Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Humanoids go mainstream as China’s robotics champions appear at CCTV spectacle

Share

Kelompok ini terlibat dalam pengembangan robot humanoid dan mempromosikan teknologi robotika di China.

16 Feb 2026, 18.51 WIB

Fractal Analytics, Perusahaan AI Pertama India, Alami Penurunan Harga Saat IPO

Fractal Analytics, Perusahaan AI Pertama India, Alami Penurunan Harga Saat IPO
Fractal Analytics, perusahaan AI pertama di India yang melakukan penawaran umum perdana (IPO), mengalami penurunan harga saham pada hari pertama perdagangan di bursa. Sahamnya dibuka di harga 876 rupee per saham, lebih rendah dari harga penawaran awal 900 rupee, dan akhirnya ditutup di 873,70 rupee. Ini menandai penilaian pasar sekitar 148,1 miliar rupee ehk sekitar 1,6 miliar dolar AS. Meskipun demikian, Fractal sebelumnya sempat mencapai valuasi yang jauh lebih tinggi di pasar swasta, yakni sekitar 2,4 miliar dolar AS pada Juli 2025. Perusahaan ini berhasil menjadi unicorn AI pertama di India pada Januari 2022 setelah mendapatkan investasi sebesar 360 juta dolar AS dari TPG. Hal ini menunjukkan perkembangan pesat bisnisnya dalam beberapa tahun terakhir. Fractal memfokuskan bisnisnya pada penjualan perangkat lunak AI dan analitik data kepada perusahaan besar di sektor keuangan, ritel, dan kesehatan. Sebagian besar pendapatan berasal dari pasar luar negeri, seperti Amerika Serikat. Sejak 2022, Fractal bertransformasi dari perusahaan analitik data tradisional menjadi perusahaan AI. Perusahaan mencatat pendapatan operasional sebesar 27,65 miliar rupee atau sekitar 304,8 juta dolar AS pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2025, naik 26% dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, perusahaan berbalik dari kerugian bersih 547 juta rupee menjadi laba bersih 2,21 miliar rupee atau 24,3 juta dolar AS pada periode yang sama. Fractal berencana menggunakan dana hasil IPO untuk membayar utang anak perusahaannya di AS, investasi riset dan pengembangan, pemasaran, ekspansi infrastruktur kantor di India, serta возможные akuisisi. IPO ini dilakukan dengan ukuran yang disesuaikan turun lebih dari 40% dari rencana awal karena kondisi pasar yang kurang stabil.
16 Feb 2026, 07.00 WIB

Uni Eropa Batasi Riset China Karena Risiko Pencurian Teknologi Sensitif

Uni Eropa Batasi Riset China Karena Risiko Pencurian Teknologi Sensitif
Uni Eropa baru-baru ini melarang organisasi riset yang berbasis di China untuk ikut serta dalam sebagian besar proyek yang didanai oleh Horizon Europe, program pendanaan riset dengan anggaran sebesar €93,5 miliar. Larangan ini diberlakukan karena kekhawatiran akan keamanan dan perlindungan hak kekayaan intelektual di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Eropa dan China. Larangan tersebut khusus ditujukan pada riset di bidang kecerdasan buatan, teknologi telekomunikasi seperti 5G, kesehatan, semikonduktor, bioteknologi, serta teknologi kuantum. Selain itu, universitas yang tergabung dalam kelompok Seven Sons of National Defence yang terkait dengan militer China juga dilarang mengikuti semua pendanaan Horizon Europe. Meskipun begitu, organisasi riset China masih diperbolehkan berpartisipasi dalam proyek yang berhubungan dengan perubahan iklim, keanekaragaman hayati, pangan, dan pertanian. Hal ini menunjukkan adanya upaya dari Uni Eropa untuk tetap membuka ruang kerja sama di bidang yang dianggap relatif kurang sensitif. Uni Eropa dan China telah melakukan negosiasi sejak 2019 untuk membahas cara kerja sama riset yang lebih aman dengan perlindungan hak kekayaan intelektual yang ketat. Namun, hingga kini negosiasi tersebut belum mencapai kesepakatan yang dapat mengakomodasi kepentingan kedua pihak secara seimbang. Para pengamat dan ahli menilai bahwa kekhawatiran Uni Eropa soal pencurian IP adalah hal yang valid, tapi pendekatan pembatasan yang diterapkan mungkin kurang tepat sasaran dan berpotensi menghambat kolaborasi ilmiah yang bermanfaat. Mereka menyarankan adanya evaluasi yang lebih terperinci dalam menentukan dukungan riset lintas negara.
14 Feb 2026, 20.00 WIB

Panduan Lengkap Memulai Hidup Teknologi Bebas dari Big Tech Besar

Panduan Lengkap Memulai Hidup Teknologi Bebas dari Big Tech Besar
Installer edisi kali ini membahas berbagai tema menarik di dunia teknologi, mulai dari layanan alternatif untuk menghindari Big Tech, hingga perangkat baru dan tren terbaru di AI dan hiburan digital. Artikel ini juga memberikan rekomendasi berbagai produk dan aplikasi yang bisa menjadi pilihan bagi mereka yang ingin lebih mengontrol data dan privasi mereka dalam kehidupan digital. Salah satu fokus utama adalah pada empat layanan utama yang menjadi andalan bagi orang-orang yang beralih dari Google dan Apple: Proton untuk email dan dokumen, Signal untuk komunikasi, Nextcloud untuk penyimpanan dan opsi self-host, serta Home Assistant untuk rumah pintar dengan kontrol penuh. Rekomendasi ini muncul dari pengalaman dan masukan komunitas pengguna yang mulai mencari alternatif. Selain perangkat lunak, pembaca juga diperkenalkan dengan beberapa gadget favorit komunitas Installer, seperti jam tangan pintar Garmin yang populer sebagai alternatif Apple Watch, serta telepon flip Sunbeam F1 yang digemari para pengguna yang ingin mengurangi ketergantungan pada smartphone. Tidak ketinggalan, ada pula game dan aplikasi AI terbaru yang ramai dibicarakan. Untuk mendapatkan insight lebih dalam, Installer mewawancarai Paris Marx, seorang kritikus teknologi dan podcaster yang selama bertahun-tahun menjalani perjalanan bebas Big Tech. Ia berbagi bagaimana pengaturan perangkat dan aplikasi sehari-hari yang dipilihnya membantu mengurangi ketergantungan sekaligus menjaga produktivitas dan hiburannya. Pada bagian akhir, komunitas Installer turut membagikan rekomendasi mereka, mulai dari koleksi musik kolektif, game handheld menarik, alat AI untuk dikte suara, hingga aplikasi berita visual dan multimedia yang inovatif. Secara keseluruhan, Installer memberikan gambaran lengkap dan inspirasi bagi siapa saja yang ingin mulai memetakan pengalaman digital yang lebih pribadi dan mandiri.
11 Feb 2026, 21.00 WIB

Halide Process Zero Versi 2: Membawa Foto iPhone Lebih Dekat ke Hasil Kamera Profesional

Halide Process Zero Versi 2: Membawa Foto iPhone Lebih Dekat ke Hasil Kamera Profesional
Banyak pengguna iPhone yang memilih memotret dalam format RAW agar bisa melakukan pengeditan foto secara lebih leluasa di perangkat lain seperti MacBook dengan aplikasi Lightroom. Namun, foto iPhone yang memiliki pemrosesan HDR dan metadata tambahan kadang sulit diolah dengan benar di software profesional, sehingga hasil editannya tampak berbeda dan tidak memuaskan. Untuk menjawab masalah ini, aplikasi Halide meluncurkan mode Process Zero yang menghilangkan pengolahan gambar berlebihan yang biasa diterapkan oleh iPhone. Dengan cara ini, foto terlihat lebih alami, bayangan lebih dalam, dan tajam secara pas tanpa efek pemrosesan yang mengganggu. Pada versi kedua, Halide menambahkan fitur penting seperti dukungan HDR yang mampu membuat bagian paling terang dalam foto muncul lebih menonjol tanpa membuat foto tampak datar atau berlebihan. Selain itu, tersedia juga opsi memotret dengan format RAW Apple untuk hasil foto yang lebih kaya data dan mudah diedit secara profesional. Fitur lain yang menarik adalah Tone Fusion yang membantu pengguna mengatur pencahayaan dan kontras bayangan dengan kontrol penuh tanpa hasil yang berlebihan. Hal ini memberikan pengalaman fotografi menggunakan iPhone yang terasa lebih profesional dan menyenangkan. Pengalaman menggunakan Process Zero membuat pengguna merasa lebih seperti seorang fotografer sejati, memotivasi mereka untuk mengeksplorasi dunia fotografi dengan ponsel mereka dan menghasilkan foto yang memukau tanpa harus bergantung pada kamera profesional atau pengeditan rumit di kemudian hari.
Sebelumnya

Baca Juga

  • Lompatan Teknologi Global

  • Dari Reaktor ke Ramadan

  • Jejak Teknologi Masa Depan

  • Robot humanoid tampilkan kung fu mabuk dengan nunchaku di Gala Musim Semi China

  • Gelombang Teknologi Pintar

  • Dinamika AI Global 2026

  • Humanoids go mainstream as China’s robotics champions appear at CCTV spectacle

  • Sorotan Inovasi Global: Sains & Teknologi

  • Frontier Otomasi & AI

  • AI menciptakan hewan buatan yang seiring waktu mengembangkan penglihatan yang berfungsi tanpa instruksi