Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Bitcoin Volatilitas: Dari HODL ke AI Pivot

Share

Kumpulan artikel ini mengulas dinamika pasar kripto, terutama Bitcoin, yang dipengaruhi oleh keputusan penambang publik menjual aset demi pendanaan AI, aliran masuk dan keluar ETF, tekanan likuiditas serta gejolak geopolitik seperti konflik di Iran. Selain itu, perkembangan token altcoin dan strategi institusional turut menambah kompleksitas pergerakan pasar.

13 Mar 2026, 07.42 WIB

Langkah Pemerintah AS Stabilkan Harga Minyak Demi Redam Kekhawatiran Ekonomi

Langkah Pemerintah AS Stabilkan Harga Minyak Demi Redam Kekhawatiran Ekonomi
Harga minyak dunia melonjak hampir 10% mendekati 100 dolar per barel, memicu kekhawatiran terhadap dampak ekonomi di Amerika Serikat dan menyebabkan koreksi di pasar saham. Sekretaris Treasury Scott Bessent mengumumkan kebijakan baru untuk mengizinkan pembelian minyak Rusia yang tertahan di laut guna meningkatkan pasokan global. Kebijakan ini diberlakukan sementara sebagai respons atas gangguan pasokan minyak global akibat konflik geopolitik yang menyebabkan harga energi meningkat drastis. Selain itu, harga Bitcoin turut naik hampir 2,2%, mencerminkan sentimen pasar terhadap langkah pemerintah AS. Dengan adanya langkah ini, diharapkan pasokan minyak menjadi lebih lancar dan harga minyak berpotensi turun dalam waktu dekat, sehingga mengurangi tekanan inflasi dan ketidakpastian ekonomi. Namun, tindakan ini bersifat sementara dan perlu disusul oleh pendekatan jangka panjang untuk memastikan stabilitas energi.
13 Mar 2026, 00.06 WIB

Mengapa Cryptocurrency Gagal Jadi Pengganti Uang Sehari-hari sampai Kini

Mengapa Cryptocurrency Gagal Jadi Pengganti Uang Sehari-hari sampai Kini
Cryptocurrency menjanjikan revolusi uang yang tanpa batas dan tanpa kepercayaan, tapi kenyataannya adopsi global masih di bawah 10%. Penggunaan crypto untuk pembayaran hampir tidak ada, dengan banyaknya spekulasi dan token meme tanpa nilai sebenarnya. Ini menunjukkan kegagalan teknologi ini memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat umum. Blockchain utama seperti Ethereum menghadirkan ekosistem yang kompleks dan sulit digunakan oleh pengguna biasa, yang harus mengelola kunci pribadi dan menghadapi biaya transaksi yang tidak menentu. Sementara itu, jaringan lain menghadapi masalah teknis seperti gangguan dan penurunan nilai token yang merugikan pengguna. Bursa terpusat masih mendominasi karena kemudahan penggunaan yang sulit ditandingi oleh wallet mandiri. Dominasi aktivitas spekulatif dan instrumen keuangan rumit menyebabkan volatilitas harga yang ekstrem dan kerugian besar bagi investor ritel. Sementara itu, kegagalan dalam menyederhanakan penggunaan teknologi membuat crypto tetap menjadi produk untuk segelintir penggemar teknis. Masa depan crypto bergantung pada proyek yang mampu mengabstraksi kompleksitas dan menghadirkan solusi keuangan sederhana dan dapat diandalkan.
12 Mar 2026, 22.57 WIB

Dampak Kenaikan Harga Minyak Terhadap Biaya dan Profit Bitcoin di Tengah Gejolak Timur Tengah

Dampak Kenaikan Harga Minyak Terhadap Biaya dan Profit Bitcoin di Tengah Gejolak Timur Tengah
Harga minyak dunia telah melewati angka 100 dolar per barel karena ketegangan yang meningkat di Timur Tengah. Sekitar 8–10 persen dari hashrate Bitcoin berasal dari negara-negara Teluk yang listriknya bergantung pada minyak, sehingga kenaikan harga minyak sedikit mempengaruhi biaya operasional mereka. Sementara itu, mayoritas jaringan Bitcoin menggunakan listrik dari sumber lain yang tidak langsung terpengaruh oleh harga minyak. Penelitian dari Luxor menunjukkan bahwa pengaruh langsung harga minyak terhadap biaya listrik dan penambangan Bitcoin relatif kecil, karena sebagian besar penambang beroperasi di wilayah dengan listrik yang didukung oleh gas alam, batubara, hidro, atau nuklir. Namun, dampak makroekonomi dari kenaikan harga minyak, seperti gejolak pasar keuangan akibat ketegangan geopolitik, dapat menyebabkan harga Bitcoin mengalami tekanan signifikan. Akibatnya, penambang lebih rentan terhadap fluktuasi harga Bitcoin daripada perubahan biaya listrik. Penurunan tajam harga Bitcoin akan berdampak lebih besar pada profitabilitas mereka dibandingkan dengan kenaikan biaya listrik akibat harga minyak tinggi. Ini menyoroti pentingnya memantau kondisi pasar makro dan geopolitik yang dapat mempengaruhi aset kripto secara keseluruhan.
12 Mar 2026, 22.41 WIB

Bitcoin Tahan di Atas 70 Ribu Saat Ketegangan Hormuz Picu Volatilitas Pasar

Bitcoin Tahan di Atas 70 Ribu Saat Ketegangan Hormuz Picu Volatilitas Pasar
Ketegangan geopolitik yang meningkat di Selat Hormuz menyebabkan lonjakan harga minyak lebih dari 10%, mendekati 100 dolar per barel. Senator dan pemimpin Iran mengeluarkan ancaman serius terkait pengendalian jalur tersebut sehingga memicu kekhawatiran pelaku pasar global. Akibatnya pasar saham utama jatuh tajam, dengan indeks Nasdaq turun 1,6% dan S&P 500 turun 1,2%. Sektor keuangan menjadi sorotan dengan penurunan tajam saham perusahaan besar seperti Morgan Stanley, JPMorgan, Citigroup, dan Wells Fargo. Morgan Stanley bahkan membatasi penarikan dana pada salah satu fund switanya senilai 8 miliar dolar. Di tengah kecemasan kredit swasta, bitcoin justru tetap stabil di atas 70.000 dolar, memperlihatkan ketahanan yang tidak dimiliki oleh aset risiko lain. Investor institusional mulai menaruh perhatian pada utilitas keuangan bitcoin lewat aplikasi berbasis blockchain yang memungkinkan penggunaan bitcoin dalam kehidupan sehari-hari. Pergerakan ini menunjukkan dorongan pergeseran persepsi bitcoin dari aset spekulatif menuju aset yang memiliki fungsi lebih luas di sektor keuangan. Jika kondisi geopolitik tetap tegang, bitcoin bisa semakin diperhitungkan sebagai safe-haven di masa depan.
12 Mar 2026, 22.28 WIB

Ark Invest: Komputer Kuantum Bukan Ancaman Langsung untuk Keamanan Bitcoin

Ark Invest: Komputer Kuantum Bukan Ancaman Langsung untuk Keamanan Bitcoin
Ark Invest bersama Unchained melaporkan bahwa komputer kuantum saat ini belum cukup kuat untuk membobol enkripsi Bitcoin yang menggunakan kurva eliptik. Para penulis laporan menegaskan bahwa meskipun potensi ancaman ada, komputer kuantum saat ini belum dapat mengompromikan keamanan dompet Bitcoin. Laporan tersebut menyebut sekitar 35% pasokan Bitcoin berada di alamat yang rentan secara teori terhadap serangan kuantum, termasuk 1 juta BTC milik Satoshi Nakamoto dan sejumlah besar bitcoin yang hilang atau dapat dipindahkan ke alamat lebih aman. Risiko serangan kuantum diproyeksikan berkembang perlahan dan mahal bagi penyerang, memungkinkan waktu bagi komunitas untuk beradaptasi. Laporan menekankan bahwa respons global dari pemerintah dan perusahaan teknologi kemungkinan akan terjadi sebelum ancaman kuantum benar-benar meluas, memberi waktu bagi komunitas Bitcoin untuk mengadopsi kriptografi tahan kuantum dan memindahkan aset digital yang rentan. Hal ini meyakinkan investor bahwa risiko saat ini belum mendesak dan ada solusi teknis yang sudah diketahui.
12 Mar 2026, 22.00 WIB

Mengapa Saham Circle Naik 126% di Tengah Turunnya Pasar Kripto

Saham Circle mengalami kenaikan signifikan sekitar 126% sejak Februari meskipun pasar aset kripto secara keseluruhan sedang menurun. Hal ini berarti performa Circle berbeda dari tren pasar yang biasanya terindikasi kuat oleh pergerakan harga digital asset. Penyebab utama kenaikan ini adalah ketahanan kapitalisasi pasar USDC dan pengakuan atas keunggulan model bisnis Circle dalam mengelola stablecoin serta infrastruktur pembayaran yang terintegrasi dan andal. Bank William Blair menilai ini sebagai indikasi bahwa pasar mulai menghargai potensi stablecoin sebagai infrastruktur pembayaran global. Implikasinya adalah bahwa stablecoin seperti USDC dapat berkembang menjadi standar pembayaran utama lintas negara, dengan Circle memegang posisi strategis melalui teknologi dan jaringan yang sudah dibangun. Ini membuka peluang besar bagi pengembangan pasar stablecoin dan adopsi masif dalam sistem keuangan dunia.
12 Mar 2026, 21.29 WIB

Pemegang Bitcoin Melakukan Penjualan Agresif di Tengah Ketegangan Geopolitik

Pemegang bitcoin di berbagai kelompok dompet mulai menjual aset mereka secara agresif akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Data on-chain dari Glassnode menunjukkan distribusi bitcoin yang dalam, terutama dipimpin oleh investor ritel dan kelompok pemilik bitcoin kecil hingga menengah. Glassnode mencatat Accumulation Trend Score turun drastis ke 0,04, menandakan tren distribusi bersih. Kelompok dompet dengan kepemilikan 1-10 BTC dan 10-100 BTC memimpin penjualan, sementara dompet besar dengan 1.000 BTC ke atas juga turut menjual meskipun dengan intensitas lebih rendah. Meski terjadi penjualan besar-besaran, bitcoin tetap bertahan kuat di sekitar level 70.000. Ini menunjukkan bahwa permintaan jangka panjang masih ada, dan bitcoin mampu menunjukkan ketahanan yang lebih baik dibandingkan aset makro lain seperti obligasi dan minyak dalam kondisi pasar yang menantang.
12 Mar 2026, 20.44 WIB

Cryptio Raih Pendanaan Rp 751.50 miliar ($45 Juta) Dorong Akuntansi Aset Digital di Institusi

Cryptio meraih Rp 751.50 miliar ($45 juta) dalam pendanaan Seri B yang dipimpin oleh BlackFin Capital Partners dan Sentinel Global untuk mengembangkan perangkat lunak akuntansi aset digital yang semakin diminati institusi. Pendanaan ini didukung oleh partisipasi investor awal dan memperkuat posisi Cryptio di pasar. Hal ini menandai percepatan kebutuhan institusi terhadap solusi akuntansi yang dapat mengelola aset kripto dengan transparan dan akuntabel. Perangkat lunak Cryptio memungkinkan perusahaan melacak aset kripto dan lokasi penyimpanannya di berbagai dompet, kustodian, serta bursa. Selain itu, aplikasi ini mendukung pengelolaan pinjaman kripto dan tokenisasi aset digital. Saat ini, Cryptio sudah melayani lebih dari 450 klien termasuk Circle Internet dan Société Générale, dan mempekerjakan sekitar 110 karyawan. Meningkatnya permintaan lembaga keuangan dan pelonggaran regulasi seperti SAB 122 dan aturan FASB mendorong pengembangan produk berfokus pada akuntansi, rekonsiliasi, dan peminjaman aset digital. Cryptio memanfaatkan momentum ini untuk memperluas pasar serta menjawab kebutuhan institusi yang lebih kompleks seiring dengan tumbuhnya industri aset digital. Ini juga membuka jalan bagi standarisasi yang lebih matang di sektor akuntansi kripto.
12 Mar 2026, 20.32 WIB

Inovasi Blockchain: Memodernisasi Perdagangan Minyak Dunia dengan Token LITRO

Pasar minyak dunia masih dijalankan dengan sistem yang usang dan berbelit-belit, dengan transaksi sering memakan waktu hingga 90 hari dan terhambat oleh dokumen kertas. Polemik ini diperparah oleh ketidakstabilan geopolitik yang memicu lonjakan harga minyak dan ketidakpastian pasar global. Index hadir sebagai solusi revolusioner dengan mengusung tokenisasi minyak berbasis blockchain yang membuat perdagangan minyak menjadi lebih cepat dan efisien. LITRO token dibuat dengan nilai terkendali yang berdasarkan benchmark minyak Brent dan WTI, di mana setiap token merepresentasikan satu liter minyak fisik yang disimpan secara aman dengan kepemilikan yang telah diaudit. Platform ini memanfaatkan teknologi Arbitrum untuk skalabilitas dan menawarkan sebuah sistem logistik terintegrasi yang mengatur pengiriman fisik minyak melalui digitalisasi proses dan pengawasan IoT. Langkah ini bertujuan untuk membuka pasar minyak bagi investor lebih kecil dan menciptakan likuiditas 24/7. Dengan target peluncuran resmi pada Januari 2027 dan uji coba produk mulai bulan Maret 2026, INDEX berpotensi mengubah lanskap pasar minyak dengan membawa transparansi dan efisiensi lewat blockchain. Proyek ini juga merespons kebutuhan mendesak akibat gangguan pasokan di Timur Tengah sekaligus mengurangi ketergantungan pada sistem konvensional dan aturan perdagangan tradisional. Jika berhasil, tokenisasi ini dapat menjadi pionir dalam perdagangan komoditas digital yang terikat pada aset riil.
12 Mar 2026, 19.49 WIB

Cryptio Raih Dana Rp 751.50 miliar ($45 Juta) Dorong Akuntansi Aset Digital untuk Institusi

Cryptio mengumumkan pendanaan Seri B sebesar 45 juta dolar AS yang dipimpin oleh BlackFin Capital dan Sentinel Global. Pendanaan ini terjadi saat adopsi aset digital oleh institusi keuangan dan perusahaan semakin meluas. Regulasi yang lebih jelas dari SEC dan FASB juga menurunkan hambatan untuk institusi. Perangkat lunak Cryptio memudahkan perusahaan melacak aset digital mereka di berbagai dompet, kustodian, dan bursa. Selain itu, platform ini membantu pengelolaan pinjaman kripto dan pencatatan laporan keuangan berdasarkan nilai wajar. Klien mereka meliputi Circle Internet dan Société Générale, dengan total pengguna lebih dari 450 perusahaan. Dengan dana baru ini, Cryptio dapat mempercepat pengembangan dan memperluas pasarnya, terutama di kalangan institusi besar. Pendekatan integrasi dengan sistem akuntansi tradisional memungkinkan adopsi yang lebih mudah dan membantu perusahaan mematuhi aturan pelaporan keuangan terbaru.
Setelahnya

Baca Juga

  • Gelombang AI Global

  • Kebangkitan Raksasa EV China

  • Bitcoin Volatilitas: Dari HODL ke AI Pivot

  • Dominasi Hipersonik & Maritim

  • Pionir Material dan Energi Cerdas

  • Gym, Tarian & Parkour Robot Humanoid

  • Meta Melesat: AI & Ekspansi Global

  • Asisten AI Tanpa Batas

  • Privasi Terbongkar

  • Perjudian Geopolitik: Bursa Konflik