Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Ketegangan Geopolitik Picu Kenaikan Yield dan Lonjakan Bitcoin di Pasar Global

Bisnis
Ekonomi Makro
News Publisher
06 Mar 2026
185 dibaca
1 menit
Ketegangan Geopolitik Picu Kenaikan Yield dan Lonjakan Bitcoin di Pasar Global

AI summary

Lonjakan harga minyak dapat memicu kekhawatiran inflasi dan mempengaruhi kebijakan moneter.
Bitcoin menunjukkan ketahanan di pasar yang volatile, meningkat hampir 10% dalam seminggu.
Data ekonomi yang kuat dari AS bisa memperlambat ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve.
Pasar keuangan global mengalami kegoncangan akibat konflik militer antara AS, Israel, dan Iran yang menyebabkan harga minyak naik tajam serta penurunan awal di pasar ekuitas dan Bitcoin. Bitcoin sempat turun ke kisaran 65.000 dolar AS namun berhasil memulihkan dirinya ke atas 70.000 dolar AS pada akhir minggu.Kenaikan harga minyak karena gangguan pasokan di Selat Hormuz dan respons cepat AS yang menjanjikan perlindungan untuk pengiriman minyak membantu menstabilkan pasar saham. Meski demikian, pasar obligasi menunjukkan kecemasan dengan kenaikan imbal hasil obligasi 10-tahun dari 3,93% ke 4,15% dan dua-tahun dari 3,37% ke hampir 3,60%.Data ekonomi AS yang kuat dalam sektor jasa dan penciptaan lapangan kerja mengurangi ekspektasi pemotongan suku bunga Fed tahun ini. Kenaikan harga energi dari konflik dan data ekonomi bakal menentukan prospek kebijakan moneter dan volatilitas pasar selanjutnya, terutama menunggu laporan nonfarm payroll yang akan datang.

Experts Analysis

Bryan Tan
Konflik ini menciptakan dilema antara ekonomi AS yang kuat dan tekanan inflasi karena kenaikan harga energi, yang kemungkinan membuat Fed mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Jack Prandelli
Kenaikan harga minyak biasanya berlangsung secara bertahap selama beberapa minggu setelah guncangan geopolitik, dan pasar seringkali belum sepenuhnya menghargai risiko pasokan awal yang akan memengaruhi stok dan aliran minyak secara fisik.
Editorial Note
Kenaikan yield obligasi yang berkelanjutan meski pasar ekuitas dan Bitcoin kembali pulih menunjukkan bahwa para investor masih mengantisipasi tekanan inflasi yang akan berpengaruh terhadap kebijakan moneter. Kondisi ini membuat peluang pemotongan suku bunga semakin kecil dan menimbulkan ketidakpastian yang dapat memperlambat sentimen pasar dalam jangka menengah.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.