Pada tahun 2025, India menjadi pasar terbesar untuk unduhan aplikasi generatif kecerdasan buatan (AI) di seluruh dunia. Pertumbuhan unduhan aplikasi ini melonjak hingga 207 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan besar seperti OpenAI, Google, dan Perplexity menawarkan akses gratis yang diperpanjang untuk menarik banyak pengguna baru yang sangat sensitif terhadap harga di India, dengan tujuan memperkuat posisi mereka di pasar.
Meski pengguna semakin banyak mengunduh dan memakai aplikasi AI, pendapatan dari pembelian dalam aplikasi di India masih kecil, hanya menyumbang sekitar 1 persen dari total pendapatan global. Hal ini menunjukkan bahwa meski pertumbuhan penggunaan tinggi, upaya monetisasi di pasar ini masih menghadapi tantangan besar, terutama setelah sejumlah promosi gratis dihentikan mulai awal 2026.
ChatGPT masih menjadi aplikasi AI terpopuler dan penghasil pendapatan terbesar di India dengan sekitar 60 persen pangsa pasar, diikuti oleh aplikasi lain seperti Google Gemini dan Perplexity. Namun, setelah peluncuran akses gratis baru yang sangat murah, pendapatan ChatGPT di India justru turun signifikan pada akhir tahun 2025, menandakan pengaruh besar perubahan harga terhadap pasar.
Pengguna di India juga cenderung kurang aktif secara intens dibandingkan dengan di Amerika Serikat, dengan waktu dan sesi penggunaan per minggu yang lebih rendah. Meski begitu, promosi dan peluncuran aplikasi baru seperti DeepSeek, Grok, dan Meta AI telah membantu mempercepat adopsi AI, terutama dalam penggunaan alat bantu pembuatan dan pengeditan konten AI yang diminati pengguna muda di India.
Ke depannya, para perusahaan AI perlu menyesuaikan strategi harga dan menawarkan paket yang lebih sesuai dengan daya beli pasar India, seperti paket dengan harga lebih rendah, bundling dengan layanan telekomunikasi lokal, dan metode pembayaran mikro. Hal ini penting agar konversi pengguna gratis menjadi pelanggan berbayar bisa meningkat dan pasar AI di India dapat berkembang secara berkelanjutan.