TLDR
Metode QUICC dapat mengurangi waktu pengujian material reaktor dari bertahun-tahun menjadi hanya beberapa hari. Ion beam dapat mensimulasikan kerusakan yang diakibatkan oleh radiasi neutron dengan biaya yang jauh lebih rendah. Penerapan metode ini berpotensi mempercepat pengembangan teknologi reaktor nuklir dan fusi yang lebih maju. Penelitian terbaru dari University of Michigan memperkenalkan metode baru yang disebut QUICC, menggunakan sinar ion untuk menguji material inti reaktor nuklir dengan kecepatan hingga 1.000 kali lebih cepat dibandingkan pengujian konvensional menggunakan neutron. Proses ini dapat menghemat waktu dari lebih dari satu dekade menjadi hanya beberapa hari saja.Biasanya, material diuji dalam reaktor uji neutron yang memerlukan paparan selama bertahun-tahun untuk mencapai tingkat kerusakan tertentu, di mana atom dalam material bergeser hingga 200 kali (dpa). Namun, dengan ion berat yang digunakan dalam metode QUICC, simulasi kerusakan semacam ini dapat tercapai dengan cepat tanpa mengubah sifat kimia material.QUICC juga menambahkan ion helium untuk meniru produksi helium saat reaktor beroperasi, dan dalam pengujian untuk reaktor fusi, metode ini menggunakan tiga jenis ion sekaligus: ion berat, helium, dan hidrogen. Hal ini menciptakan lingkungan yang sangat realistis untuk menguji bagaimana material bertahan dalam kondisi ekstrim di reaktor fusi masa depan.Studi ini didukung oleh berbagai institusi besar seperti Departemen Energi AS, Oak Ridge National Laboratory, dan perusahaan besar seperti Rolls-Royce. Metode ini sedang dalam proses untuk menjadi standar oleh ASTM International, yang memungkinkan pengujian berbasis laboratorium ini menggantikan pengujian lama yang memakan waktu puluhan tahun.Dengan adanya QUICC, diharapkan proses pengembangan dan validasi material reaktor fisi dan fusi akan jauh lebih cepat dan murah. Ini akan mempercepat penerapan teknologi nuklir canggih yang lebih aman dan lebih efisien untuk masa depan energi dunia.