Seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (AI), kreativitas dalam industri hiburan mengalami perubahan besar. Alih-alih menggantikan manusia, AI kini berfungsi sebagai alat kolaborasi yang membantu para seniman dan kreator mengeksplorasi ide lebih cepat dan luas. Proyek Sound Drive, misalnya, memanfaatkan AI untuk menciptakan musik yang berubah sesuai cara pengguna mengemudi, memperlihatkan bagaimana teknologi bisa menghasilkan pengalaman baru yang dinamis dan personal.
Manon Dave, Head of Future World Design di BBC R&D, memberikan perspektif penting tentang peran AI dalam proses kreatif. Dia menekankan bahwa teknologi seperti synthesizer dan AutoTune sebelumnya sempat ditakuti, namun kini menjadi alat penting dalam musik. AI juga diharapkan mengurangi pekerjaan membosankan seperti finishing dan iterasi, sehingga kreator bisa lebih fokus pada ideasi dan eksplorasi imajinatif.
Meskipun demikian, tantangan besar masih ada, terutama soal atribusi dan penggunaan data pelatihan AI. Saat ini belum ada sistem efektif untuk melacak siapa yang berkontribusi dalam data yang digunakan AI, sehingga risiko ketidakadilan dan eksploitasi tinggi. BBC terlibat dalam pengembangan protokol C2PA yang mengedepankan transparansi dan verifikasi sumber karya untuk melindungi kreator.
Ke depan, Dave memprediksi hiburan akan menjadi lebih personal dan adaptif, tidak sekadar mengandalkan rekomendasi otomatis, tapi menciptakan pengalaman yang disesuaikan dengan preferensi dan kebutuhan tiap individu. Teknologi akan berkembang menjadi lingkungan personal yang menyenangkan dan membantu, bukan mengganggu, sehingga pengguna merasa mendapat manfaat nyata dari AI.
Pesan utama dari Dave kepada para calon seniman adalah supaya mereka menggabungkan keterampilan mendalam dengan rasa ingin tahu terhadap teknologi baru, seperti AI. Dengan sikap terbuka dan kreatif, mereka dapat memanfaatkan AI sebagai alat pengembang bakat mereka. Sikap ini akan menjadi pembeda di tengah kemudahan akses menghasilkan konten pas-pasan secara otomatis.