Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Kebangkitan Semikonduktor Tiongkok

Share

Sekelompok artikel ini membahas berbagai dinamika industri semikonduktor Tiongkok, mulai dari ekspor chip yang melonjak didorong permintaan AI, persaingan geopolitik dengan Barat, hingga strategi pemerintah dan pemimpin industri untuk menggenjot kemandirian teknologi chip. Beberapa artikel menyoroti kisah ahli chip yang hijrah, sengketa Nexperia, serta upaya menciptakan ‘ASML versi Tiongkok’ dalam rencana lima tahunan.

11 Mar 2026, 19.00 WIB

Jepang Bidik Kebangkitan Industri Chip, Targetkan Penjualan 40 Triliun Yen 2040

Jepang Bidik Kebangkitan Industri Chip, Targetkan Penjualan 40 Triliun Yen 2040
Jepang sedang bersiap untuk menghidupkan kembali kejayaan industri chip lokal mereka dengan target penjualan semikonduktor domestik mencapai 40 triliun yen pada tahun 2040. Pemerintah di bawah Perdana Menteri Sanae Takaichi mengedepankan strategi investasi untuk memanfaatkan ledakan teknologi kecerdasan buatan. Saat ini, penjualan chip Jepang sekitar 8 triliun yen per tahun dengan pangsa pasar kurang dari 10%, jauh turun dari posisi dominan di era 1980-an yang menguasai 50% pasar. Pemerintah Jepang menganggap chip sebagai sektor strategis untuk keamanan ekonomi dan akan meningkatkan investasi publik yang besar. Langkah ini diharapkan dapat memperpanjang dan memperbesar target sebelumnya serta mendorong Jepang keluar dari ketertinggalan industri chip global, khususnya dalam menghadapi pertumbuhan pesat permintaan chip canggih untuk AI. Rencana pengembangan industri akan dimasukkan dalam anggaran negara tahun depan.
11 Mar 2026, 17.00 WIB

DK Electronic Materials Perkuat Bisnis Memori Semikonduktor dengan Ahli Baru

DK Electronic Materials Perkuat Bisnis Memori Semikonduktor dengan Ahli Baru
DK Electronic Materials telah merekrut Shi Guojun, seorang ahli kemasan semikonduktor dan chip memori dari Universitas California, Irvine, sebagai kepala ilmuwan strategis dan direktur riset. Hal ini menandai langkah strategis DKEM dalam pengembangan bisnis memori semikonduktor yang sedang berkembang. Shi Guojun akan memimpin perencanaan strategis perusahaan dalam industri baru dengan fokus pada produk memori semikonduktor. DKEM dikenal luas sebagai pemasok utama untuk pasta metalisasi fotovoltaik dengan pangsa pasar global sebesar 25% dan telah melakukan akuisisi untuk memperkuat portofolio di sektor memori. Langkah ini terjadi di tengah dorongan pemerintah Beijing untuk mendorong kemandirian teknologi China di bidang semikonduktor guna mengatasi pembatasan ekspor dari Barat. Penunjukan ini diharapkan dapat meningkatkan posisi DKEM dalam pasar memori semikonduktor domestik dan global.
10 Mar 2026, 19.05 WIB

Nexperia China Mandiri Produksi Chip Hadapi Pembatasan Barat

Nexperia China Mandiri Produksi Chip Hadapi Pembatasan Barat
Nexperia China mulai memproduksi chip secara mandiri sebagai respon atas pembatasan yang diberlakukan pemerintah Barat. Konflik bermula setelah pemerintah Belanda melarang sebagian operasi perusahaan dipindahkan ke China. Ini menyebabkan hubungan kantor pusat di Eropa dengan unit China terputus dan pengiriman wafer dihentikan. Sebelumnya, wafer semikonduktor dibuat di Eropa lalu dikirim ke China untuk diproses. Namun kini Nexperia China mampu memproduksi chip dengan wafer 12 inci, termasuk perangkat bipolar diskrit dan penyearah Schottky. Sumber wafer 12 inci tersebut belum diungkap secara rinci, tapi diduga berasal dari pabrik WingSkySemi di Shanghai. Langkah produksi mandiri ini memperlihatkan upaya China untuk mempercepat kemandirian teknologi semikonduktor di tengah pembatasan Barat. Hal ini memungkinkan Nexperia China tetap kompetitif dan bisa berdampak pada fragmentasi rantai pasok global serta persaingan industri semikonduktor ke depan.
10 Mar 2026, 13.58 WIB

Ekspor Chip China Melonjak 72% Didukung Strategi Kemandirian Teknologi

Ekspor Chip China Melonjak 72% Didukung Strategi Kemandirian Teknologi
China mencatat lonjakan ekspor chip sebesar 72,6% mencapai Rp 723.11 triliun (US$43,3 miliar) selama dua bulan awal tahun. Data dari General Administration of Customs menunjukkan peningkatan ini jauh melampaui pertumbuhan ekspor keseluruhan China sebesar 21,8%. Hal ini menunjukkan fokus Beijing dalam memperkuat sektor semikonduktor nasional. Volume ekspor integrated circuit naik 13,7% menjadi 52,5 miliar unit sementara impor chip juga naik signifikan dengan nilai mencapai Rp 1.31 quadriliun (US$78,2 miliar) . Strategi 'whole-nation' yang diterapkan Beijing bertujuan mengurangi ketergantungan dari negara Barat dan memperkuat permintaan domestik di tengah hambatan perdagangan. Pemerintah AS sedang mempertimbangkan pembatasan pembelian chip Nvidia H200 untuk perusahaan China demi membatasi akses teknologi tinggi. Langkah ini berpotensi menghadirkan tantangan bagi pengembangan AI pada perusahaan teknologi besar China namun juga mendorong percepatan produksi chip lokal.
10 Mar 2026, 06.00 WIB

Rencana Lima Tahun China Dorong Pengembangan Chip untuk Kurangi Ketergantungan Asing

Rencana Lima Tahun China Dorong Pengembangan Chip untuk Kurangi Ketergantungan Asing
China tengah merevisi rencana lima tahun ke-15 yang menekankan pengembangan industri semikonduktor sebagai inti ambisi teknologi nasional. Perusahaan teknologi seperti Cambricon Technologies dan Tongfu Microelectronics menyatakan dukungan mereka terhadap kebijakan ini yang bertujuan mengurangi ketergantungan pada teknologi asing. Rencana tersebut menargetkan peningkatan teknologi proses manufaktur chip, pengembangan peralatan utama, dan fokus pada material baru seperti silikon karbida dan galium nitrida. Fokus khusus juga diberikan pada pengembangan chip AI dan memori berkepadatan tinggi, disertai penguatan sumber daya manusia melalui program akademik dan pelatihan. Upaya ini akan memperkuat rantai nilai semikonduktor secara menyeluruh di Tiongkok. Dengan dorongan kebijakan yang kuat, negara ini berpotensi mengembangkan industri chip yang lebih mandiri, mempercepat inovasi teknologi, dan meningkatkan daya saing di kancah internasional.
09 Mar 2026, 13.20 WIB

Konflik Nexperia-China Picu Krisis Chip Global Semakin Parah di 2026

Krisis chip global semakin memburuk pada 2026 akibat konflik antara produsen chip Belanda, Nexperia, dan anak usahanya di China, Wingtech. Prioritas produksi chip HBM yang menguntungkan dan tingginya permintaan chip konvensional menyebabkan kelangkaan parah. Konflik ini diperparah oleh pengambilalihan Wingtech oleh Den Haag, kontrol ekspor chip oleh Beijing, dan penangguhan suplai wafer. Negosiasi antara Beijing, Den Haag, dan Brussel tidak berhasil mencapai solusi yang memuaskan kedua pihak. Dampaknya mengganggu produksi chip terutama untuk sektor otomotif, menimbulkan kenaikan harga chip, dan berpotensi memperpanjang krisis hingga 2026. Konflik ini juga mengancam stabilitas rantai pasok semikonduktor global.
08 Mar 2026, 17.30 WIB

China Peringatkan Belanda Jika Konflik Nexperia Picu Krisis Chip Global

Nexperia, perusahaan chip asal Belanda, terjadi perselisihan dengan anak perusahaannya di China yang mengakibatkan pemutusan akses akun kantor karyawan di China. Kementerian Perdagangan China menyatakan tindakan ini mengacaukan operasi produksi anak perusahaan di China dan bisa memicu krisis pasokan chip otomotif global. Ketegangan ini sudah berlangsung berbulan-bulan dan sebelumnya telah mengganggu pasokan chip otomotif dunia. Pemerintah China menuntut Belanda bertanggung jawab penuh jika gangguan ini kembali terjadi dan memperparah kekurangan chip. Belanda belum memberikan komentar terkait masalah ini. Peringatan ini penting karena rantai pasokan semikonduktor sangat vital di industri otomotif dan teknologi. Konflik yang berkepanjangan berpotensi mempengaruhi ketersediaan chip secara global yang sudah rentan. Diperlukan solusi segera agar operasi pabrik dan produksi chip tidak terganggu lebih lama.
05 Mar 2026, 16.32 WIB

China Dorong Kemandirian Teknologi Chip Melawan Dominasi ASML Belanda

Eksekutif teratas industri semikonduktor China menyerukan akselerasi pembangunan alternatif domestik untuk menggantikan teknologi peralatan litografi Belanda ASML. Mereka menilai industri saat ini terlalu kecil, terfragmentasi, dan sumber daya tidak terfokus. Ini terjadi di tengah tekanan sanksi Amerika Serikat yang membatasi akses teknologi penting. ASML menguasai teknologi litografi EUV dengan rantai pasokan kompleks yang melibatkan ribuan pemasok. China mengalami pembatasan signifikan di bidang desain chip, wafer silikon, dan peralatan manufaktur yang sangat bergantung pada teknologi AS dan Belanda. Artikel ini ditulis oleh pimpinan SMIC, Empyrean, YMTC, Naura, dan akademisi terkemuka sebagai panggilan aksi nasional. Seruan ini menuntut penggabungan sumber daya keuangan dan manusia serta penyusunan rencana darurat untuk menghadapi tantangan teknologi. Jika berhasil, ini akan membantu China mengurangi ketergantungan pada teknologi asing dan memperkuat kedaulatan teknologi dalam industri semikonduktornya. Langkah ini juga berpotensi mengubah peta persaingan global di sektor teknologi tinggi.

Baca Juga

  • Gelombang Kritikan Ring

  • Demam OpenClaw di China

  • Raksasa Teknologi Tiongkok

  • Asisten AI Tanpa Batas

  • Revolusi Energi & Komputasi Mutakhir

  • Badai Bitcoin: Iran, AI & ETF

  • PP Tunas Mendunia

  • Revolusi Mobile AI Barcelona 2026

  • Arsenal Militer Generasi Baru

  • Balas Dendam Iran: Rudal, Siber & Energi