
Courtesy of NatureMagazine
Uni Eropa Batasi Riset China Karena Risiko Pencurian Teknologi Sensitif
Mencegah transfer teknologi sensitif dan pencurian hak kekayaan intelektual dari Uni Eropa ke China yang dapat membahayakan keamanan regional dan menjaga integritas riset melalui program Horizon Europe.
16 Feb 2026, 07.00 WIB
229 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Uni Eropa memberlakukan pembatasan bagi organisasi penelitian Tiongkok dalam program Horizon Europe untuk melindungi kekayaan intelektual.
- Kekhawatiran mengenai transfer teknologi dan kolaborasi dengan institusi yang berhubungan dengan militer Tiongkok menjadi fokus utama Uni Eropa.
- Ada potensi dampak negatif terhadap kerjasama riset internasional akibat kebijakan ini, terutama dalam bidang inovasi dan teknologi.
Brussels, Belgia - Uni Eropa baru-baru ini melarang organisasi riset yang berbasis di China untuk ikut serta dalam sebagian besar proyek yang didanai oleh Horizon Europe, program pendanaan riset dengan anggaran sebesar €93,5 miliar. Larangan ini diberlakukan karena kekhawatiran akan keamanan dan perlindungan hak kekayaan intelektual di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Eropa dan China.
Larangan tersebut khusus ditujukan pada riset di bidang kecerdasan buatan, teknologi telekomunikasi seperti 5G, kesehatan, semikonduktor, bioteknologi, serta teknologi kuantum. Selain itu, universitas yang tergabung dalam kelompok Seven Sons of National Defence yang terkait dengan militer China juga dilarang mengikuti semua pendanaan Horizon Europe.
Meskipun begitu, organisasi riset China masih diperbolehkan berpartisipasi dalam proyek yang berhubungan dengan perubahan iklim, keanekaragaman hayati, pangan, dan pertanian. Hal ini menunjukkan adanya upaya dari Uni Eropa untuk tetap membuka ruang kerja sama di bidang yang dianggap relatif kurang sensitif.
Uni Eropa dan China telah melakukan negosiasi sejak 2019 untuk membahas cara kerja sama riset yang lebih aman dengan perlindungan hak kekayaan intelektual yang ketat. Namun, hingga kini negosiasi tersebut belum mencapai kesepakatan yang dapat mengakomodasi kepentingan kedua pihak secara seimbang.
Para pengamat dan ahli menilai bahwa kekhawatiran Uni Eropa soal pencurian IP adalah hal yang valid, tapi pendekatan pembatasan yang diterapkan mungkin kurang tepat sasaran dan berpotensi menghambat kolaborasi ilmiah yang bermanfaat. Mereka menyarankan adanya evaluasi yang lebih terperinci dalam menentukan dukungan riset lintas negara.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00435-w
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00435-w
Analisis Ahli
Beatrice Plazzotta
"Menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap siapa yang diajak bekerja sama dalam riset karena kondisi ekonomi dan geopolitik saat ini yang menantang."
Joy Zhang
"Menganggap pembatasan tersebut benar dari sisi kekhawatiran IP, tapi salah sasaran karena lebih banyak pencurian terjadi di sektor komersial daripada riset akademis."
Analisis Kami
"Langkah pembatasan Uni Eropa terhadap riset China memang perlu untuk melindungi inovasi dan keamanan regional, tapi terlalu generalisasi dan dapat menghambat kolaborasi ilmiah yang konstruktif. Uni Eropa perlu mengembangkan sistem evaluasi kasus per kasus agar tidak salah sasaran kepada peneliti yang berintegritas dan mendukung kemajuan bersama."
Prediksi Kami
Pembatasan ini kemungkinan akan memperdalam ketegangan teknologi antara Uni Eropa dan China, serta mendorong Uni Eropa untuk memperketat mekanisme perlindungan IP dan keamanan siber di masa depan.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang terjadi dengan organisasi penelitian Tiongkok terkait Horizon Europe?A
Organisasi penelitian yang berbasis di atau dikendalikan oleh Tiongkok tidak dapat mengajukan hibah untuk proyek-proyek tertentu dalam Horizon Europe.Q
Mengapa Uni Eropa membatasi partisipasi organisasi Tiongkok?A
Uni Eropa khawatir tentang berbagi teknologi sensitif dengan Tiongkok yang dapat membahayakan keamanan regional.Q
Apa saja bidang penelitian yang masih dapat diakses oleh organisasi Tiongkok?A
Organisasi Tiongkok masih dapat mengajukan atau berpartisipasi dalam proyek penelitian yang berkaitan dengan perubahan iklim, keanekaragaman hayati, makanan, dan pertanian.Q
Siapa Beatrice Plazzotta dan apa perannya dalam Horizon Europe?A
Beatrice Plazzotta adalah analis bisnis untuk Komisi Eropa yang menjelaskan kekhawatiran Uni Eropa terkait kolaborasi dengan Tiongkok.Q
Apa itu strategi Made in China 2025 dan mengapa ini menjadi perhatian Uni Eropa?A
Made in China 2025 adalah kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan teknologi dan manufaktur di Tiongkok dan menjadi perhatian karena dapat menyebabkan transfer IP yang tidak diinginkan.




