Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus

Dilema Daya AI

Share

Artikel ini mengeksplorasi inovasi chip dan pelatihan AI yang mempercepat perluasan pusat data, lonjakan konsumsi daya hingga empat kali lipat pada 2030, serta sorotan kampanye lingkungan dan kebijakan agar perusahaan teknologi menanggung biaya listrik sendiri.

01 Mar 2026, 00.09 WIB

Tantangan dan Solusi Energi di Era Pusat Data AI Berbasis Semikonduktor

Tantangan dan Solusi Energi di Era Pusat Data AI Berbasis Semikonduktor
Pembangunan pusat data AI diperkirakan akan meningkatkan pengeluaran cloud hingga 87% antara 2025 dan 2030, yang mendorong pertumbuhan pasar semikonduktor sebesar 53% pada 2029. Namun, konsumsi energi pusat data juga meningkat drastis, dengan potensi melampaui kapasitas energi dunia pada 2030. Hal ini menimbulkan kekhawatiran keberlanjutan dan kebutuhan solusi efisiensi yang mendesak. Dr. Rick Tsai menekankan pentingnya metrik Perf/TCO dan Perf/Watt serta co-optimisasi dalam desain pusat data, termasuk integrasi memori, interkoneksi, dan kemasan elektronik canggih. Anirudh Devgan dari Cadence menunjukkan bahwa AI dapat mempercepat desain chip hingga 100 kali lipat dan mengurangi konsumsi daya melalui model bahasa besar khusus. Sementara itu, Apple dan universitas mulai membalikkan tren penurunan insinyur silikon melalui program pelatihan intensif. Kondisi ini mengindikasikan perlunya kolaborasi antara produsen chip, perusahaan desain, dan institusi pendidikan untuk mengatasi keterbatasan energi dan sumber daya manusia. Kegagalan mengelola konsumsi energi pusat data AI berpotensi menghambat kemajuan teknologi AI secara global dan memperparah masalah lingkungan. Inovasi yang terintegrasi dan pelatihan yang tepat menjadi kunci agar pengembangan AI dapat berkelanjutan.
28 Feb 2026, 14.55 WIB

Inisiatif Baru NGDCI Atasi Tantangan Energi Pusat Data AI Masa Depan

Inisiatif Baru NGDCI Atasi Tantangan Energi Pusat Data AI Masa Depan
Laboratorium Nasional Oak Ridge meluncurkan NGDCI untuk mengatasi tantangan konsumsi energi di pusat data AI yang diperkirakan akan meningkat pesat. NGDCI menggabungkan keahlian teknologi energi dan kolaborasi dengan perusahaan besar seperti AMD, NVIDIA, serta menggunakan proyek MEGA-DC sebagai dasar riset. Inisiatif ini berpotensi membuat pusat data AI lebih efisien, andal, dan mendukung ketahanan jaringan listrik nasional di masa depan.
27 Feb 2026, 15.27 WIB

Aksi Nasional Soroti Bahaya Pertumbuhan Cepat Pusat Data Terhadap Lingkungan Inggris

Aksi Nasional Soroti Bahaya Pertumbuhan Cepat Pusat Data Terhadap Lingkungan Inggris
Komunitas dan aktivis di seluruh Inggris menggelar dua hari aksi untuk memperingatkan bahaya yang ditimbulkan oleh pesatnya pembangunan pusat data. Kegiatan ini termasuk aksi jalan kaki dan diskusi online, bertujuan agar masyarakat dan pemerintah lebih menyadari dampak lingkungan dan sosial dari infrastruktur tersebut. Parlemen Inggris kini ikut menanggapi dengan membuka penyelidikan dampak penggunaan energi dan air oleh pusat data terhadap target pemerintah mencapai net zero. Para anggota parlemen, dipimpin oleh Toby Perkins, mengingatkan pentingnya evaluasi matang sebelum memberikan izin pengembangan pusat data secara masif. Aktivis dari Global Action Plan dan kelompok lain mengkritik bahwa kepentingan industri teknologi besar terlalu dominan, sementara suara komunitas lokal sering diabaikan. Mereka menilai pembangunan tanpa batas pusat data dapat mengorbankan energi dan air yang dibutuhkan oleh masyarakat dan merusak iklim. Menurut ahli sustainability Angela Hultberg dari Kearney, pusat data hyperscale dapat mengonsumsi air setara kebutuhan 80.000 orang, terutama di wilayah dengan ketersediaan air terbatas seperti Inggris tenggara. Untuk mengurangi dampak, disarankan memindahkan pusat data ke tempat dengan iklim lebih dingin dan curah hujan tinggi, misalnya Skotlandia. Meskipun ada kekhawatiran, beberapa pihak seperti Maksim Sonin dari Stanford University menganggap bahwa kemajuan teknologi memungkinkan pusat data dibangun dekat sumber energi baru yang lebih bersih. Bahkan teknologi data center terapung yang berjalan sendiri menggunakan energi terbarukan dan nuklir sedang dikembangkan untuk masa depan yang lebih hijau.
26 Feb 2026, 03.42 WIB

Perusahaan Teknologi Berjanji Mandiri Listrik, Cegah Kenaikan Harga Konsumen

Perusahaan Teknologi Berjanji Mandiri Listrik, Cegah Kenaikan Harga Konsumen
Dalam satu tahun terakhir, harga listrik konsumen di Amerika Serikat naik lebih dari 6% karena banyak pusat data AI besar yang tersambung ke jaringan listrik nasional. Kenaikan ini menimbulkan kekhawatiran menjelang pemilu dan membuat Presiden Donald Trump menyampaikan kebijakan baru dalam pidato State of the Union-nya. Trump meminta perusahaan teknologi besar untuk memenuhi kebutuhan listrik mereka sendiri agar harga listrik tidak semakin meningkat bagi warga. Sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, OpenAI, dan Anthropic sudah memberikan janji publik dalam beberapa minggu terakhir bahwa mereka akan bertanggung jawab atas biaya listrik pusat data mereka dan tidak akan membebani konsumen. Misalnya, Microsoft mengatakan akan memastikan biaya listrik pusat data mereka tidak dibebankan pada pelanggan rumah tangga, sementara OpenAI dan Anthropic juga berkomitmen membayar sendiri kenaikan biaya listrik akibat operasi mereka. Google mengumumkan proyek baterai terbesar di dunia yang akan mendukung pusat data mereka di Minnesota, sebagai bentuk dukungan terhadap komitmen penggunaan listrik mandiri. Meski demikian, masih belum jelas bagaimana mekanisme penentuan pusat data mana yang bertanggung jawab terhadap kenaikan harga listrik di suatu wilayah. Pemerintah juga belum memberikan jawaban terkait rincian kebijakan ini. Beberapa politisi seperti Senator Mark Kelly dari Arizona menilai kesepakatan ini masih kurang memadai dan menuntut adanya jaminan nyata agar harga energi tidak melonjak dan komunitas lokal dapat berperan dalam pengambilan keputusan. White House akan mengadakan pertemuan untuk menandatangani kesepakatan resmi bersama perwakilan perusahaan teknologi besar seperti Amazon, Google, Meta, Microsoft, dan lainnya, meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak perusahaan. Walaupun membangun pembangkit listrik di lokasi pusat data dapat mengurangi beban pada jaringan listrik nasional, hal ini tidak otomatis menyelesaikan semua masalah. Pembangkitan listrik sendiri dapat menimbulkan dampak lingkungan dan menambah tekanan pada rantai pasokan sumber energi seperti gas alam, turbin, dan baterai. Oleh sebab itu, solusi jangka panjang harus mempertimbangkan keberlanjutan dan dampak sosial luas.
26 Feb 2026, 03.37 WIB

Langkah Trump dan Perusahaan Teknologi Atasi Kenaikan Biaya Listrik Data Center AI

Langkah Trump dan Perusahaan Teknologi Atasi Kenaikan Biaya Listrik Data Center AI
Presiden Donald Trump mengumumkan rencana kerja sama dengan perusahaan teknologi besar seperti Amazon, Google, Meta, dan Microsoft untuk membangun pembangkit listrik baru khususnya bagi pusat data kecerdasan buatan (AI). Tujuannya adalah agar perusahaan-perusahaan ini bisa memenuhi kebutuhan daya mereka sendiri tanpa membebani konsumen rumah tangga yang sudah menghadapi kenaikan biaya listrik. Beberapa perusahaan teknologi, termasuk Meta dan Microsoft, telah membuat komitmen sukarela untuk mendanai pembangunan pembangkit listrik baru guna menjaga ketersediaan listrik bagi pusat data mereka. Namun, implementasi janji ini masih menghadapi tantangan regulasi dan kerjasama dengan operator jaringan listrik serta otoritas lokal. Kenaikan biaya listrik sebesar 13 persen secara nasional pada tahun 2025 sudah memberatkan banyak konsumen. Ini disebabkan oleh peningkatan kebutuhan listrik dari berbagai sektor, termasuk penggunaan pusat data AI yang diperkirakan akan meningkat dua hingga tiga kali lipat pada 2028, serta pembaruan infrastruktur yang sudah tua. Meskipun begitu, rencana pembangunan pembangkit listrik baru, terutama yang berbahan bakar fosil, menghadapi penolakan dari masyarakat lokal dan kendala teknis seperti keterbatasan pasokan turbin gas. Pendukung lingkungan memperingatkan bahwa strategi ini bisa memperburuk polusi dan perubahan iklim. Respons dari pihak oposisi, seperti Gubernur Virginia Abigail Spanberger, menekankan pentingnya mengatasi biaya listrik tinggi demi kepentingan rakyat. Dia menggarisbawahi urgensi masalah ini yang menjadi perhatian utama di banyak wilayah di Amerika Serikat.
26 Feb 2026, 03.37 WIB

Trump Gagas Pledge Tenaga Listrik Mandiri untuk Perusahaan AI Demi Redam Kenaikan Biaya

Kenaikan biaya listrik di Amerika Serikat menjadi isu penting karena permintaan tenaga listrik yang terus meningkat, terutama dari pusat data AI yang sedang berkembang pesat. Presiden Donald Trump mengumumkan rencana untuk meminta perusahaan teknologi besar menyediakan secara mandiri kebutuhan daya listrik mereka melalui sebuah 'rate payer protection pledge'. Beberapa perusahaan teknologi besar seperti Amazon, Google, Meta, Microsoft, dan OpenAI direncanakan akan mengikuti inisiatif tersebut dalam sebuah acara penandatanganan yang dijadwalkan berlangsung pada 4 Maret. Namun, rincian mengenai isi janji dan aturan pengawasan untuk menjamin pelaksanaan komitmen masih minim. Meta telah mengambil langkah nyata dengan mengikat perjanjian 15 tahun untuk membiayai pembangunan tiga pembangkit gas di Louisiana guna menyuplai energi pusat data mereka. Namun, terdapat kekhawatiran dari warga lokal dan kelompok konsumen bahwa penggunaan pembangkit berbahan fosil akan mempengaruhi harga energi dan lingkungan setempat. Pusat data diperkirakan akan terus meningkatkan permintaan listrik hingga dua sampai tiga kali lipat pada tahun 2028. Inisiatif mempermudah perizinan dan pembangunan pembangkit baru, termasuk yang berbahan bakar fosil, menjadi bagian dari rencana pemerintah untuk mencapai keunggulan global dalam pengembangan AI. Namun, hambatan utama seperti penolakan masyarakat terhadap pembangunan infrastruktur energi baru dan keterbatasan pasokan peralatan membatasi akselerasi rencana tersebut. Demokrat, seperti Gubernur Abigail Spanberger dari Virginia, menekankan pentingnya menanggapi keluhan masyarakat tentang tingginya biaya listrik agar tidak menjadi isu politik lebih luas.
20 Feb 2026, 18.58 WIB

G42 dan Cerebras Bangun Superkomputer AI 8 Exaflops untuk India

G42, perusahaan teknologi asal Abu Dhabi, bekerjasama dengan perusahaan pembuat chip asal Amerika Serikat, Cerebras, akan membangun sistem superkomputer dengan kapasitas 8 exaflops di India. Sistem ini bertujuan untuk mendukung aplikasi kecerdasan buatan di institusi pendidikan, pemerintah, dan usaha kecil menengah dengan mematuhi aturan lokal terkait data dan keamanan. Superkomputer ini akan dihosting di India dan akan mengikuti aturan ketat mengenai residensi dan keamanan data. Hal ini dianggap penting untuk menjaga kedaulatan data serta meningkatkan kemampuan nasional dalam bidang kecerdasan buatan, terutama dalam mendukung peneliti dan pengembang lokal agar dapat mengembangkan aplikasi AI yang sesuai dengan kebutuhan negara. Dalam proyek ini, universitas Mohamed bin Zayed untuk Kecerdasan Buatan dan Pusat Pengembangan Komputasi Lanjutan India turut berpartisipasi. Tahun lalu, universitas ini bersama dengan G42 juga merilis model bahasa besar bernama Nanda 87B yang mengerti bahasa Hindi dan Inggris, sehingga menambah relevansi proyek ini bagi kebutuhan lokal. Selain itu, ada beberapa pengumuman investasi besar dari perusahaan dan pemerintah India di bidang AI dan infrastruktur data. Misalnya, Adani merencanakan investasi sebesar 100 miliar dolar AS untuk membangun pusat data, Reliance akan menginvestasikan 110 miliar dolar AS, serta OpenAI bekerja sama dengan Tata Group untuk menghadirkan kapasitas AI hingga 1 gigawatt. Menteri teknologi India, Ashwini Vaishnaw, mengungkapkan bahwa pemerintah akan memberikan insentif pajak dan dukungan kebijakan untuk menarik lebih dari 200 miliar dolar AS investasi dalam dua tahun ke depan. Ini menegaskan betapa pentingnya pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan untuk masa depan teknologi dan ekonomi India.

Baca Juga

  • Dinamika Industri AI

  • Lompatan Nuklir AS

  • Revolusi 3D Futuristik

  • Arena Dominasi Digital & Geopolitik

  • Dilema Daya AI

  • Revolusi Material Energi China

  • Flagship & Keanehan Smartphone

  • Revolusi Mesin Hidrogen & Terbarukan

  • Hitungan Mundur Diskon TechCrunch Disrupt 2026

  • Konfrontasi AI vs Pentagon