Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

AI: Konflik & Inovasi

Share

Serangkaian artikel ini membahas dinamika sengit dan inovasi di dunia AI, mulai dari perseteruan korporasi seperti Anthropic vs Pentagon, kesepakatan besar Meta-AMD, hingga tantangan teknologi dan regulasi global. Juga diulas perkembangan terdepan model AI, startup potensial, aplikasi baru seperti LLM yang dapat dijelaskan, serta kompetisi geopolitik antara AS, China, dan Uni Emirat Arab. Tidak ketinggalan, sorotan pada kekhawatiran tentang kualitas output AI ("slop") dan dampaknya bagi industri kreatif serta pasar modal.

20 Feb 2026, 18.58 WIB

G42 dan Cerebras Bangun Superkomputer AI 8 Exaflops untuk India

G42 dan Cerebras Bangun Superkomputer AI 8 Exaflops untuk India
G42, perusahaan teknologi asal Abu Dhabi, bekerjasama dengan perusahaan pembuat chip asal Amerika Serikat, Cerebras, akan membangun sistem superkomputer dengan kapasitas 8 exaflops di India. Sistem ini bertujuan untuk mendukung aplikasi kecerdasan buatan di institusi pendidikan, pemerintah, dan usaha kecil menengah dengan mematuhi aturan lokal terkait data dan keamanan. Superkomputer ini akan dihosting di India dan akan mengikuti aturan ketat mengenai residensi dan keamanan data. Hal ini dianggap penting untuk menjaga kedaulatan data serta meningkatkan kemampuan nasional dalam bidang kecerdasan buatan, terutama dalam mendukung peneliti dan pengembang lokal agar dapat mengembangkan aplikasi AI yang sesuai dengan kebutuhan negara. Dalam proyek ini, universitas Mohamed bin Zayed untuk Kecerdasan Buatan dan Pusat Pengembangan Komputasi Lanjutan India turut berpartisipasi. Tahun lalu, universitas ini bersama dengan G42 juga merilis model bahasa besar bernama Nanda 87B yang mengerti bahasa Hindi dan Inggris, sehingga menambah relevansi proyek ini bagi kebutuhan lokal. Selain itu, ada beberapa pengumuman investasi besar dari perusahaan dan pemerintah India di bidang AI dan infrastruktur data. Misalnya, Adani merencanakan investasi sebesar 100 miliar dolar AS untuk membangun pusat data, Reliance akan menginvestasikan 110 miliar dolar AS, serta OpenAI bekerja sama dengan Tata Group untuk menghadirkan kapasitas AI hingga 1 gigawatt. Menteri teknologi India, Ashwini Vaishnaw, mengungkapkan bahwa pemerintah akan memberikan insentif pajak dan dukungan kebijakan untuk menarik lebih dari 200 miliar dolar AS investasi dalam dua tahun ke depan. Ini menegaskan betapa pentingnya pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan untuk masa depan teknologi dan ekonomi India.
19 Feb 2026, 21.43 WIB

Mirai: Mempercepat AI Langsung di Perangkat untuk Masa Depan Hemat Biaya

Mirai: Mempercepat AI Langsung di Perangkat untuk Masa Depan Hemat Biaya
Banyak perusahaan saat ini fokus pada pengembangan AI yang bergantung pada cloud dan pusat data besar, tetapi Mirai sebuah startup di London memiliki visi berbeda. Mereka fokus mengembangkan teknologi yang memungkinkan AI berjalan langsung di perangkat seperti ponsel dan laptop agar lebih efisien dan hemat biaya. Mirai didirikan oleh Dima Shvets dan Alexey Moiseenkov yang sebelumnya terlibat dalam aplikasi viral berbasis AI. Mereka mengembangkan mesin inferensi khusus yang dioptimalkan untuk Apple Silicon, sehingga meningkatkan kecepatan eksekusi model AI hingga 37 persen tanpa menurunkan kualitas hasil. Startup ini juga tengah menyiapkan SDK yang mudah digunakan sehingga pengembang aplikasi hanya perlu menambahkan beberapa baris kode untuk menggunakan teknologi AI on-device mereka. Selain fokus pada teks dan suara, mereka berencana mendukung pengolahan citra di masa mendatang. Tim Mirai sedang menggandeng penyedia model AI dan produsen chip untuk meningkatkan performa serta merencanakan perluasan ke perangkat berbasis Android. Mereka juga membuat sistem orkestrasi yang memungkinkan kombinasi penggunaan AI di perangkat dengan cloud untuk tugas-tugas yang lebih berat. Investasi awal sebesar 10 juta dolar dari berbagai pemodal dan figur berpengaruh menunjukkan keyakinan pasar pada solusi edge AI yang mereka tawarkan. Di masa depan, penggunaan AI on-device berpotensi menjadi tren utama karena manfaat efisiensi biaya dan privasi yang ditawarkannya.
19 Feb 2026, 18.00 WIB

Rahasia dan Makna Menjadi Aplikasi Nomor 1 di App Store

Rahasia dan Makna Menjadi Aplikasi Nomor 1 di App Store
Fokus Friend, sebuah aplikasi manajemen waktu layar yang dibuat Bria Sullivan, berhasil mencapai posisi nomor satu di App Store untuk satu hari saja, yang sudah menjadi pencapaian luar biasa. Artikel ini mengeksplorasi arti dan dampak dari menjadi aplikasi terpopuler di toko aplikasi terbesar di dunia tersebut. Peringkat aplikasi di App Store sangat kompetitif, dengan hampir dua juta aplikasi bersaing. Hanya sekitar 570 aplikasi yang pernah mencapai puncak sejak 2012, dan sebagian besar cuma bertahan 10 hari atau kurang. Mendapatkan sekitar 200.000 unduhan dalam sehari diperkirakan menjadi kunci untuk bisa naik ke puncak. Aplikasi yang menduduki peringkat satu sering mengalami lonjakan perhatian yang cepat tetapi juga kehilangan pengguna dengan cepat. Strategi seperti meluncurkan aplikasi tepat waktu dengan momentum budaya atau menawarkan sesuatu secara gratis bisa membantu mencapai posisi puncak, tapi mempertahankannya sulit. Menjadi nomor satu punya nilai simbolis sangat besar. Pencapaian ini sering menjadi pembuka pintu untuk peluang bisnis dan reputasi, seperti alat pemasaran utama. Namun, para developer yang berpengalaman mengingatkan agar tidak mengorbankan kualitas dan pertumbuhan berkelanjutan demi hanya sekedar mengejar lonjakan singkat tersebut. Singkatnya, menduduki puncak App Store itu seperti mendapatkan gelar prestisius; memberikan pengakuan yang tidak bisa dihapus, tapi bukan jaminan kesuksesan jangka panjang. Para pengembang disarankan fokus membangun produk yang kuat dan komunitas pengguna setia setelah mendapat peluang dari momentum tersebut.
Sebelumnya

Baca Juga

  • Jejak Tata Surya Purba

  • Teluk Terbakar

  • Waspada Penipuan Digital

  • Bitcoin di Ujung Konflik Iran

  • AI: Konflik & Inovasi

  • Arena Dominasi Digital & Geopolitik

  • Inovasi Penunjang Koloni Lunar

  • Revolusi Mobile AI Barcelona 2026

  • Panen THR Ojol 2026

  • Invasi Zero-Day: Dari Cisco hingga Broker Rusia