
Courtesy of Forbes
Anthropic Akuisisi Vercept Dorong AI Otonom untuk Kerja Komputer Kompleks
Menginformasikan tentang akuisisi Vercept oleh Anthropic yang bertujuan untuk mengembangkan AI dengan kemampuan interaksi komputer yang lebih canggih dan dapat bekerja secara otonom di lingkungan perangkat lunak bisnis nyata, meningkatkan efektivitas dan keandalan AI dalam tugas multi-langkah tanpa intervensi manusia yang terus-menerus.
27 Feb 2026, 01.54 WIB
250 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Akuisisi Vercept oleh Anthropic menunjukkan fokus pada pengembangan AI yang lebih otonom dan cerdas.
- Claude Sonnet 4.6 mampu melakukan tugas multi-langkah yang lebih kompleks dalam aplikasi nyata.
- Kesadaran situasional dan penglihatan adalah kunci untuk meningkatkan efektivitas AI dalam lingkungan perangkat lunak yang dinamis.
California, Amerika Serikat - Dalam dekade terakhir, AI lebih banyak berfokus pada interaksi berbasis teks yang membutuhkan peran aktif manusia untuk menjalankan tindakan berikutnya. Hal ini membatasi kemampuan AI untuk berperan dalam proses kerja yang lebih kompleks di mana persepsi visual dan interaksi langsung dengan aplikasi sangat penting.
Anthropic baru-baru ini mengumumkan akuisisi Vercept, sebuah perusahaan yang spesialis dalam membangun sistem persepsi dan kontrol AI yang bisa beroperasi langsung di aplikasi komputer yang sering digunakan manusia seperti CRM dan ERP. Akuisisi ini menandai perubahan strategi Anthropic menjadi lebih fokus pada pengembangan AI yang bisa bertindak secara otonom dan andal dalam lingkungan kerja nyata.
Claude, model AI utama Anthropic, sudah menunjukkan lompatan besar dalam kemampuannya dengan versi terbaru yaitu Claude Sonnet 4.6. Meski demikian, kemampuan AI ini masih kurang ketika harus menjalankan tugas multi-langkah di aplikasi nyata, karena keterbatasan dalam memahami konteks visual dan status aplikasi secara real-time.
Sebelumnya, metode AI mengandalkan screenshot untuk mengenali elemen UI yang membuat proses menjadi lambat dan rentan error. Vercept menawarkan solusi dengan memodelkan aplikasi secara berkelanjutan sehingga AI mampu memahami keadaan aplikasi seperti manusia yang tahu kapan jendela pemuatan, dialog baru muncul, atau proses tertunda.
Dengan menggunakan teknologi Vercept, Anthropic memperkuat posisinya dalam kompetisi global pengembangan AI otonom yang dapat diintegrasikan langsung dengan berbagai aplikasi perusahaan tanpa harus bergantung pada API terbatas, sambil memberikan kontrol keamanan dan kepatuhan yang vital untuk kepercayaan perusahaan.
Referensi:
[1] https://www.forbes.com/sites/ronschmelzer/2026/02/26/anthropic-buys-vercept-to-build-ai-that-can-use-computers-like-people/
[1] https://www.forbes.com/sites/ronschmelzer/2026/02/26/anthropic-buys-vercept-to-build-ai-that-can-use-computers-like-people/
Analisis Ahli
Yann LeCun
"Untuk menjadikan AI benar-benar mandiri dalam lingkungan dinamis, integrasi antara kemampuan reasoning dan pemahaman persepsi seperti yang dilakukan Anthropic adalah hal yang sangat krusial dan akan menjadi penentu kemajuan AI ke depannya."
Fei-Fei Li
"Persepsi visual dalam AI harus mampu menangani variabilitas dan ketidakpastian dari lingkungan dunia nyata, dan pendekatan Vercept dalam memodelkan struktur aplikasi secara berkelanjutan adalah langkah maju yang menjanjikan."
Analisis Kami
"Akuisisi Vercept adalah langkah strategis yang menunjukkan bahwa pengembangan AI yang hanya kuat dalam pemrosesan bahasa tidak cukup tanpa kemampuan persepsi visual dan pengelolaan konteks aplikasi secara real-time. Namun, tantangan utama masih ada pada penerapan skala besar yang konsisten dan aman dalam lingkungan bisnis yang beragam dan kompleks."
Prediksi Kami
AI otonom dengan kemampuan interaksi komputer penuh seperti Claude dengan teknologi Vercept akan menjadi standar baru di lingkungan bisnis, memungkinkan otomatisasi end-to-end yang handal dan aman, tetapi memerlukan regulasi kuat dan kontrol keamanan untuk mencegah kesalahan operasional besar.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa tujuan akuisisi Vercept oleh Anthropic?A
Tujuan akuisisi Vercept adalah untuk meningkatkan kemampuan AI dalam berinteraksi secara otonom dengan aplikasi perangkat lunak yang digunakan di dunia nyata.Q
Bagaimana Claude Sonnet 4.6 berbeda dari versi sebelumnya?A
Claude Sonnet 4.6 menunjukkan peningkatan signifikan dalam kemampuan untuk mengeksekusi tugas multi-langkah dibandingkan dengan versi sebelumnya.Q
Apa tantangan yang dihadapi AI dalam berinteraksi dengan perangkat lunak kompleks?A
Tantangan yang dihadapi AI dalam berinteraksi dengan perangkat lunak kompleks termasuk memahami antarmuka yang dinamis dan mengatasi kesalahan saat pengoperasian.Q
Mengapa penglihatan dan kesadaran situasional penting bagi AI?A
Penglihatan dan kesadaran situasional penting bagi AI agar dapat menavigasi antarmuka pengguna dengan akurat dan mengurangi risiko kesalahan.Q
Apa perbedaan antara automasi dan kecerdasan dalam konteks AI?A
Automasi berfokus pada pengulangan tugas yang sama secara efisien, sedangkan kecerdasan melibatkan kemampuan untuk memahami dan membuat keputusan dalam konteks yang lebih kompleks.

