
Courtesy of SCMP
Kontroversi Seedance 2.0: ByteDance Dikecam Karena Pelanggaran Hak Cipta AI
Artikel ini bertujuan menginformasikan kontroversi yang timbul akibat dugaan pelanggaran hak cipta oleh alat generasi video AI Seedance 2.0 milik ByteDance, dan upaya perusahaan memperkuat perlindungan terhadap penggunaan tak sah konten IP, sehingga penting bagi pembaca untuk memahami konflik hukum dan etika di balik teknologi AI ini.
15 Feb 2026, 18.04 WIB
205 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Seedance 2.0 menghadapi kritik besar terkait pelanggaran hak cipta.
- Disney dan SAG-AFTRA mengambil tindakan hukum terhadap ByteDance.
- ByteDance berkomitmen untuk memperkuat perlindungan hak kekayaan intelektual.
Beijing, China - Perusahaan teknologi asal China, ByteDance, yang juga pemilik TikTok, sedang menghadapi kritik internasional terkait alat video generatif terbarunya yang bernama Seedance 2.0. Alat ini dikabarkan menggunakan konten berhak cipta dari Hollywood dan Disney untuk melatih kecerdasan buatannya, sehingga bisa menghasilkan video dengan karakter dan wajah selebritas tanpa izin.
Disney secara resmi mengirim surat peringatan agar ByteDance menghentikan penggunaan karakter-karakter mereka, terutama dari waralaba populer Marvel dan Star Wars. Protes ini juga datang dari berbagai pihak lain, seperti serikat pekerja artis SAG-AFTRA dan Motion Picture Association, yang menilai alat ini melakukan pelanggaran yang terang-terangan terhadap hak kekayaan intelektual.
Menanggapi kontroversi, pihak ByteDance menyatakan mereka menghormati hak cipta dan sedang berupaya memperkuat sistem pengamanan di alat mereka untuk mencegah penggunaan konten dan identitas secara tidak sah oleh para pengguna. Namun, tantangannya cukup besar mengingat banyaknya video yang sudah viral di internet.
Kasus ini bukanlah yang pertama, karena perusahaan besar lain seperti Google juga menerima surat peringatan serupa dari Disney pada akhir tahun sebelumnya, yang membuat Google membatasi akses untuk pembuatan video dengan karakter Disney di layanan AI mereka. Hal ini menandakan meningkatnya perhatian dan tekanan untuk menghormati hak cipta dalam dunia teknologi AI.
Kontroversi ini membuka diskusi penting mengenai bagaimana teknologi kecerdasan buatan dapat berkembang tanpa mengorbankan hak kekayaan intelektual dan kreativitas manusia. Ini juga menjadi peringatan bagi para pengembang teknologi untuk mengadopsi pendekatan yang lebih bertanggung jawab dan memastikan legalitas serta etika dalam penggunaan data pelatihan mereka.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/tech/big-tech/article/3343626/bytedance-ai-video-tool-seedance-accused-disney-copyright-smash-and-grab?module=top_story&pgtype=section
[1] https://www.scmp.com/tech/big-tech/article/3343626/bytedance-ai-video-tool-seedance-accused-disney-copyright-smash-and-grab?module=top_story&pgtype=section
Analisis Ahli
Charles Rivkin
"Penggunaan teknologi generatif harus diawasi ketat agar tidak merusak ekosistem kreatif dengan melindungi hak kekayaan intelektual yang sah."
Analisis Kami
"Seedance 2.0 menunjukkan bagaimana teknologi AI masih berjuang menyeimbangkan inovasi dengan kepatuhan hukum terkait hak cipta. Jika ByteDance tidak segera menetapkan regulasi internal yang ketat, situasi ini bisa memperburuk reputasi mereka dan memicu gugatan hukum internasional yang merugikan."
Prediksi Kami
Dalam waktu dekat, akan terjadi peningkatan pengawasan hukum dan regulasi terhadap penggunaan data dan konten berhak cipta dalam pengembangan teknologi AI generatif, khususnya pada perusahaan-perusahaan teknologi besar di dunia.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang menjadi kontroversi utama terkait dengan Seedance 2.0?A
Kontroversi utama terkait dengan Seedance 2.0 adalah dugaan pelanggaran hak cipta, karena alat ini dapat menghasilkan video dari karakter yang dilindungi hak cipta.Q
Mengapa Disney mengeluarkan surat perintah penghentian untuk ByteDance?A
Disney mengeluarkan surat perintah penghentian karena merasa ByteDance telah melakukan 'perampokan virtual' terhadap hak kekayaan intelektual Disney.Q
Apa yang dikatakan SAG-AFTRA tentang model Seedance 2.0?A
SAG-AFTRA menyebut model Seedance 2.0 sebagai 'pelanggaran yang jelas' terhadap hak cipta.Q
Apa langkah yang diambil ByteDance setelah menerima kritik?A
ByteDance menyatakan bahwa mereka menghormati hak kekayaan intelektual dan sedang mengambil langkah untuk memperkuat perlindungan terhadap penggunaan yang tidak sah.Q
Siapa Charles Rivkin dan apa tanggapannya terhadap Seedance 2.0?A
Charles Rivkin adalah CEO Motion Picture Association yang meminta ByteDance untuk segera menghentikan aktivitas yang dianggap melanggar.



