TLDR
Lonjakan harga saham Circle dipicu oleh ketegangan di Timur Tengah dan kenaikan harga minyak. Kenaikan harga minyak dapat memiliki dampak signifikan terhadap inflasi dan kebijakan suku bunga. Short squeeze terjadi ketika posisi short yang besar harus ditutup, mengakibatkan lonjakan harga saham. Saham Circle (CRCL) naik signifikan 10% dalam sehari dan sudah meningkat 86% dalam sebulan. Lonjakan ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat di Timur Tengah, khususnya konflik di Iran, yang memicu kenaikan harga minyak mentah sebesar 35% sejak akhir Februari.Lonjakan harga minyak meningkatkan tekanan inflasi dan mengubah ekspektasi pasar terhadap suku bunga the Fed, menguntungkan penerbit stablecoin seperti Circle yang mendapatkan yield lebih tinggi dari suku bunga tersebut. Hedge fund yang melakukan posisi short besar-besaran sebelum laporan keuangan Circle ikut berkontribusi pada lonjakan harga melalui short squeeze.Dengan posisi short interest sebesar 13%, pergerakan saham Circle dipicu oleh faktor teknikal dan geopolitik, bukan hanya fundamental perusahaan. Jika konflik dan harga minyak tetap tinggi, saham ini kemungkinan akan terus bergerak volatile dan potensial menguntungkan bagi investor yang waspada.