
Courtesy of CNBCIndonesia
Inggris Siapkan Aturan Baru Batasi Anak di Bawah 16 Tahun Pakai Media Sosial
Menginformasikan rencana Inggris untuk memberlakukan aturan pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah 16 tahun demi melindungi perkembangan anak dari dampak negatif teknologi, serta membandingkannya dengan regulasi yang sudah ada di Indonesia dan Australia.
02 Mar 2026, 19.45 WIB
128 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Inggris akan melakukan konsultasi mengenai pembatasan usia penggunaan media sosial untuk anak.
- Indonesia telah menerapkan peraturan mengenai penggunaan media sosial bagi anak dengan klasifikasi usia.
- Australia menjadi negara pertama yang melarang total penggunaan media sosial untuk anak di bawah 16 tahun.
Jakarta, Indonesia - Inggris berencana menetapkan pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun dan akan melakukan konsultasi kepada orang tua dan anak selama tiga bulan. Konsultasi akan membahas pembatasan usia, fitur adiktif, jam malam penggunaan, dan interaksi pada game serta chatbot AI.
Langkah ini sejalan dengan aturan di Indonesia yang telah meluncurkan PP Tunas tahun 2025 dengan pembatasan akses bagi usia 13-18 tahun atas izin orang tua. Sementara Australia sudah menerapkan larangan total bagi anak di bawah 16 tahun menggunakan media sosial sejak Desember 2025.
Aturan baru ini penting untuk melindungi perkembangan anak dari dampak negatif teknologi. Inggris juga menyiapkan aturan ketat bagi perusahaan teknologi terkait penghapusan gambar tanpa izin sebagai bagian dari perlindungan data dan privasi pengguna.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260302161724-37-715293/inggris-mau-terapkan-aturan-ri-minta-masukan-langsung-ke-warga
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260302161724-37-715293/inggris-mau-terapkan-aturan-ri-minta-masukan-langsung-ke-warga
Analisis Ahli
Dr. Susan Greenfield (Neuroscientist)
"Pembatasan waktu layar dan fitur adiktif penting untuk menghindari masalah kesehatan mental pada anak. Kebijakan seperti jam malam digital bisa membantu membangun kebiasaan sehat yang berkelanjutan."
Prof. Andrew Przybylski (Psikolog Digital)
"Intervensi regulasi harus seimbang agar tidak menimbulkan resistensi pada anak-anak. Keterlibatan orang tua dalam penggunaan media sosial adalah kunci utama keberhasilan pembatasan ini."
Analisis Kami
"Langkah yang diambil Inggris, Indonesia, dan Australia menunjukkan keprihatinan global terhadap dampak negatif penggunaan media sosial pada anak-anak yang semakin masif. Meskipun peraturan tersebut penting, pelaksanaannya harus diimbangi dengan edukasi dan pendekatan yang humanis agar anak tidak merasa dibatasi secara keras tetapi mendapatkan perlindungan yang efektif."
Prediksi Kami
Pembatasan dan pengawasan terhadap penggunaan media sosial bagi anak-anak akan menjadi tren global yang diperkuat, memaksa perusahaan teknologi dan orang tua untuk lebih aktif dalam mengatur akses anak terhadap platform digital demi menjamin kesehatan mental dan perkembangan yang sehat.


