
Courtesy of TechCrunch
Perdebatan Sengit Antara Anthropic dan Pentagon Soal Kontrol AI Militer
Menjelaskan perdebatan dan risiko terkait kontrol AI militer antara perusahaan penyedia teknologi dan pemerintah, serta dampaknya terhadap kebijakan penggunaan AI di masa depan.
28 Feb 2026, 02.11 WIB
219 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Pertarungan antara Anthropic dan Departemen Pertahanan mencerminkan ketegangan antara inovasi teknologi dan etika penggunaannya.
- Penggunaan AI dalam konteks militer memunculkan pertanyaan serius tentang keputusan otonom dan pengawasan massal.
- Keputusan tentang penggunaan teknologi AI dapat memiliki dampak besar pada keamanan nasional dan industri teknologi.
Washington, Amerika Serikat - Dalam dua minggu terakhir, terjadi bentrokan antara CEO Anthropic, Dario Amodei, dengan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, terkait penggunaan teknologi AI di militer. Anthropic menolak agar teknologi AI mereka digunakan untuk pengawasan massal warga Amerika atau untuk senjata otonom yang dapat melakukan serangan tanpa keterlibatan manusia. Sementara Pentagon ingin bisa menggunakan teknologi AI tersebut untuk semua keperluan yang dianggap sah tanpa batasan dari Anthropic.
Anthropic merasa teknologi AI saat ini belum cukup aman untuk dipakai dalam sistem senjata otonom tanpa pengawasan manusia karena risiko kesalahan identifikasi target dan eskalasi konflik. Selain itu, penggunaan AI untuk pengawasan juga bisa memicu kekhawatiran serius terkait privasi dan kebebasan warga Amerika. Ini menjadi persoalan unik karena perusahaan AI biasanya tidak punya kendali atas cara penggunaannya seperti kontraktor militer tradisional.
Sebaliknya, Pentagon menegaskan bahwa mereka harus dapat memakai teknologi dari Anthropic untuk semua keperluan yang sah dan tidak ingin dibatasi oleh kebijakan internal perusahaan. Jika Anthropic tidak setuju, Pentagon mengancam akan menyetop kerjasama dan menganggap perusahaan tersebut sebagai risiko terhadap rantai pasok militer. Menteri Hegseth bahkan sudah memberikan batas waktu kepada Anthropic untuk merespons permintaan ini.
Di tengah ancaman ini, perusahaan seperti OpenAI dan xAI menjadi sorotan sebagai alternatif pengembang AI untuk militer. xAI milik Elon Musk diperkirakan siap memberikan kendali penuh kepada militer tanpa batasan kebijakan internal, sementara OpenAI disebut kemungkinan akan memiliki kebijakan yang mirip dengan Anthropic.
Konflik ini menunjukkan ketegangan mendalam soal siapa yang berhak mengontrol dan menetapkan aturan penggunaan teknologi AI yang berpotensi sangat berbahaya. Keputusan dan langkah yang diambil dalam beberapa minggu ke depan akan menentukan bagaimana AI militer dikembangkan dan digunakan di masa depan, dengan implikasi besar bagi keamanan nasional dan etika teknologi.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2026/02/27/anthropic-vs-the-pentagon-whats-actually-at-stake/
[1] https://techcrunch.com/2026/02/27/anthropic-vs-the-pentagon-whats-actually-at-stake/
Analisis Ahli
Sachin Seth
"Label risiko rantai pasok bagi Anthropic bisa menghancurkan bisnis mereka, tetapi pemblokiran ini juga dapat mengakibatkan masalah keamanan nasional karena Pentagon harus menunggu 6-12 bulan agar perusahaan lain mengejar ketertinggalan teknologi."
Analisis Kami
"Perselisihan ini membuka babak penting dalam regulasi etika penggunaan AI di sektor militer yang selama ini belum jelas dan tumpang tindih. Tanpa kerjasama yang transparan dan pengawasan ketat, risiko kesalahan fatal yang mengakibatkan korban jiwa bisa meningkat drastis, dan hal ini bisa memicu ketidakpercayaan publik terhadap penggunaan AI di bidang pertahanan."
Prediksi Kami
Jika Anthropic dikeluarkan sebagai mitra Pentagon, pengembangan dan penggunaan AI militer akan bergeser ke perusahaan lain seperti xAI, yang kemungkinan akan memberikan kontrol penuh kepada militer atas teknologi AI tanpa batasan internal.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang menjadi inti dari konflik antara Dario Amodei dan Pete Hegseth?A
Konflik ini berfokus pada siapa yang mengontrol sistem AI canggih, antara perusahaan pengembang dan pemerintah militer.Q
Mengapa Anthropic menolak penggunaan model AI mereka untuk senjata otonom?A
Anthropic menolak penggunaan model AI untuk senjata otonom karena mereka percaya teknologi tersebut belum cukup aman untuk digunakan tanpa intervensi manusia.Q
Apa argumen yang diajukan Departemen Pertahanan mengenai penggunaan teknologi AI?A
Departemen Pertahanan berargumen bahwa mereka harus dapat menggunakan teknologi AI untuk segala tujuan yang sah dan tidak seharusnya dibatasi oleh kebijakan penyedia.Q
Apa risiko yang ditakutkan Anthropic terkait penggunaan teknologi AI oleh militer?A
Anthropic khawatir bahwa penggunaan teknologi AI oleh militer dapat mengakibatkan keputusan fatal yang diambil oleh sistem otonom tanpa pengawasan manusia.Q
Apa konsekuensi bagi Anthropic jika mereka dianggap sebagai risiko rantai pasokan?A
Jika dianggap sebagai risiko rantai pasokan, Anthropic mungkin dilarang untuk melakukan bisnis dengan pemerintah, yang bisa berdampak besar pada perusahaan.




