Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Bitcoin Volatilitas: Dari HODL ke AI Pivot

Share

Kumpulan artikel ini mengulas dinamika pasar kripto, terutama Bitcoin, yang dipengaruhi oleh keputusan penambang publik menjual aset demi pendanaan AI, aliran masuk dan keluar ETF, tekanan likuiditas serta gejolak geopolitik seperti konflik di Iran. Selain itu, perkembangan token altcoin dan strategi institusional turut menambah kompleksitas pergerakan pasar.

06 Mar 2026, 18.29 WIB

Pasar Kripto Tertekan Oleh Gejolak Geopolitik dan Kenaikan Harga Minyak

Pasar Kripto Tertekan Oleh Gejolak Geopolitik dan Kenaikan Harga Minyak
Pasar kripto mengalami tekanan dengan bitcoin yang hanya sedikit di atas level 70.000 USD setelah gagal mempertahankan level tertinggi 74.000 USD. Penurunan harga seiring dengan penurunan pasar saham AS dan kondisi likuiditas yang rendah. Hal ini menunjukkan adanya kerentanan di pasar kripto terhadap faktor eksternal. Konflik di Timur Tengah mendorong harga minyak Brent mencapai 85 USD per barel, meningkat sekitar 42% sejak awal tahun. Kenaikan harga energi dan ketidakpastian geopolitik mendorong pasar uang mempertimbangkan kenaikan suku bunga ECB pada akhir tahun, berbalik dari prediksi pemotongan suku bunga tahun 2025. Kenaikan suku bunga biasanya memberi tekanan pada pasar aset berisiko seperti kripto. Sentimen di media sosial untuk altcoin menunjukkan penurunan signifikan menurut data Santiment, menandakan melemahnya minat spekulatif tempat tersebut. Investor menjadi lebih waspada dengan risiko pasar yang meningkat, sehingga potensi volatilitas dan penurunan harga cukup besar ke depan. Situasi ini dapat memperlambat momentum pertumbuhan pasar kripto dalam waktu dekat.
06 Mar 2026, 17.29 WIB

Bitcoin Turun di Tengah Ketidakpastian Data AS dan Perang Iran

Bitcoin Turun di Tengah Ketidakpastian Data AS dan Perang Iran
Bitcoin menghadapi tekanan harga yang menurun, berpotensi turun di bawah 70.000 USD setelah mencapai puncak di 74.000 USD awal minggu. Penurunan ini didorong oleh kekhawatiran investor terhadap data makroekonomi dan konflik geopolitik yang sedang berlangsung. Data pekerjaan AS yang akan datang sangat penting karena dapat mempengaruhi kebijakan suku bunga Federal Reserve. Selain itu, konflik dengan Iran meningkatkan harga minyak dan memperkuat dolar AS, yang menekan pasar saham dan saham terkait kripto. Akibatnya, investor menunjukkan sikap hati-hati dengan mengurangi posisi risiko pada aset seperti Bitcoin dan saham kripto, menyebabkan volatilitas dan potensi penurunan harga. Situasi ini menegaskan pentingnya memonitor berita ekonomi dan geopolitik untuk pengambilan keputusan investasi.
06 Mar 2026, 15.10 WIB

Konflik Geopolitik Picu Kenaikan Bitcoin dan Ketegangan Pasar Obligasi AS

Konflik Geopolitik Picu Kenaikan Bitcoin dan Ketegangan Pasar Obligasi AS
Konflik militer antara AS, Israel, dan Iran memicu gejolak pasar global dengan Bitcoin melonjak ke atas Rp 1.17 miliar ($70,000) dan pasar ekuitas sempat anjlok akibat lonjakan harga minyak. Iran memblokir tanker minyak di Selat Hormuz, yang mengkhawatirkan kelangsungan pasokan minyak dunia. Harga minyak melonjak signifikan dan pasar obligasi Amerika Serikat menunjukkan kenaikan yield pada obligasi 2 dan 10 tahun, menandakan kekhawatiran inflasi yang meningkat dan kemungkinan berkurangnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Data ekonomi AS yang solid turut mendukung kebijakan moneter yang ketat. Situasi ini berpotensi menjaga yield obligasi tetap tinggi dan membatasi kenaikan lebih jauh pada aset berisiko seperti saham dan cryptocurrency. Investor kini menanti laporan nonfarm payrolls dan angka pertumbuhan upah Jumat nanti yang bisa memicu volatilitas tambahan.
06 Mar 2026, 12.35 WIB

Ketegangan Geopolitik Picu Kenaikan Yield dan Lonjakan Bitcoin di Pasar Global

Ketegangan Geopolitik Picu Kenaikan Yield dan Lonjakan Bitcoin di Pasar Global
Pasar keuangan global mengalami kegoncangan akibat konflik militer antara AS, Israel, dan Iran yang menyebabkan harga minyak naik tajam serta penurunan awal di pasar ekuitas dan Bitcoin. Bitcoin sempat turun ke kisaran 65.000 dolar AS namun berhasil memulihkan dirinya ke atas 70.000 dolar AS pada akhir minggu. Kenaikan harga minyak karena gangguan pasokan di Selat Hormuz dan respons cepat AS yang menjanjikan perlindungan untuk pengiriman minyak membantu menstabilkan pasar saham. Meski demikian, pasar obligasi menunjukkan kecemasan dengan kenaikan imbal hasil obligasi 10-tahun dari 3,93% ke 4,15% dan dua-tahun dari 3,37% ke hampir 3,60%. Data ekonomi AS yang kuat dalam sektor jasa dan penciptaan lapangan kerja mengurangi ekspektasi pemotongan suku bunga Fed tahun ini. Kenaikan harga energi dari konflik dan data ekonomi bakal menentukan prospek kebijakan moneter dan volatilitas pasar selanjutnya, terutama menunggu laporan nonfarm payroll yang akan datang.
06 Mar 2026, 12.21 WIB

Minimnya Minat Altcoin Kini Jadi Tanda Bullish Tersembunyi Pasar Crypto

Minimnya Minat Altcoin Kini Jadi Tanda Bullish Tersembunyi Pasar Crypto
Minimnya persepsi dan pembicaraan mengenai altseason di media sosial mencapai titik terendah selama dua tahun terakhir, menunjukkan penurunan minat di kalangan investor ritel terhadap altcoin. Data Santiment mengindikasikan bahwa ketika pembicaraan altseason sepi, akumulasi oleh investor besar biasanya meningkat. Harga altcoin utama seperti DOGE, Solana, dan Cardano telah turun sangat drastis sejak crash Oktober lalu sehingga sebagian besar modal berputar ke bitcoin dan stablecoin. Indikator seperti Crypto Fear and Greed Index menunjukkan kondisi pasar yang didominasi oleh rasa takut dan ketidakpastian, sementara data on-chain menunjukkan wallet besar bitcoin terus bertambah. Meskipun sentimen pasar sangat negatif dan apatis, akumulasi besar oleh pemegang bitcoin mengisyaratkan potensi pemulihan di masa depan. Namun, kondisi pasar altcoin masih menunggu stabilitas bitcoin dan belum menunjukkan tanda awal altseason, menandakan bahwa saat ini adalah fase persiapan pasar.
06 Mar 2026, 11.59 WIB

Bitcoin Ditolak di Rp 1.24 miliar ($74,000) , Apakah Rally Ini Bertahan atau Runtuh?

Bitcoin mencapai harga tertinggi Rp 1.24 miliar ($74,000) pada hari Kamis setelah rally sekitar 15% dari level Rp 1.07 miliar ($64,000) dalam lima hari, namun kemudian terkoreksi ke Rp 1.19 miliar ($70,987) . Penolakan harga terjadi di level Fibonacci retracement 61,8% dan di bawah moving average 50 hari yang sering menjadi resistance dalam tren turun. Tekanan rally sebelumnya sebagian besar dipicu oleh short squeeze yang menyebabkan likuidasi banyak posisi pendek, namun kondisi makro finansial dan geopolitik yang masih tidak stabil, termasuk dampak dari perang Iran dan kenaikan harga minyak, menjadi hambatan untuk kelanjutan penguatan Bitcoin. Level support utama di Rp 1.17 miliar ($70,000) saat ini sedang diuji; jika gagal bertahan, kemungkinan harga Bitcoin akan turun lebih jauh ke level dasar sekitar Rp 1.07 miliar ($64,000) . Kondisi ini menandakan bahwa pasar kripto masih dibayangi ketidakpastian dan memerlukan konfirmasi lebih lanjut untuk mengakhiri tren bearish.
06 Mar 2026, 04.47 WIB

Regulator AS Tetapkan Modal Sama untuk Sekuritas Token dan Tradisional

Regulator perbankan AS seperti Federal Reserve, OCC, dan FDIC mengeluarkan panduan yang menyatakan bahwa bank harus mempertahankan modal yang sama untuk sekuritas tokenized seperti halnya untuk sekuritas tradisional. Dokumen FAQ ini menjelaskan perlakuan modal dan penggunaan jaminan keuangan tanpa membedakan teknologi blockchain yang dipakai. Panduan ini menegaskan bahwa teknologi yang digunakan untuk sekuritas tokenized, baik permissioned maupun permissionless blockchain, tidak memengaruhi persyaratan modal dan perlakuan derivatif yang terkait. Ini memastikan sekuritas tokenized tidak menghadapi perlakuan modal yang lebih ketat dibanding sekuritas biasa. Dengan aturan ini, integrasi sekuritas berbasis token ke dalam sistem perbankan menjadi lebih mudah tanpa menambah beban regulasi modal. Hal ini akan mendorong adopsi teknologi blockchain di dunia keuangan dan mempercepat perkembangan ekosistem aset digital yang diatur.
06 Mar 2026, 04.14 WIB

Culper Research Prediksi Ethereum Terpuruk Usai Upgrade Fusaka, Vitalik Jual ETH

Culper Research mengeluarkan laporan yang menilai upgrade Fusaka pada Ethereum menyebabkan kelebihan blockspace dan menurunkan biaya transaksi secara tajam. Hal ini menurunkan pendapatan validator yang mengandalkan biaya transaksi, sehingga mengganggu tokenomics ETH dan menimbulkan risiko keamanan jaringan. Laporan tersebut juga mengacu pada penjualan besar Vitalik Buterin sebanyak 20.000 ETH senilai sekitar 40 juta dolar AS. Berbeda dengan pandangan optimis dari Tom Lee yang menunjuk pada peningkatan transaksi dan alamat aktif, Culper menilai banyak aktivitas itu hasil serangan alamat palsu sehingga data tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. BitMine sebagai pembeli korporasi besar ETH memiliki 4,4 juta ETH yang saat ini nilai investasi mereka turun 45% atau sekitar 7,4 miliar dolar AS dalam kerugian belum terealisasi. Jika kondisi ini berlanjut, keamanan dan permintaan staking ETH berpotensi menurun, mengancam stabilitas jaringan Ethereum.
06 Mar 2026, 01.59 WIB

Pengadilan AS Bekukan Aset BlockFills akibat Sengketa Dana Kripto Dominion

Sebuah perintah penahanan sementara dari pengadilan federal Amerika Serikat membekukan 70,6 Bitcoin milik Dominion Capital yang disimpan di platform crypto lender BlockFills karena gugatan penyalahgunaan aset. Dominion Capital menuduh BlockFills menyalahgunakan dana pelanggan dan menolak mengembalikan aset setelah penangguhan penarikan. Pengadilan memerintahkan agar BlockFills tidak boleh memindahkan atau menggunakan aset tersebut selama proses hukum berlangsung. BlockFills mengalami kerugian signifikan sebanyak sekitar 75 juta dolar akibat penurunan pasar kripto dan menghentikan penarikan serta penyetoran pelanggan sejak 11 Februari. CEO dan pendiri BlockFills, Nicholas Hammer, mundur dan digantikan oleh Joseph Perry selaku CEO interim. BlockFills yang didukung oleh Susquehanna adalah pemain aktif di pasar dengan volume perdagangan lebih dari 60 miliar dolar pada 2025 yang melayani 2.000 klien institusional. Kerugian besar yang dialami BlockFills dan tindakan hukum yang diterima menunjukkan risiko kegagalan perusahaan peminjaman kripto terhadap dana klien. Hal ini dapat memicu kebangkrutan dan menimbulkan kerugian besar bagi investor serta menimbulkan kebutuhan regulasi lebih ketat. Blokade hukum ini berpotensi menimbulkan dampak luas pada kepercayaan investor institusional di pasar kripto.
05 Mar 2026, 23.47 WIB

CleanSpark Jual Bitcoin Untuk Biayai Ekspansi AI dan Komputasi Canggih

CleanSpark, perusahaan penambangan bitcoin asal AS, menjual hampir semua bitcoin yang diproduksinya pada Februari untuk mendapatkan dana tunai yang dipakai memperluas bisnis ke bidang AI dan komputasi berkinerja tinggi. Penjualan ini adalah bagian dari strategi baru perusahaan yang mengalihkan fokus dari hanya menambang ke pengembangan pusat data dan teknologi canggih. Perusahaan menambang 568 bitcoin pada bulan Februari dan menjual 553 bitcoin dengan total hasil penjualan sekitar 36,65 juta dolar AS. CleanSpark juga menambah kapasitas daya sebesar 300 megawatt lewat kampus data center terbaru di Texas, sehingga total kapasitas mencapai 1,8 gigawatt dan memperkuat posisi hashrate di jaringan bitcoin global. Strategi menjual sebagian besar hasil tambang dianggap mencerminkan trend baru di industri penambangan yang mulai fokus pada AI dan HPC, sekaligus menyediakan modal untuk ekspansi. Hal ini memungkinkan CleanSpark memaksimalkan pertumbuhan jangka panjangnya sekaligus tetap menjaga cadangan bitcoin besar di treasury perusahaan.
Sebelumnya
Setelahnya

Baca Juga

  • Bitcoin Volatilitas: Dari HODL ke AI Pivot

  • Pionir Material dan Energi Cerdas

  • Ledakan Harga CoinDesk 20

  • Rudal Siber: Konflik AS-Israel vs Iran

  • Revolusi Mobile AI Barcelona 2026

  • Dominasi Hipersonik & Maritim

  • Kebangkitan Semikonduktor Tiongkok

  • Guncangan Harga Gadget 2026

  • Asisten AI Tanpa Batas

  • Waspada Penipuan Digital