Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Teknologi Baru Memproduksi Listrik Dari Limbah Nuklir Dalam Waktu Singkat

Sains
Fisika dan Kimia
News Publisher
19 Feb 2026
1181 dibaca
2 menit
Teknologi Baru Memproduksi Listrik Dari Limbah Nuklir Dalam Waktu Singkat

TLDR

Proyek di Jefferson Lab berfokus pada pengembangan teknologi untuk mengolah limbah nuklir menjadi sumber energi yang lebih aman.
Dengan menggunakan teknologi ADS, masa penyimpanan limbah nuklir dapat dipersingkat dari 100.000 tahun menjadi hanya 300 tahun.
Kolaborasi dengan perusahaan industri penting untuk mempercepat transisi dari penelitian ke produksi komersial.
Para peneliti di Thomas Jefferson National Accelerator Facility sedang mengembangkan teknologi canggih yang dapat mengubah limbah bahan bakar nuklir bekas menjadi sumber listrik tambahan. Proyek ini bertujuan untuk mengurangi masa radioaktif limbah yang biasanya mencapai 100.000 tahun menjadi hanya 300 tahun.Teknologi yang mereka kembangkan disebut Accelerator-Driven Systems (ADS), menggunakan akselerator partikel untuk menembakkan proton berenergi tinggi ke target cair seperti merkuri. Proses ini memicu spallation yang menghasilkan neutron yang dapat menetralkan isotop berbahaya.Salah satu kemajuan penting adalah penggantian material dalam akselerator dari niobium biasa menjadi niobium-tin yang dapat beroperasi pada suhu yang lebih tinggi, sehingga mengurangi kebutuhan pendinginan mahal dan memungkinkan penggunaan pendingin komersial yang lebih sederhana dan murah.Selain itu, mereka juga mengembangkan magnetron yang merupakan sumber daya mirip dengan yang digunakan di oven microwave, yang diadaptasi agar dapat memberikan hingga 10 megawatt daya pada frekuensi yang sangat presisi agar sesuai dengan cavity akselerator.Inisiatif ini didukung oleh pemerintah Amerika Serikat melalui program NEWTON, yang melibatkan berbagai mitra industri untuk memastikan teknologi ini dapat dengan cepat bergerak dari penelitian menuju produksi komersial dan membantu menyelesaikan masalah limbah nuklir yang sudah lama menjadi tantangan dunia.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.