Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Lomba Inovasi Teknologi Global

Share

Kumpulan artikel ini membahas persaingan dan inovasi teknologi global: mulai dari lonjakan kekuatan Tiongkok dalam AI dan robotika, peluncuran ponsel mutakhir Galaxy S26, kesenjangan dalam pengembangan obat, hingga langkah-langkah strategis perusahaan seperti Alibaba, Kana, dan iRobot di ranah kecerdasan buatan, marketing, dan data pengguna.

16 Feb 2026, 16.36 WIB

Alibaba Luncurkan Qwen-3.5, Model AI Canggih dengan Kapasitas Besar dan Bobot Terbuka

Alibaba Luncurkan Qwen-3.5, Model AI Canggih dengan Kapasitas Besar dan Bobot Terbuka
Alibaba Cloud baru saja meluncurkan model kecerdasan buatan terbaru mereka bernama Qwen-3.5 yang memiliki kemampuan untuk menerima berbagai mode input sekaligus, seperti teks dan gambar. Hal ini menunjukkan kemajuan besar Alibaba dalam mengembangkan teknologi AI yang semakin canggih dan serbaguna. Model ini hadir dalam dua versi utama, yaitu Qwen-3.5 Plus yang mencapai performa setara dengan model AI terdepan saat ini di dunia, serta versi open-source dengan 397 miliar parameter yang tersedia untuk publik agar dapat digunakan dan dikembangkan lebih lanjut secara terbuka. Salah satu keunggulan utama Qwen-3.5 adalah ukuran konteks jendela yang sangat besar, yaitu hingga 1 juta token untuk versi Plus dan 256.000 token untuk versi open-source. Ini memungkinkan model untuk memproses lebih banyak informasi sekaligus, meningkatkan hasil dan kecanggihannya. Langkah ini merupakan bagian dari ambisi Alibaba untuk menjadi pemain kunci dalam persaingan teknologi AI global antara China dan Amerika Serikat. Peluncuran ini juga meningkatkan peluang kolaborasi dan inovasi lebih luas dalam komunitas AI internasional. Dengan adanya Qwen-3.5, diharapkan aplikasi dan layanan AI di masa depan bisa lebih kuat, efisien, dan mampu menangani beragam tugas kompleks dengan lebih baik, mempercepat adopsi AI di berbagai sektor industri secara global.
13 Feb 2026, 23.20 WIB

iRobot Bentuk Anak Perusahaan AS untuk Lindungi Data Konsumen dari Pemilik China

iRobot Bentuk Anak Perusahaan AS untuk Lindungi Data Konsumen dari Pemilik China
iRobot, perusahaan yang terkenal dengan robot penyedot debu Roomba, baru-baru ini mengajukan kebangkrutan dan kemudian dibeli oleh Picea Robotics, sebuah perusahaan berbasis di China. Meskipun dimiliki oleh perusahaan asing, iRobot berusaha untuk menjaga kepercayaan konsumen AS dengan menjaga keamanan data mereka. Untuk melindungi data pelanggan di Amerika Serikat, iRobot membentuk anak perusahaan baru bernama iRobot Safe yang sepenuhnya berbasis di AS. Anak perusahaan ini bertanggung jawab atas pengelolaan dan perlindungan data konsumen supaya tetap terpisah dari kontrol pemilik asing. iRobot Safe akan memiliki struktur manajemen independen, termasuk dewan direksi, CEO, dan petugas keamanan data yang berbasis di Amerika Serikat. Hal ini dimaksudkan agar pengelolaan data tetap transparan dan sesuai dengan standar keamanan AS. Langkah iRobot ini mirip dengan kesepakatan yang dilakukan oleh TikTok pada bulan sebelumnya, yang juga berusaha memisahkan pengelolaan data konsumen dari entitas asing agar memenuhi regulasi dan kekhawatiran keamanan nasional di AS. Dengan adanya iRobot Safe, pengguna robot Roomba di AS diharapkan dapat terus menggunakan produk mereka seperti biasa tanpa khawatir data pribadi mereka disalahgunakan oleh pemilik baru yang berbasis di China. Ini memberikan solusi jangka panjang untuk masalah keamanan data dalam konteks akuisisi perusahaan teknologi asing.
Sebelumnya

Baca Juga

  • Frontier Teknologi Terkini

  • Semua berita penting dari KTT Dampak AI India yang sedang berlangsung

  • Google adds music-generation capabilities to the Gemini app

  • Revolusi AI Chip 2026

  • Inovasi Teknologi Terdepan

  • Tekno-Bisnis Nusantara

  • Revolusi Tekno-Bisnis 2026

  • Era Robotika dan Energi Bersih

  • Panorama Sains & Teknologi

  • Spektrum AI Terobosan