasar kripto dan pembayaran lintas negara. Keputusan ini memberi tekanan pada Block untuk beradaptasi dengan tren pasar, terutama dengan pesaing seperti Stripe dan PayPal yang sudah mengintegrasikan stablecoin. Langkah ini penting agar Block tidak kehilangan pengguna di tengah pesatnya perkembangan stablecoin.
08 Mar 2026, 00.00 WIB

Investasi 2026: Dari Dominasi AI ke Diversifikasi, Apa Peran Bitcoin?

Para investor besar seperti Rick Rieder, Ulrike Hoffmann-Burchardi dan Daniel Loeb melihat ekonomi 2026 tetap tumbuh meski pusat gravitasi pasar bergeser dari saham teknologi besar. Mereka menilai fase mudah dari ledakan AI sudah lewat dan investasi harus mulai fokus pada sektor lain dengan pertumbuhan nyata dan kekuatan harga. Perubahan ini juga berdampak pada aset kripto, terutama bitcoin yang perlu menunjukkan nilai lebih dari sekadar momentum pasar. Rieder menekankan pentingnya diversifikasi portofolio dan optimisme terhadap pertumbuhan AS dengan suku bunga rendah berkat produktivitas AI dan pasar tenaga kerja yang masih lunak. Hoffmann-Burchardi mengingatkan bahwa pasar akan memisahkan jelas pemenang dan pecundang AI, dengan UBS mengurangi eksposur di teknologi dan beralih ke sektor industri dan kesehatan. Loeb menggarisbawahi pentingnya pemilihan saham secara mendalam dan waspada terhadap risiko di pinjaman swasta khususnya software. Secara keseluruhan, tahun ini diperkirakan menjadi tahun yang menantang tetapi penuh peluang di mana AI tetap menjadi kekuatan dominan. Untuk bitcoin, hal ini berarti ia harus lebih berperan sebagai alat lindung nilai dan diversifikasi dibanding mengandalkan tren pasar yang besar. Ini mengindikasikan pasar investasi dan kripto yang lebih matang dan terfragmentasi ke depan.
Sebelumnya
Setelahnya

Baca Juga

  • Gym, Tarian & Parkour Robot Humanoid

  • PP Tunas Mendunia

  • Transformasi Teknologi: Nano, Energi, dan Robotika

  • Perjudian Geopolitik: Bursa Konflik

  • Skandal Senjata & Aplikasi Viral AS

  • Badai Bitcoin: Iran, AI & ETF

  • Revolusi Mobile AI Barcelona 2026

  • Waspada Penipuan Digital

  • Kebangkitan Semikonduktor China

  • Guncangan Harga Gadget 2026