
Courtesy of TheVerge
Samsung dan Tantangan Besar Menghadapi AI dalam Foto dan Video
Mengungkap respons Samsung terhadap kontroversi penggunaan AI dalam pembuatan foto dan video, serta bagaimana perusahaan ini berusaha menyeimbangkan antara kreativitas pengguna dan keautentikan hasil karya, di tengah kekhawatiran terhadap kerusakan kepercayaan pada kenyataan visual.
28 Feb 2026, 01.54 WIB
290 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Samsung mengakui tantangan yang ditimbulkan oleh AI terhadap keaslian konten.
- Masalah keaslian foto dan video memerlukan dialog yang lebih luas di industri.
- Watermark pada konten AI masih diperdebatkan mengenai efektivitas dan penerimaannya oleh konsumen.
Seoul, Korea Selatan - Samsung, salah satu produsen smartphone terbesar di dunia, sedang menghadapi masalah serius terkait teknologi AI dalam pembuatan foto dan video. Konten yang dibuat AI semakin sulit dibedakan dari yang asli, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang keaslian dan kepercayaan pada foto serta video. Para eksekutif Samsung mengakui masalah ini, namun belum memiliki solusi yang kuat dan menyeluruh.
Dalam acara tanya jawab, Samsung menjelaskan bahwa mereka mencoba menyeimbangkan dua hal penting: memberikan kebebasan bagi pengguna untuk berkreasi dengan teknologi AI sekaligus menjaga keaslian konten agar tetap dapat dipercaya. Salah satu cara yang sudah dilakukan adalah menambahkan watermark pada konten yang dihasilkan oleh AI, meskipun watermark ini bisa dengan mudah dihapus oleh pengguna.
Para eksekutif Samsung menegaskan bahwa masalah ini sebenarnya harus diselesaikan secara bersama oleh seluruh industri teknologi smartphone, bukan hanya oleh satu perusahaan. Mereka berharap ada upaya bersama untuk menciptakan mekanisme yang bisa memastikan keaslian foto dan video di era digital yang semakin kompleks ini.
Samsung juga mengakui bahwa saat ini mereka masih belajar mencari cara terbaik untuk menggunakan AI dalam membuat konten iklan mereka sendiri. Mereka ingin transparan mengenai kapan sebuah konten dibuat menggunakan AI dan kapan tidak, demi menjaga kepercayaan konsumen dan bisnis mereka.
Meski beberapa eksekutif optimis bahwa pandangan masyarakat terhadap konten yang dibuat AI akan menjadi lebih positif di masa depan, masih ada kekhawatiran serius tentang dampak jangka panjang, terutama ketika AI mulai menggantikan pekerjaan manusia dan memudahkan penyebaran konten palsu. Oleh karena itu, pengembangan solusi bersama secara industri masih menjadi tuntutan penting.
Referensi:
[1] https://theverge.com/tech/885727/samsung-execs-unpacked-ai-deepfake-photos-vs-reality-c2pa
[1] https://theverge.com/tech/885727/samsung-execs-unpacked-ai-deepfake-photos-vs-reality-c2pa
Analisis Ahli
Dr. Kate Crawford
"Perusahaan teknologi harus berperan aktif dalam mengelola dampak sosial AI, tidak hanya menyerahkan pada regulasi industri agar inovasi teknologi tidak berakhir merusak."
Jonathan Frankle
"Watermarking dan metadata hanyalah solusi parsial; sistem verifikasi dan transparansi berbasis AI harus dikembangkan dan diadopsi secara luas segera."
Analisis Kami
"Samsung menunjukkan sikap yang agak pasif dan pragmatis, lebih mementingkan kebebasan kreatif daripada mengambil langkah radikal untuk menanggulangi penyebaran konten AI yang menyesatkan. Tanpa kebijakan dan teknologi yang lebih kuat sebagai standar industri, masalah keaslian digital hanya akan memburuk dan berpotensi merusak reputasi merek secara jangka panjang."
Prediksi Kami
Jika tidak ada tindakan tegas yang diambil oleh seluruh industri, penggunaan AI yang tidak terkendali dapat memperparah hilangnya kepercayaan terhadap bukti visual dan memicu kerusakan sosial yang lebih luas terkait penyebaran informasi palsu dan pengangguran di sektor kreatif.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa pendapat Samsung mengenai dampak AI pada keaslian foto dan video?A
Samsung mengakui bahwa dampak AI pada keaslian foto dan video adalah masalah yang perlu diatasi dan menginginkan solusi.Q
Apa solusi yang diusulkan Samsung untuk masalah keaslian konten AI?A
Samsung mengusulkan bahwa harus ada mekanisme untuk membantu orang memvalidasi konten yang dihasilkan oleh AI, seperti watermark.Q
Bagaimana Samsung menanggapi kekhawatiran konsumen mengenai watermark pada konten AI?A
Samsung menjelaskan bahwa watermark ditambahkan untuk mengatasi kekhawatiran konsumen tentang keaslian, tetapi ada kemungkinan untuk menghapus watermark jika diinginkan.Q
Apa peran C2PA dalam konteks konten yang dihasilkan oleh AI?A
C2PA adalah alat yang dirancang untuk membantu mengidentifikasi konten yang dihasilkan oleh AI, meskipun dianggap tidak terlalu efektif.Q
Apa yang dikatakan Drew Blackard tentang keseimbangan antara kebutuhan konsumen dan keaslian konten?A
Drew Blackard menyatakan bahwa penting untuk menemukan keseimbangan antara keinginan konsumen dan masalah keaslian konten yang dihasilkan oleh AI.




