
Courtesy of SCMP
Kontroversi Seedance 2.0 ByteDance: Pelanggaran Hak Cipta dan Tanggapan Dunia
Menginformasikan tentang kontroversi yang melibatkan ByteDance dan pelanggaran hak cipta terkait model AI video baru mereka, sekaligus menunjukkan reaksi dan tindakan hukum dari berbagai pihak
15 Feb 2026, 16.10 WIB
16 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- ByteDance menghadapi tuduhan pelanggaran hak cipta terkait model AI mereka.
- Disney dan SAG-AFTRA mengkritik penggunaan karakter berhak cipta dalam video yang dihasilkan AI.
- Pemerintah Jepang juga terlibat dalam penyelidikan terhadap ByteDance terkait masalah hak cipta.
Beijing, China - ByteDance baru-baru ini merilis model video generasi terbaru bernama Seedance 2.0 yang mengesankan banyak orang dengan kemampuannya menghasilkan video realistis dengan cepat. Namun, kemampuan ini menimbulkan kecemasan karena Seedance 2.0 diduga menggunakan konten berhak cipta tanpa izin untuk melatih modelnya. Video karakter terkenal dari Hollywood, Disney, dan komik mulai tersebar luas, memicu kritik tajam.
Disney telah merespons dengan cepat mengirim surat peringatan untuk menghentikan penggunaan tanpa izin lewat mekanisme hukum. Perusahaan tersebut menuduh ByteDance melakukan pencurian virtual atas hak cipta Disney, termasuk karakter-karakter populer dari Marvel dan Star Wars. Tindakan ini diperkuat dengan seruan dari serikat aktor SAG-AFTRA dan pimpinan Motion Picture Association yang meminta ByteDance berhenti menggunakan konten berhak cipta tersebut.
Tidak hanya perusahaan, pemerintah di luar Tiongkok juga memperhatikan masalah ini. Jepang, misalnya, memulai penyelidikan terkait pelanggaran hak cipta setelah penyebaran video AI menampilkan karakter manga dan anime terkenal seperti Detective Conan dan Ultraman yang dibuat oleh Seedance 2.0. Hal ini menambah tekanan terhadap ByteDance agar lebih berhati-hati dalam mengelola data dan konten AI.
Sebelumnya, Google juga mendapat peringatan dari Disney terkait penggunaan karakter mereka di layanan AI serupa dan mengambil tindakan membatasi fitur itu. Ini menunjukkan bahwa masalah hak cipta dalam ranah AI mulai menjadi perhatian global dan memicu dialog penting tentang bagaimana teknologi harus digunakan secara bertanggung jawab.
Kontroversi Seedance 2.0 menjadi contoh nyata betapa teknologi canggih yang tidak diatur dengan baik dapat menimbulkan konflik hukum dan etika. Di masa depan, regulasi yang lebih ketat dan kebijakan transparan terkait pelatihan data AI sangat diperlukan agar inovasi teknologi bisa berjalan beriringan dengan perlindungan hak dan kepentingan kreator.
Referensi:
[1] https://www.scmp.com/tech/big-tech/article/3343626/bytedance-ai-video-tool-seedance-accused-disney-copyright-smash-and-grab?module=top_story&pgtype=section
[1] https://www.scmp.com/tech/big-tech/article/3343626/bytedance-ai-video-tool-seedance-accused-disney-copyright-smash-and-grab?module=top_story&pgtype=section
Analisis Ahli
Charles Rivkin
"ByteDance harus segera menghentikan aktivitas pelanggaran hak cipta untuk melindungi karya para pencipta di industri perfilman dan hiburan."
Analisis Kami
"Kontroversi ini adalah indikasi nyata bagaimana perkembangan AI yang pesat sering melampaui regulasi dan norma hukum yang ada. ByteDance harus segera mengadopsi pendekatan yang lebih etis dan transparan untuk penggunaan data dan konten agar tidak terus menciptakan konflik dengan industri kreatif global."
Prediksi Kami
ByteDance kemungkinan akan menghadapi tekanan hukum dan regulasi yang lebih ketat, yang bisa memaksa mereka mengubah atau membatasi fitur Seedance 2.0 untuk menghindari pelanggaran hak cipta lebih lanjut.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang menjadi kontroversi utama terkait Seedance 2.0?A
Kontroversi utama terkait Seedance 2.0 adalah dugaan pelanggaran hak cipta karena penggunaan konten berhak cipta untuk melatih model AI.Q
Apa yang dituduhkan Disney kepada ByteDance?A
Disney menuduh ByteDance melakukan 'smash-and-grab virtual' terhadap hak kekayaan intelektual mereka.Q
Siapa yang mengirimkan surat protes terhadap ByteDance?A
SAG-AFTRA, serikat pekerja aktor, mengirimkan surat protes terhadap ByteDance.Q
Mengapa pemerintah Jepang menyelidiki ByteDance?A
Pemerintah Jepang menyelidiki ByteDance karena video yang dihasilkan AI menampilkan karakter manga dan anime terkenal.Q
Apa karakter yang dihasilkan oleh model AI yang menuai kritik?A
Karakter yang dihasilkan oleh model AI termasuk karakter dari Marvel dan Star Wars milik Disney.



