
Grab Indonesia membagikan data tentang pendapatan mitra pengemudi mereka yang terdiri dari pengemudi roda dua (GrabBike) dan roda empat (GrabCar). Data ini menggambarkan variasi penghasilan mitra yang tidak semuanya menjadikan pekerjaan ini sebagai penghasilan utama mereka.
Mayoritas pengemudi roda dua, yakni lebih dari 80%, dan pengemudi roda empat mencapai 67% menggunakan pekerjaan ini sebagai penghasilan sampingan. Mereka biasanya memiliki pekerjaan lain dan menjalankan pekerjaan sebagai mitra Grab setelah pekerjaan utama mereka selesai.
Penghasilan bulanan mitra bervariasi mulai dari kurang dari Rp 1 juta hingga lebih dari Rp 10 juta. Pengemudi roda dua rata-rata menyelesaikan 28 order per hari dalam kasus penghasilan utama, sedangkan pengemudi roda empat menyelesaikan rata-rata 11 order per hari.
Jumlah total mitra terdaftar Grab mencapai 3,7 juta, dengan sekitar 700-800 ribu mitra yang aktif narik setidaknya satu kali dalam sebulan. Grab juga menunjukkan inklusivitas dengan banyak mitra perempuan dan mitra dengan usia di atas 36 tahun, serta mitra yang merupakan korban PHK.
Grab dianggap oleh CEO Neneng Goenadi sebagai platform yang memberikan fleksibilitas besar bagi mitra pengemudi. Selain itu, peran Grab menjadi salah satu solusi sosial penting di tengah persaingan ketat dan kondisi sosial ekonomi masyarakat Indonesia.