TLDR
Metode baru ini meningkatkan pemahaman tentang perilaku bahan bakar nuklir di bawah kondisi ekstrem. Inovasi ini berpotensi meningkatkan keselamatan dan efisiensi reaktor nuklir generasi mendatang. Pendekatan ini juga dapat diterapkan dalam penelitian material lainnya di luar energi nuklir. Peneliti di Argonne National Laboratory telah mengembangkan metode pengujian baru yang dapat mengukur performa bahan nuklir pada suhu hingga 1.000 Kelvin. Ini sangat penting untuk meningkatkan keamanan dan efisiensi reaktor nuklir yang beroperasi dalam kondisi ekstrem.Metode yang disebut 'suspended bridge method' ini menggunakan sampel bahan yang sangat tipis dengan ukuran mikrometer dan diuji dalam kondisi vakum. Teknik ini memungkinkan pengukuran secara akurat tanpa gangguan dari material lain di sekitarnya.Pengujian ini dapat mengisolasi fase individu dari bahan bakar nuklir untuk melihat bagaimana komponen-komponen tertentu mengalami degradasi akibat kerusakan radiasi. Hal ini sangat penting agar bahan bakar tetap aman dan efisien selama digunakan.Keunggulan metode ini termasuk rentang suhu pengujian yang luas, ketelitian tinggi dalam pengukuran, dan pengurangan risiko bagi teknisi karena menggunakan sampel radioaktif berukuran kecil. Hasil awal sudah menunjukkan keakuratan yang baik melalui pengujian pada stainless steel dan paduan uranium-molibdenum.Selain untuk energi nuklir, metode ini juga bisa digunakan untuk mengukur sifat listrik material lain, memberikan manfaat bagi penelitian material termoelektrik dan pengembangan perangkat elektronik yang lebih efisien di masa depan.