TLDR
Aurora, superkomputer eksaskala, berperan penting dalam penelitian energi fusi. Disrupsi plasma dalam tokamak dapat diprediksi menggunakan AI, yang dapat meningkatkan keselamatan reaktor. Energi fusi menawarkan solusi berkelanjutan untuk kebutuhan energi global di masa depan. Aurora, superkomputer eksaskala yang beroperasi di Argonne National Laboratory, digunakan untuk mensimulasikan plasma dalam reaktor fusi tokamak. Proyek ini memfokuskan pada memahami perilaku dan ketidakstabilan plasma yang sangat panas untuk membantu mencegah gangguan yang merugikan.Para ilmuwan dari Princeton Plasma Physics Laboratory dan peneliti lain menggunakan Aurora untuk menjalankan simulasi rumit di ITER, tokamak internasional yang akan menguji fusi pada suhu 150 juta derajat Celsius. Simulasi ini mencakup miliaran partikel dan dimensi yang kompleks serta pelatihan AI untuk prediksi gangguan berbasis data historis.Dengan kapasitas memori Aurora mencapai 20,4 petabytes, simulasi kini dapat diselesaikan dalam waktu lebih singkat dan dengan akurasi lebih tinggi. Hal ini membuka peluang untuk pengembangan energi fusi sebagai energi berkelanjutan yang aman, sekaligus menunjang riset AI dan teknologi lainnya.