Fokus

Teknologi Frontier: Sains, Energi & Keamanan

Share

Kelompok ini mengulas inovasi dan tantangan di berbagai bidang teknologi mutakhir, mulai dari transformasi limbah manusia menjadi tanah nutrisi untuk pertanian luar angkasa, baterai canggih, elektrifikasi infrastruktur jalan, hingga AI terbuka dan editor video otomatis. Selain itu, dibahas pula isu energi dan pusat data, serta teknologi pertahanan canggih seperti jet generasi kelima dan kapal selam siluman.

28 Feb 2026, 09.55 WIB

Mengapa Konsumen Mudah Lupa Backlash Privasi Ring dan WhatsApp?

Mengapa Konsumen Mudah Lupa Backlash Privasi Ring dan WhatsApp?
Iklan Ring saat Super Bowl mengangkat kontroversi tentang pengawasan yang aktif terus-menerus, yang memicu reaksi negatif dari konsumen. Iklan itu menggunakan kisah tentang anjing hilang untuk menarik simpati, tapi banyak yang mengkritik bahwa ini mendorong pengawasan berlebihan dan kebiasaan pengawasan permanen. Sebelumnya, Ring pernah menghadapi masalah privasi serius antara 2019 hingga 2022 yang membuat mereka harus menyelesaikan kasus dengan FTC, termasuk membatalkan portal akses untuk penegak hukum. Rencana kerja sama Ring dengan Flock Safety yang serupa memicu dugaan Ring ingin menghidupkan kembali akses tersebut, sehingga memperparah backlash yang muncul. Kasus ini mirip dengan kontroversi kebijakan privasi WhatsApp pada 2021, yang memaksa pengguna menerima syarat baru dengan dugaan berbagi data ke Facebook. Meski ada peningkatan besar pada pengunduhan aplikasi alternatif seperti Signal dan Telegram, penggunaan WhatsApp sendiri hampir tidak berkurang dalam jangka panjang. Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun ada reaksi keras dari konsumen terhadap isu privasi dan pengawasan, biasanya hanya berlangsung sementara. Konsumen cenderung kembali menggunakan produk yang bermasalah tanpa tekanan berkelanjutan untuk perubahan atau reformasi. Untuk menghentikan pola berulang ini, masyarakat perlu mengubah sikapnya secara mendalam terhadap pengawasan dan dampaknya bagi kebebasan serta privasi. Tanpa kesadaran dan tindakan nyata yang konsisten, praktik pengawasan berlebihan akan terus terjadi tanpa perubahan berarti.
27 Feb 2026, 18.29 WIB

Pengembangan Baja Tahan Panas untuk Reaktor Nuklir Generasi Keempat di Rusia

Pengembangan Baja Tahan Panas untuk Reaktor Nuklir Generasi Keempat di Rusia
Para ilmuwan Rusia berhasil mengembangkan baja austenitik baru yang tahan terhadap suhu tinggi hingga 600°C khusus untuk digunakan dalam reaktor nuklir berpendingin timbal. Reaktor jenis ini biasanya beroperasi pada suhu yang jauh lebih tinggi dibandingkan reaktor konvensional, sehingga memerlukan material yang lebih tahan panas dan korosi. Baja baru ini dibuat menggunakan pemodelan komputer dan data dari sistem pendingin logam cair berat, memastikan ketahanan radiasi dan daya tahan termal yang tinggi. Material ini juga menunjukkan kekuatan jangka panjang lebih baik daripada baja yang saat ini digunakan di pembangkit listrik tenaga nuklir. Selain pengembangan material, teknologi pengelasan laser juga telah diuji untuk meningkatkan kecepatan produksi peralatan penting yang menggunakan berbagai jenis baja. Teknologi pengelasan ini cocok digunakan untuk reaktor seperti VVER dan RITM, serta mendukung efisiensi produksi struktur kritis. Proyek 'Proryv' yang mengelola pengembangan ini bertujuan membangun siklus bahan bakar tertutup, mengurangi limbah nuklir. Fasilitas yang akan dibangun tidak hanya memiliki reaktor BREST-OD-300 tetapi juga modul untuk mengolah ulang bahan bakar uranium-plutonium sampai menghasilkan bahan bakar baru kembali. Secara paralel, Rosatom juga mengembangkan bahan komposit karbon-karbon yang mampu bertahan pada suhu sangat tinggi hingga 1.600°C, yang akan digunakan dalam reaktor gas berpendingin helium. Semua inovasi ini menjanjikan kemajuan besar bagi teknologi energi nuklir generasi keempat yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
26 Feb 2026, 19.50 WIB

Mengubah Tanah Bulan dan Mars Jadi Ladang Subur dengan Limbah Manusia

Mengubah Tanah Bulan dan Mars Jadi Ladang Subur dengan Limbah Manusia
Para peneliti sedang berupaya mengatasi masalah besar dalam kolonisasi luar angkasa, yaitu bagaimana menyediakan media tanam yang layak di bulan dan Mars yang hanya memiliki tanah berdebu dan berbatu yang disebut regolith. Regolith ini sendiri sebenarnya tidak bisa langsung dipakai untuk menanam karena tidak mengandung nutrisi bagi tanaman. Untuk itu, tim yang terdiri dari berbagai universitas bersama NASA mengembangkan metode menggunakan limbah manusia dan limbah tanaman yang didaur ulang sebagai pupuk. Limbah ini diproses menggunakan sistem bernama BLiSS yang mengubah air limbah sintetis menjadi larutan kaya nutrisi. Dalam eksperimen, larutan ini dicampurkan dengan regolith simulasi bulan dan Mars yang kemudian diaduk selama 24 jam. Hasilnya, tercipta interaksi kimiawi yang memecah mineral dalam regolith sehingga nutrisi penting seperti sulfur, kalsium, dan magnesium bisa diserap oleh tanaman. Selain perubahan kimia, proses ini juga mengubah tekstur regolith yang tadinya tajam dan kasar menjadi lebih halus, mendekati tekstur tanah biasa. Ini memberi harapan besar bahwa tanah ekstraterestrial bisa diolah menjadi media tanam yang sesuai untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Walaupun hasil ini menjanjikan, para ilmuwan menegaskan masih harus diuji coba dengan regolith asli dari bulan dan Mars agar hasilnya lebih realistis dan dapat diterapkan di lapangan. Penelitian ini menjadi fondasi penting untuk pertanian luar angkasa yang berkelanjutan.
26 Feb 2026, 06.00 WIB

Samsung Galaxy S26 Ultra Resmi Meluncur dengan Fitur Keamanan dan Kamera Canggih

Samsung Galaxy S26 Ultra Resmi Meluncur dengan Fitur Keamanan dan Kamera Canggih
Samsung resmi meluncurkan seri flagship Galaxy S26 secara global, termasuk di Indonesia, dengan penawaran preorder mulai 26 Februari sampai 17 Maret 2026. Pengguna bisa mengambil produk lebih awal di awal Maret dan siap untuk memamerkan ponsel baru saat Lebaran. Secara desain, Galaxy S26 Ultra masih mirip dengan pendahulunya, Galaxy S25 Ultra, namun terlihat sentuhan baru pada panel kamera dan bodi yang lebih melengkung serta stylus S Pen dengan kepala miring. Samsung menghadirkan fitur privasi baru pada layar ponsel yang disebut Privacy Display, yang menggunakan layar 2-pola sehingga konten hanya bisa dilihat dari depan dan bisa disesuaikan melalui tiga mode. Ini membantu mencegah orang lain melihat layar dari samping saat pengguna berada di tempat umum. Fitur keamanan tambahan juga hadir, seperti Call Screening dan Scam Detection yang memanfaatkan Galaxy AI untuk memfilter panggilan dari nomor asing agar pengguna tidak tertipu. Dari sisi kamera, Galaxy S26 Ultra mempertahankan konfigurasi empat kamera utama dengan resolusi tertinggi 200MP untuk kamera utama, 50MP untuk ultrawide dan telephoto, serta 10MP telephoto tambahan. Peningkatan signifikan terlihat pada aperture kamera utama yang kini f/1.4 dan telephoto yang lebih besar, memberikan performa fotografi malam lebih baik. Ada fitur video baru bernama Horizontal Lock yang mengunci orientasi frame saat merekam video agar hasilnya tetap stabil tanpa miring. Teknologi AI pada Galaxy S26 juga diperbarui dengan fitur seperti Circle to Search yang lebih kontekstual dalam mengenali objek, Photo Assist yang lebih pintar mengisi konten gambar, serta Creative Studio untuk membuat konten visual dengan perintah teks. Fitur terbaru lainnya, Now Nudge, membantu memberi rekomendasi foto terkait percakapan chat dan berfungsi sebagai pengingat jadwal, meningkatkan kenyamanan penggunaan sehari-hari. Harga Galaxy S26 mengalami kenaikan dibanding seri sebelumnya, terutama pada varian Ultra yang mencapai hingga Rp 31.999.000 untuk kapasitas 1TB. Kenaikan harga ini berlaku untuk semua varian dengan rata-rata Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta. Samsung berharap penambahan fitur keamanan, kamera, dan AI akan menjadi nilai jual utama yang membenarkan harga lebih tinggi bagi konsumen kelas premium.
26 Feb 2026, 01.28 WIB

Teknologi Pengisian Daya Listrik Dinamis: Masa Depan Jalan dan EV Tanpa Batas

Dengan meningkatnya adopsi kendaraan listrik, para insinyur kini tengah mengembangkan sistem pengisian daya nirkabel yang tertanam di jalan, yang memungkinkan pengisian baterai kendaraan saat masih bergerak. Sistem ini menggunakan prinsip resonansi induktif di mana koil listrik tersembunyi di dalam jalan mentransfer energi langsung ke koil penerima di kendaraan. Ide ini diharapkan bisa mengurangi kebutuhan untuk pengisian statis yang memakan waktu dan kapasitas baterai yang besar. Sistem pengisian ini beroperasi pada frekuensi sekitar 85 kHz, dengan efisiensi sekitar 70-80% saat kendaraan bergerak, lebih rendah dibandingkan pengisian statis yang bisa mencapai lebih dari 95% efisiensi. Untuk mengatasi isu penyelarasan koil dan jarak udara yang sangat kecil, teknologi menggunakan rangkaian koil kecil yang diatur sedemikian rupa serta sensor untuk memastikan kendaraan tepat berada di atas jalan yang mengirimkan daya. Proyek pilot di berbagai negara telah membuktikan kemampuan sistem ini untuk mengirim daya hingga 300 kW, setara dengan pengisi cepat DC, bahkan dalam kondisi kendaraan melaju. Beberapa perusahaan besar dan lembaga penelitian seperti Stellantis di Italia, VINCI Autoroutes di Prancis, serta uji coba di Detroit, Michigan, ikut mengembangkan dan menguji teknologi ini untuk aplikasi kendaraan listrik masa depan. Selain sistem induktif, ada juga teknologi konduktif dengan rel tertanam yang bersentuhan langsung dengan kendaraan via komponen mekanis. Sistem ini menawarkan efisiensi lebih tinggi dan keandalan daya yang kuat, tetapi memerlukan modifikasi lebih besar pada kendaraan dan protokol keselamatan yang ketat. Dengan berbagai pendekatan ini, jalan listrik diharapkan bisa menjadi tulang punggung transportasi listrik urban dan antar kota. Meskipun menghadapi tantangan seperti gangguan elektromagnetik, pemanasan jalan, dan kebutuhan biaya instalasi yang besar, pengisian nirkabel dinamis menjanjikan mobilitas tanpa batas dengan baterai lebih kecil serta pengurangan emisi karbon. Jika teknologi dan infrastrukturnya terus matang dan terintegrasi, masa depan kendaraan listrik yang dapat bepergian jauh tanpa berhenti lama untuk mengisi ulang akan menjadi kenyataan yang membawa perubahan besar bagi transportasi global.
26 Feb 2026, 01.00 WIB

Samsung Galaxy S26: Fitur Baru Hanya untuk Ultra, Harga Naik di Model Dasar

Samsung baru saja meluncurkan seri Galaxy S26 dengan beberapa pembaruan menarik, terutama pada model Ultra yang mendapat Privacy Display baru dan peningkatan chipset. Sementara itu, model S26 dan S26 Plus lebih banyak mendapat pembaruan software daripada perubahan fisik atau teknologi baru yang besar. Fitur baru seperti Audio Eraser membantu menghilangkan suara latar dan meningkatkan kejernihan suara, serta Google Gemini yang kini lebih pintar dalam membantu tugas sehari-hari seperti memesan layanan Uber. Beberapa teknologi yang biasanya hanya ditemukan di Google Pixel juga mulai hadir di S26. Namun, tidak semua pembaruan ini terbatas hanya untuk seri terbarunya saja karena Samsung berencana menghadirkannya juga ke model yang lebih lama lewat update software. Di sisi hardware, baterai sedikit lebih besar di S26 dan pengisian nirkabel lebih cepat di S26 Plus, yang tentu bukan perubahan signifikan namun tetap sebuah kemajuan. Sayangnya, harga Galaxy S26 dan S26 Plus naik dibanding pendahulunya, meskipun kenyataannya tidak banyak perubahan yang terlihat. S26 mulai dari 256GB dan dibanderol lebih mahal dari S25 dengan kapasitas serupa, begitu juga dengan S26 Plus yang harganya naik sekitar 100 dolar AS. Kesimpulannya, Samsung memberikan lebih banyak inovasi software dan fitur AI pada seri Galaxy S26, tapi fitur hardware terbesar masih hanya dinikmati oleh model Ultra. Kenaikan harga tanpa perubahan besar di model dasar bisa menjadi faktor yang dipertimbangkan oleh calon pembeli.
25 Feb 2026, 20.33 WIB

F-22 Raptor 2.0: Evolusi Pesawat Tempur dengan Tangki Bahan Bakar Stealth

F-22 Raptor selama ini dianggap sebagai salah satu pesawat tempur tercanggih di dunia. Namun, dengan ancaman yang terus berkembang dan kebutuhan strategi yang berubah, Lockheed Martin memperkenalkan desain konsep baru untuk memperbarui pesawat ini agar tetap efektif di masa depan. Salah satu fitur utama pada konsep ini adalah penggunaan tangki bahan bakar eksternal yang didesain ulang dengan bentuk yang menjaga kemampuan stealth pesawat. Tangki ini memungkinkan pesawat terbang lebih jauh tanpa harus melepas tangki sebelum masuk ke wilayah pertahanan musuh, seperti yang biasa dilakukan sebelumnya. Tangki bahan bakar baru ini memiliki desain yang bisa mengurangi pantulan radar dan juga aerodinamis yang membuat pesawat tetap gesit. Jika diperlukan, tangki ini masih bisa dijatuhkan untuk mengembalikan kemampuan manuver dan stealth pesawat maksimal saat menghadapi pertempuran. Selain itu, dalam desain baru F-22 juga terdapat tambahan pod di bawah sayap yang kemungkinan berisi sistem pencari dan pelacak inframerah pasif. Sistem ini dapat mendeteksi panas dari pesawat lain tanpa memancarkan sinyal, sehingga membantu mengidentifikasi target yang sulit dideteksi radar biasa. Dengan peningkatan ini, F-22 Raptor versi baru akan lebih siap menghadapi pertempuran modern yang mengharuskan pesawat dapat beroperasi dalam jarak jauh dan melawan pesawat stealth musuh, khususnya di wilayah luas seperti Indo-Pasifik.
23 Feb 2026, 23.54 WIB

INS Aridhaman: Kapal Selam Nuklir Terbaru India Tingkatkan Pertahanan Strategis

India tengah bersiap untuk mengoperasikan kapal selam bertenaga nuklir ketiganya yang bernama INS Aridhaman. Kapal selam ini merupakan yang terbesar dan tercanggih dari kelas Arihant yang telah lama dikembangkan oleh Angkatan Laut India di fasilitas pelayaran Visakhapatnam. Dengan bobot mencapai 7.000 ton, kapal ini menyimbolkan langkah besar dalam modernisasi kekuatan maritim India. INS Aridhaman memiliki ukuran lebih panjang dan berat dibanding pendahulunya, memungkinkan membawa rudal balistik lebih banyak dan berbagai jenis. Kapal selam ini mampu membawa hingga 24 rudal K-15 jarak pendek, atau 8 rudal K-4 dengan jarak lebih jauh, serta dirancang mendukung rudal K-5 yang memiliki jangkauan sangat besar hingga 6.000 kilometer. Reaktor nuklir canggih berjenis CLWR-B1 dengan daya 83 MW menjadi jantung tenaga kapal ini. Reaktor tersebut dirancang khusus dengan teknologi yang lebih sunyi dan efisien, sehingga memastikan kapal selam dapat beroperasi dengan stealth tinggi selama misi bawah laut jangka panjang. Selain itu, kapal ini dilengkapi dengan sistem sonar terbaru dan pelapis khusus untuk meminimalkan jejak suara. Poseidon strategis bagi kekuatan nuklir India, INS Aridhaman akan bergabung dengan dua kapal selam balistik lainnya di bawah kendali Komando Pasukan Strategis. Dengan demikian, India dapat menjalankan pola rotasi yang memastikan ada kapal yang selalu patroli siap siaga, mengoptimalkan kemampuan pertahanan dan pencegahan nuklir secara berkelanjutan. Selain pengembangan kapal selam ini, India juga memperkuat basisnya di Project Varsha yang terlindungi dengan akses aman dan fasilitas lengkap untuk kapal selam strategis. Program ini juga membantu latihan kapal selam dengan kedatangan kapal Chakra III yang disewa dari Rusia serta negosiasi pengadaan kapal selam diesel- listrik dengan Jerman, menunjukkan komitmen India dalam memperkuat dan memperluas armadanya.