TLDR
Pengembangan baja austenitik baru meningkatkan kinerja reaktor nuklir generasi keempat. Teknologi pengelasan laser menawarkan efisiensi lebih tinggi dalam pembuatan komponen kritis. Proyek 'Proryv' bertujuan untuk menciptakan siklus bahan bakar nuklir yang berkelanjutan dan efisien. Para ilmuwan Rusia berhasil mengembangkan baja austenitik baru yang tahan terhadap suhu tinggi hingga 600°C khusus untuk digunakan dalam reaktor nuklir berpendingin timbal. Reaktor jenis ini biasanya beroperasi pada suhu yang jauh lebih tinggi dibandingkan reaktor konvensional, sehingga memerlukan material yang lebih tahan panas dan korosi.Baja baru ini dibuat menggunakan pemodelan komputer dan data dari sistem pendingin logam cair berat, memastikan ketahanan radiasi dan daya tahan termal yang tinggi. Material ini juga menunjukkan kekuatan jangka panjang lebih baik daripada baja yang saat ini digunakan di pembangkit listrik tenaga nuklir.Selain pengembangan material, teknologi pengelasan laser juga telah diuji untuk meningkatkan kecepatan produksi peralatan penting yang menggunakan berbagai jenis baja. Teknologi pengelasan ini cocok digunakan untuk reaktor seperti VVER dan RITM, serta mendukung efisiensi produksi struktur kritis.Proyek 'Proryv' yang mengelola pengembangan ini bertujuan membangun siklus bahan bakar tertutup, mengurangi limbah nuklir. Fasilitas yang akan dibangun tidak hanya memiliki reaktor BREST-OD-300 tetapi juga modul untuk mengolah ulang bahan bakar uranium-plutonium sampai menghasilkan bahan bakar baru kembali.Secara paralel, Rosatom juga mengembangkan bahan komposit karbon-karbon yang mampu bertahan pada suhu sangat tinggi hingga 1.600°C, yang akan digunakan dalam reaktor gas berpendingin helium. Semua inovasi ini menjanjikan kemajuan besar bagi teknologi energi nuklir generasi keempat yang lebih efisien dan ramah lingkungan.