
Pasar saham Hong Kong mengalami tekanan setelah laporan hasil keuangan Nvidia, perusahaan chip terbesar asal Amerika Serikat, gagal memenuhi proyeksi pendapatan paling optimistis dari para analis dan investor yang sangat menantikan pertumbuhan AI yang cepat. Hal ini menyebabkan indeks Hang Seng dan Hang Seng Tech turun tajam.
Indeks Hang Seng turun sebesar 1,4 persen ke posisi 26,381.02, sementara Hang Seng Tech turun lebih dalam sebesar 2,9 persen. Di pasar daratan Cina, indeks CSI 300 sedikit turun 0,2 persen, dan Shanghai Composite hampir tidak berubah, menunjukkan sentimen pasar global yang masih berhati-hati.
Beberapa saham teknologi besar seperti Alibaba, Tencent, Meituan, dan JD.com mengalami penurunan harga saham cukup signifikan, mencerminkan kurangnya kepercayaan investor setelah hasil Nvidia yang tidak sesuai harapan. Hal ini berdampak pada sektor teknologi dan saham yang terkait dengan AI.
Di sisi lain, saham perusahaan di sektor infrastruktur dan energi seperti Hong Kong Exchanges and Clearing serta CK Infrastructure Holdings justru mengalami kenaikan karena memang mencatatkan kinerja keuangan yang positif dengan kenaikan laba dan kesepakatan bisnis besar, seperti CK Asset Holdings yang menjual kepemilikan di distributor listrik Inggris senilai 14,2 miliar USD.
Pengamat pasar, Stephen Innes, menyatakan bahwa pasar kini tidak hanya mengharapkan pertumbuhan, tetapi mengasumsikan pertumbuhan yang terus menerus tanpa batas. Hal ini tidak realistis dan menyebabkan valuasi saham menjadi terlalu tinggi, yang membuat koreksi pasar tidak terhindarkan di masa mendatang.