Bitcoin sempat naik mendekati 74.000 dolar AS didukung oleh berbagai kabar baik soal integrasi kripto dengan keuangan tradisional. Perusahaan seperti Morgan Stanley, Bank of New York Mellon, dan Kraken membuat kemajuan penting, sementara investasi besar diumumkan Intercontinental Exchange ke OKX. Namun, harga Bitcoin akhirnya turun kembali ke bawah 69.000 dolar AS karena tekanan pasar makro.
Penguatan dolar AS akibat meningkatnya ketegangan di Iran mengakibatkan kenaikan harga minyak dan kekhawatiran inflasi, memicu pergeseran harapan terhadap suku bunga yang berdampak negatif pada aset berisiko termasuk Bitcoin. Selain itu, krisis di pasar kredit swasta, terutama yang melibatkan BlackRock dan Blue Owl, menambah tekanan di pasar keuangan global yang membuat investor berhati-hati.
Meskipun harga Bitcoin turun, indikator seperti aliran masuk dana spot Bitcoin ETF yang positif dan rendahnya tingkat pendanaan leverage menunjukkan pasar mulai mengurangi spekulasi berlebihan. Hal ini dapat membentuk dasar yang lebih kuat untuk potensi kenaikan yang lebih stabil di masa depan, namun volatilitas dan pengaruh faktor makro tetap menjadi risiko utama.