AI summary
Uni Eropa memberlakukan pembatasan bagi organisasi penelitian Tiongkok dalam program Horizon Europe untuk melindungi kekayaan intelektual. Kekhawatiran mengenai transfer teknologi dan kolaborasi dengan institusi yang berhubungan dengan militer Tiongkok menjadi fokus utama Uni Eropa. Ada potensi dampak negatif terhadap kerjasama riset internasional akibat kebijakan ini, terutama dalam bidang inovasi dan teknologi. Uni Eropa baru-baru ini melarang organisasi riset yang berbasis di China untuk ikut serta dalam sebagian besar proyek yang didanai oleh Horizon Europe, program pendanaan riset dengan anggaran sebesar €93,5 miliar. Larangan ini diberlakukan karena kekhawatiran akan keamanan dan perlindungan hak kekayaan intelektual di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Eropa dan China.Larangan tersebut khusus ditujukan pada riset di bidang kecerdasan buatan, teknologi telekomunikasi seperti 5G, kesehatan, semikonduktor, bioteknologi, serta teknologi kuantum. Selain itu, universitas yang tergabung dalam kelompok Seven Sons of National Defence yang terkait dengan militer China juga dilarang mengikuti semua pendanaan Horizon Europe.Meskipun begitu, organisasi riset China masih diperbolehkan berpartisipasi dalam proyek yang berhubungan dengan perubahan iklim, keanekaragaman hayati, pangan, dan pertanian. Hal ini menunjukkan adanya upaya dari Uni Eropa untuk tetap membuka ruang kerja sama di bidang yang dianggap relatif kurang sensitif.Uni Eropa dan China telah melakukan negosiasi sejak 2019 untuk membahas cara kerja sama riset yang lebih aman dengan perlindungan hak kekayaan intelektual yang ketat. Namun, hingga kini negosiasi tersebut belum mencapai kesepakatan yang dapat mengakomodasi kepentingan kedua pihak secara seimbang.Para pengamat dan ahli menilai bahwa kekhawatiran Uni Eropa soal pencurian IP adalah hal yang valid, tapi pendekatan pembatasan yang diterapkan mungkin kurang tepat sasaran dan berpotensi menghambat kolaborasi ilmiah yang bermanfaat. Mereka menyarankan adanya evaluasi yang lebih terperinci dalam menentukan dukungan riset lintas negara.
Langkah pembatasan Uni Eropa terhadap riset China memang perlu untuk melindungi inovasi dan keamanan regional, tapi terlalu generalisasi dan dapat menghambat kolaborasi ilmiah yang konstruktif. Uni Eropa perlu mengembangkan sistem evaluasi kasus per kasus agar tidak salah sasaran kepada peneliti yang berintegritas dan mendukung kemajuan bersama.