Anthropic Tolak Akses Militer, Google dan OpenAI Dukung Hadapi Tekanan Pentagon
Courtesy of TechCrunch

Anthropic Tolak Akses Militer, Google dan OpenAI Dukung Hadapi Tekanan Pentagon

Menjelaskan konflik antara perusahaan AI Anthropic dan Departemen Perang AS terkait permintaan penggunaan AI untuk tujuan militer yang kontroversial, serta mendokumentasikan dukungan karyawan dari Google dan OpenAI untuk menolak penggunaan AI dalam pengawasan massal dan senjata otonom.

27 Feb 2026, 23.23 WIB
24 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Anthropic menolak penggunaan teknologi AI untuk pengawasan massal dan senjata otonom.
  • Dukungan dari karyawan Google dan OpenAI menunjukkan adanya solidaritas dalam industri teknologi terhadap etika penggunaan AI.
  • Ancaman dari Pentagon menunjukkan ketegangan antara kebutuhan keamanan nasional dan batasan etika dalam penggunaan teknologi.
Washington D.C., Amerika Serikat - Anthropic, perusahaan yang mengembangkan teknologi AI, sedang menghadapi tekanan dari Departemen Perang Amerika Serikat yang meminta akses tanpa batas ke teknologi mereka. Permintaan ini menimbulkan kekhawatiran besar karena militer berencana menggunakan AI untuk pengawasan massal dan senjata otonom, yang bertentangan dengan prinsip perusahaan tersebut.
Sebagai respon terhadap situasi ini, lebih dari 300 karyawan dari Google dan lebih dari 60 karyawan OpenAI menandatangani surat terbuka. Surat ini menyerukan perusahaan mereka agar mendukung Anthropic dan menolak permintaan militer yang dinilai berbahaya dan melanggar etika penggunaan teknologi AI.
CEO OpenAI, Sam Altman, secara informal menyatakan dirinya tidak setuju dengan ancaman militer menggunakan Undang-Undang Produksi Pertahanan terhadap perusahaan AI, sementara ilmuwan Google DeepMind, Jeff Dean, juga menyuarakan penentangan atas penggunaan AI untuk pengawasan massal yang berpotensi melanggar hak privasi dan kebebasan.
Meskipun militer saat ini sudah menggunakan AI dari beberapa perusahaan seperti ChatGPT, Grok, dan Gemini untuk tugas tak rahasia, mereka berupaya memperluas penggunaan teknologi tersebut ke ranah rahasia dan lebih sensitif. Anthropic menolak keras perluasan akses ini dan menegaskan tidak akan membiarkan teknologinya digunakan dalam mass surveillance maupun senjata otomatis.
Ketegangan antara kepentingan keamanan nasional dan etika teknologi ini menunjukkan tantangan berat di masa depan bagi industri AI. Ancaman militer menggunakan DPA atau label sebagai risiko rantai pasokan menunjukkan bahwa konflik ini bisa mengubah hubungan antara perusahaan teknologi dan pemerintah secara signifikan.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2026/02/27/employees-at-google-and-openai-support-anthropics-pentagon-stand-in-open-letter/

Analisis Ahli

Sam Altman
"Saya tidak percaya Pentagon harus mengancam penggunaan DPA terhadap perusahaan AI karena hal ini bisa berisiko bagi inovasi dan prinsip etis yang harus dijunjung tinggi."
Jeff Dean
"Pengawasan massal berdampak buruk terhadap kebebasan dan rentan disalahgunakan, oleh karena itu penggunaan AI untuk tujuan tersebut harus sangat dibatasi."

Analisis Kami

"Konflik ini mencerminkan dilema besar dalam pengembangan teknologi AI antara inovasi dan kontrol etis yang harus dijaga mati-matian. Sikap tegas Anthropic telah membuka ruang diskusi penting tentang bagaimana teknologi AI harus digunakan demi kesejahteraan sosial, bukan hanya kepentingan militer yang sering kali tidak transparan."

Prediksi Kami

Jika Anthropic tetap menolak, pemerintah kemungkinan akan melanjutkan langkah paksa melalui DPA, yang dapat memicu debat luas terkait batasan penggunaan teknologi AI dan memperkuat gerakan perusahaan teknologi untuk menolak akses militer yang tidak etis.

Pertanyaan Terkait

Q
Apa yang menjadi konflik utama antara Anthropic dan Departemen Pertahanan AS?
A
Konflik utama adalah permintaan militer untuk akses tanpa batas ke teknologi AI Anthropic, yang ditolak oleh perusahaan.
Q
Mengapa lebih dari 300 karyawan Google dan 60 karyawan OpenAI mendukung Anthropic?
A
Mereka mendukung Anthropic karena menolak penggunaan AI untuk pengawasan massal dan senjata otonom.
Q
Apa yang dikatakan CEO OpenAI, Sam Altman, tentang ancaman dari Pentagon?
A
Sam Altman menyatakan bahwa dia tidak berpikir Pentagon seharusnya mengancam perusahaan-perusahaan ini.
Q
Apa posisi Anthropic terkait penggunaan teknologi AI?
A
Anthropic menolak penggunaan teknologi mereka untuk pengawasan massal domestik dan senjata otonom.
Q
Apa yang bisa terjadi jika Anthropic tidak memenuhi permintaan militer?
A
Jika tidak memenuhi permintaan, Pentagon dapat menganggap Anthropic sebagai 'risiko rantai pasokan' atau menggunakan Defense Production Act untuk memaksa kepatuhan.