
Investasi dunia untuk data center dijadwalkan mencapai 1,7 triliun dolar pada tahun 2030, dengan Microsoft, Amazon, Meta, dan Google menghabiskan 670 miliar dolar tahun ini saja. Skala ini bahkan lebih besar dari pembangunan rel kereta api di tahun 1850-an atau pendaratan di bulan pada 1960-an. Namun, di balik angka besar ini muncul kekhawatiran bahwa investasi tersebut berisiko berlebihan dan menciptakan gelembung ekonomi yang membuat para investor cemas.
Perusahaan teknologi raksasa menghabiskan lebih dari 100 juta dolar untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah, yang mungkin memperlambat regulasi AI. Hal ini menimbulkan ketegangan antara kebutuhan inovasi dan pengaturan yang ketat. Sementara itu, sebagian pengelola dana berpendapat perusahaan-perusahaan mengeluarkan dana terlalu banyak untuk pembaruan infrastruktur IT dan integrasi AI, yang memengaruhi nilai pasar perangkat lunak secara drastis.
Fenomena baru juga muncul dalam cara narasi dan opini pasar terbentuk. Kini, influenser pasar bisa bukan lagi analis tradisional, melainkan pengguna media sosial dan AI yang membuat konten dengan biaya sangat rendah. Richard Rumelt menyebut ini sebagai runtuhnya biaya persuasi, di mana otoritas dan narasi palsu bisa dengan mudah dibuat dan disebarkan, membingungkan publik dan investor.
Tidak hanya sektor bisnis yang mendapat dampak, budaya berpikir kritis di dalam perusahaan juga mulai terganggu karena semakin banyak penggunaan AI dalam penulisan dokumen penting. Misalnya, di Amazon yang mulai mendorong karyawan menggunakan AI untuk menulis, yang menghilangkan proses refleksi dan penalaran yang biasa terjadi lewat menulis secara manual. Ini memperlihatkan risiko kehilangan kemampuan berpikir kritis di era digital yang tergesa-gesa.
Meski begitu, cerita manusia dan sisi positif AI juga ada, misalnya cerita tentang robot AI ElliQ yang membantu warga lansia tetap tinggal di rumah mereka dengan memberi pertolongan sosial dan emosional. India menjadi contoh negara yang berusaha menyeimbangkan penggunaan AI dengan budaya dan nilai kemanusiaan agar teknologi bisa benar-benar melayani kesejahteraan semua orang dan bukan menggantikan manusia.