Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Bitcoin di Pusaran ETF & Ketegangan Iran

Share

Kelompok artikel ini membahas fluktuasi harga Bitcoin yang dipicu oleh arus besar ke ETF, ketegangan geopolitik Iran, serta upaya regulasi stablecoin dan dampaknya pada pasar kripto.

10 Mar 2026, 03.50 WIB

Saham Circle Melonjak 86% karena Konflik Timur Tengah dan Short Squeeze

Saham Circle Melonjak 86% karena Konflik Timur Tengah dan Short Squeeze
Saham Circle (CRCL) naik signifikan 10% dalam sehari dan sudah meningkat 86% dalam sebulan. Lonjakan ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat di Timur Tengah, khususnya konflik di Iran, yang memicu kenaikan harga minyak mentah sebesar 35% sejak akhir Februari. Lonjakan harga minyak meningkatkan tekanan inflasi dan mengubah ekspektasi pasar terhadap suku bunga the Fed, menguntungkan penerbit stablecoin seperti Circle yang mendapatkan yield lebih tinggi dari suku bunga tersebut. Hedge fund yang melakukan posisi short besar-besaran sebelum laporan keuangan Circle ikut berkontribusi pada lonjakan harga melalui short squeeze. Dengan posisi short interest sebesar 13%, pergerakan saham Circle dipicu oleh faktor teknikal dan geopolitik, bukan hanya fundamental perusahaan. Jika konflik dan harga minyak tetap tinggi, saham ini kemungkinan akan terus bergerak volatile dan potensial menguntungkan bagi investor yang waspada.
10 Mar 2026, 02.51 WIB

Perang Iran Bisa Segera Berakhir, Pasar Saham dan Kripto Meroket, Minyak Anjlok

Perang Iran Bisa Segera Berakhir, Pasar Saham dan Kripto Meroket, Minyak Anjlok
Presiden Trump mengumumkan bahwa perang dengan Iran dapat segera berakhir lebih cepat dari perkiraan empat hingga lima minggu. Pernyataan ini memberikan dorongan positif ke pasar setelah gejolak pasar yang tajam sebelumnya. Pasar saham utama seperti Nasdaq naik 1,25% dan S&P 500 naik 0,8%, sementara Bitcoin naik 2,4% menembus angka hampir 69.000 dolar. Saham perusahaan kripto seperti Circle, Strategy, dan Coinbase juga mengalami kenaikan signifikan. Harga minyak WTI yang sempat melonjak hingga 120 dolar AS per barel pada hari Minggu, kemudian turun drastis ke angka 85 dolar AS per barel. Kondisi ini menunjukkan reaksi pasar yang sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik.
09 Mar 2026, 23.07 WIB

Konflik AS-Iran Bisa Dorong Harga Bitcoin Naik Karena Dewasa Ini

Konflik AS-Iran Bisa Dorong Harga Bitcoin Naik Karena Dewasa Ini
Potensi konflik berkepanjangan antara AS dan Iran dapat mendorong permintaan bitcoin. Pengeluaran pemerintah yang meningkat dan utang yang tumbuh cepat berkontribusi pada pelemahan dolar. Ini menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi aset alternatif seperti bitcoin. Sejak serangan AS ke Iran, bitcoin naik 3,6% karena investor mengalihkan dana dari pasar saham ke aset non-dollar. Pemerintah AS berpotensi meningkatkan pengeluaran defisit untuk membiayai operasi militer. Penunjukan calon ketua Fed yang dovish juga berdampak pada suku bunga yang lebih rendah. Kenaikan harga minyak dan inflasi mungkin terjadi, tetapi dalam kondisi stagflasi, kebijakan bisa lebih fokus pada stabilitas keuangan. Suku bunga rendah dan utang yang meningkat akan meningkatkan likuiditas. Kondisi-kondisi ini diprediksi bakal mendukung kenaikan harga bitcoin secara berkelanjutan.
09 Mar 2026, 23.02 WIB

Bitcoin dan Saham Kripto Bangkit di Tengah Gejolak Pasar Saham dan Minyak

Bitcoin dan Saham Kripto Bangkit di Tengah Gejolak Pasar Saham dan Minyak
Pasar kripto rebound setelah koreksi drastis dengan bitcoin naik 2,5% mendekati harga 69.000 USD dan ether melewati level 2.000 USD. Saham terkait kripto seperti Circle dan Strategy juga mencatat kenaikan signifikan, didukung oleh transaksi asuransi stablecoin dan pembelian bitcoin besar-besaran. Harga minyak mentah yang sempat melonjak hingga 120 USD per barel kemudian turun ke 95 USD, menyebabkan pasar saham Amerika Serikat mengalami volatilitas tajam. Nasdaq berhasil bangkit dari penurunan sebesar 2%. Kondisi ini sangat dipengaruhi oleh perang di Iran yang belum menunjukkan tanda penyelesaian. Investor cenderung mencari aset defensif seperti bitcoin di saat ketidakpastian ekonomi global meningkat dan risiko gangguan rantai pasok menyebar. Namun, analis memperingatkan bahwa kenaikan ini bisa bersifat sementara karena tekanan pasar yang masih kuat, terutama pada indeks saham utama seperti S&P 500.
09 Mar 2026, 22.21 WIB

Aon Uji Coba Stablecoin Untuk Pembayaran Premi Asuransi Lebih Cepat

Aon Uji Coba Stablecoin Untuk Pembayaran Premi Asuransi Lebih Cepat
Aon, salah satu broker asuransi terbesar dunia, melakukan uji coba pembayaran premi menggunakan stablecoin. Kolaborasi ini melibatkan Coinbase, Paxos, dan token USDC serta PYUSD pada jaringan Ethereum dan Solana. Ini menandai langkah awal integrasi teknologi blockchain dalam proses pembayaran asuransi. Uji coba ini bertujuan mengatasi keterlambatan sistem kliring bank yang biasanya memakan waktu berhari-hari, terutama untuk transaksi lintas negara. Penggunaan stablecoin menawarkan transfer dana cepat dalam hitungan menit dengan catatan transaksi yang transparan dan aman. Adanya regulasi seperti U.S. Genius Act 2025 juga memberikan kerangka hukum yang jelas bagi pengelola stablecoin. Hasilnya menunjukkan potensi besar stablecoin dalam menyederhanakan dan mempercepat pembayaran di sektor asuransi dan keuangan korporasi. Hal ini dapat menurunkan biaya operasional dan meningkatkan efisiensi, sekaligus mempercepat adaptasi teknologi baru di industri tradisional. Ke depan, adopsi stablecoin diprediksi semakin meningkat seiring dengan kemajuan teknologi dan dukungan regulasi.
09 Mar 2026, 21.55 WIB

Hubungan Berlawanan Antara Lonjakan VIX dan Lonjakan Harga Bitcoin

Pasar tradisional sedang mengalami kenaikan volatilitas tajam akibat lonjakan harga minyak global. Indeks VIX yang mengukur rasa takut di pasar saham S&P 500 melonjak di atas 35. Ketika ini terjadi, harga saham dan emas mengalami penurunan, namun Bitcoin justru naik sekitar 5%, menembus harga 69.000 dolar AS. Sejarah menunjukkan bahwa Bitcoin sering mencapai titik terendah saat VIX mengalami lonjakan besar, misalnya saat krisis tarif perdagangan pada April 2025, krisis unwind carry trade yen pada Agustus 2024 dan saat bank Silicon Valley bermasalah pada Maret 2023. Selain itu, volatilitas Bitcoin sendiri sudah memuncak pada fase panic sebelumnya yang ditandai oleh Bitcoin Volmex Implied Volatility Index di angka tinggi. Fenomena ini menunjukkan potensi Bitcoin sebagai aset yang berperilaku berbeda dibandingkan aset tradisional selama masa stres pasar. Meskipun volatilitas tradisional diperkirakan belum berakhir, Bitcoin kemungkinan telah melewati fase panik dan bisa mengalami kenaikan berikutnya selaras dengan gejolak pasar saham.
09 Mar 2026, 18.38 WIB

Bitcoin Naik Saat Konflik Timur Tengah, Berhasil Kalahkan Emas dan Saham

Bitcoin menunjukkan kenaikan sekitar 3,5% sejak konflik Timur Tengah antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat dimulai, sementara aset safe haven seperti emas dan perak justru mengalami penurunan. Saham teknologi juga mengalami koreksi tetapi bitcoin mampu outperform mayoritas aset utama dalam masa ketidakpastian ini. Data pasar menunjukkan bahwa posisi leverage berisiko dalam perdagangan bitcoin telah berkurang, menciptakan pasar yang lebih stabil dan didukung oleh permintaan spot. Kembalinya premium Coinbase dan aliran dana ke ETF spot menandakan investor institusional mulai masuk kembali ke pasar crypto pada harga yang dianggap menarik. Situasi ini memberikan sinyal bahwa bitcoin bisa menjadi aset lindung nilai alternatif di tengah ketegangan geopolitik dan volatilitas pasar tradisional. Jika minat institusional terus tumbuh, stabilisasi harga bitcoin kemungkinan akan terjadi meskipun ancaman eksternal belum mereda.
09 Mar 2026, 18.24 WIB

Bitcoin Tetap Stabil di Tengah Gejolak Pasar Saham dan Lonjakan Harga Minyak

Bitcoin dan pasar kripto tetap menunjukkan ketahanan meski harga minyak melonjak di atas 100 dolar dan saham AS mengalami penurunan. Harga bitcoin stabil dalam rentang 60.000 hingga 75.000 dolar dan naik sekitar 3% sejak pagi waktu Asia. Pembuat pasar bitcoin berada dalam posisi short gamma di level harga utama, yang berarti mereka akan memperbesar volatilitas jika harga menembus batas atas atau bawah rentang tersebut. Indeks volatilitas bitcoin relatif stabil, berbeda dengan indeks volatilitas di pasar tradisional yang melonjak. Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar bitcoin saat ini tengah dalam fase ketenangan yang rapuh, dan kemungkinan besar volatilitas akan meningkat jika harga keluar dari kisaran stabil ini. Investor dan pedagang harus siap dengan potensi pergerakan harga yang tiba-tiba mengingat posisi hedging yang sudah dilakukan.
09 Mar 2026, 17.48 WIB

Data Inflasi AS dan Konflik Timur Tengah Pengaruhi Pasar Kripto Minggu Ini

Data inflasi Amerika Serikat menjadi fokus utama yang dinantikan minggu ini dan dapat mengubah ekspektasi terhadap suku bunga Fed serta sentimen pasar. Konflik berkepanjangan antara AS-Israel dan Iran meningkatkan risiko geopolitik yang membuat pasar komoditas dan bitcoin jadi sangat volatil. Bitcoin gagal mempertahankan harga di atas 70.000 dolar AS minggu lalu di tengah kondisi pasar yang tidak pasti. Para pedagang juga mengamati harga minyak sebagai indikator utama dampak perang di Timur Tengah terhadap inflasi di AS. Selain itu, beberapa proyek kripto seperti Solstice, Kamino, dan Succinct akan mengumumkan produk baru yang dapat menarik perhatian pasar. Namun, detail pengumuman produk tersebut masih dirahasiakan, menambah ketegangan dan spekulasi di pasar. Penting bagi para investor untuk memantau data inflasi, perkembangan geopolitik, dan pengumuman produk baru dari proyek kripto agar dapat mengambil keputusan investasi yang tepat. Jika kondisi politik dan inflasi memburuk, pasar kripto kemungkinan tetap volatile dan berpotensi turun lebih dalam. Sebaliknya, inovasi produk kripto yang muncul bisa memberikan peluang baru di tengah ketidakpastian tersebut.
09 Mar 2026, 17.37 WIB

Bitcoin Menguat Saat Pasar Global Turun dan Minyak Melonjak ke Level Tertinggi

Bitcoin mengalami kenaikan 2,8% setelah pasar futures global mengalami penurunan. Indeks Nasdaq 100 dan S&P 500 futures turun lebih dari 1,5% sementara harga minyak melonjak hingga 115 dolar AS per barel. Emas dan perak juga mengalami penurunan, menunjukan investasi tradisional tengah melemah. Sentimen positif terhadap Bitcoin terkait ketahanan terhadap konflik geopolitik seperti perang di Iran dan gangguan pasokan melalui Selat Hormuz. Trading firm QCP menyoroti semakin relevannya Bitcoin sebagai pelarian digital, terutama di negara-negara Teluk yang mengalami ketidakstabilan mata uang dan politik. Pasar kripto menunjukkan daya tahan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Peningkatan minat terhadap Bitcoin menunjukkan potensi pergeseran pola investasi global ke aset digital dalam menghadapi gejolak pasar dan geopolitik. Bitcoin mulai dipandang sebagai alternatif aman untuk lindung nilai di wilayah yang rentan terhadap fluktuasi ekonomi. Ini berimplikasi pada semakin besarnya peran kripto di masa depan pasar finansial.
Setelahnya

Baca Juga

  • Gempuran Rudal dan Siber Iran

  • Revolusi Mobile AI Barcelona 2026

  • AI: Terobosan & Geliat Pasar

  • Bitcoin di Pusaran ETF & Ketegangan Iran

  • Inovasi Penunjang Koloni Lunar

  • Transformasi Teknologi: Nano, Energi, dan Robotika

  • Invasi Zero-Day: Dari Cisco hingga Broker Rusia

  • Guncangan Harga Gadget 2026

  • Gejolak Bumi Nusantara

  • Waspada Penipuan Digital