Fokus

Revolusi Tekno-Bisnis 2026

Share

Seri artikel ini mengeksplorasi berbagai terobosan teknologi dan tren bisnis terkini pada 2026—mulai dari inovasi 3D printing super cepat, energi terbarukan, baterai mutakhir, robotik canggih, hingga AI dan dampaknya pada ekonomi. Berita mencakup peluncuran produk, startup dengan pertumbuhan pendapatan pesat, serta implikasi kebijakan dan keamanan global yang dipicu kemajuan teknologi.

26 Feb 2026, 13.41 WIB

Mantan Pilot AS Ditangkap karena Melatih Militer China Secara Ilegal

Mantan Pilot AS Ditangkap karena Melatih Militer China Secara Ilegal
Pada awal 2024, Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengumumkan penangkapan seorang mantan pilot tempur Angkatan Udara bernama Gerald Brown setelah kembali dari China ke Indiana. Brown dituduh memberikan pelatihan pesawat tempur kepada militer China tanpa izin resmi dari pemerintah AS. Menurut penyelidikan, Brown telah tinggal di China sejak Desember 2023 dan menjalankan kontrak yang mendorong dia untuk melatih pilot militer China dalam penggunaan pesawat tempur canggih. Pelanggaran ini dianggap serius karena berkaitan dengan keamanan nasional dan pelanggaran peraturan ekspor teknologi militer. Gerald Brown memiliki pengalaman lebih dari 24 tahun sebagai pilot tempur Angkatan Udara AS, termasuk peran penting dalam beberapa unit dengan tanggung jawab terhadap sistem senjata nuklir dan pelatihan pilot-pilot canggih, termasuk pesawat F-35 dan A-10. FBI dan Departemen Kehakiman menegaskan bahwa pelatihan yang diberikan Brown tanpa lisensi telah melanggar undang-undang federal yang bertujuan melindungi rahasia militer dan mencegah teknologi canggih jatuh ke pihak yang berpotensi menjadi musuh. Penangkapan ini mendapat perhatian publik sebagai isu besar keamanan nasional. Kasus ini menjadi peringatan bagi pihak militer dan pemerintah AS tentang pentingnya pengawasan ketat terhadap mantan personel yang memiliki akses ke teknologi sensitif, serta kebutuhan untuk memperketat aturan terkait layanan pertahanan yang diberikan kepada negara asing, khususnya yang memiliki hubungan strategis yang rumit.
25 Feb 2026, 02.39 WIB

Startup AI Baru Cepat Raih Rp 167.00 miliar ($10 Juta) ARR, Ubah Cara Investasi Startup

Startup AI Baru Cepat Raih Rp 167.00 miliar ($10 Juta)  ARR, Ubah Cara Investasi Startup
AI telah mengubah dunia startup dengan memungkinkan perusahaan baru mencapai pendapatan tahunan berulang (ARR) dalam jumlah besar dalam waktu sangat singkat. Beberapa startup bahkan berhasil melampaui Rp 167.00 miliar ($10 juta) hingga Rp 1.67 triliun ($100 juta) ARR dalam hitungan bulan, suatu pencapaian yang dulu dianggap mustahil. Meski pertumbuhan sangat cepat ini menarik perhatian, para investor dan venture capitalist menekankan pentingnya pertumbuhan yang kuat dan berkelanjutan. Mereka lebih peduli pada berapa lama pelanggan bertahan dan apakah pendapatan tersebut bisa terus meningkat daripada sekadar angka cepat yang bisa saja menurun drastis. Data dari Stripe menunjukkan ada peningkatan besar dalam jumlah startup baru yang menggunakan produk mereka, terutama dari luar Amerika Serikat. Startup di tahun 2025 tumbuh 50% lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya, dan dua kali lebih banyak yang mencapai Rp 167.00 miliar ($10 juta) ARR dalam waktu tiga bulan. Stripe Atlas, platform pendirian bisnis dari Stripe, juga mencatat kenaikan 41% dalam pembentukan perusahaan baru, dengan 20% dari startup baru itu sukses mendapatkan pendapatan dari pelanggan pertama hanya dalam 30 hari. Angka ini meningkat pesat dibandingkan 8% pada tahun 2020. Perubahan ini menandai pergeseran besar dalam dunia startup. Startup AI dengan tim kecil kini dapat mencapai kesuksesan finansial lebih cepat, menulis ulang aturan bermain yang selama ini berlaku dan mempengaruhi cara menjalankan dan mendanai bisnis di masa depan.
25 Feb 2026, 02.00 WIB

Google Opal Hadirkan Cara Baru Buat Mini Apps Otomatis Lewat Perintah Teks

Google Opal Hadirkan Cara Baru Buat Mini Apps Otomatis Lewat Perintah Teks
Google baru-baru ini memperkenalkan sebuah fitur baru dalam aplikasi vibe-coding mereka yang disebut Opal. Fitur ini memungkinkan siapa saja membuat mini web apps atau menggabungkan aplikasi yang sudah ada hanya dengan menggunakan perintah teks. Jadi, kamu tidak perlu jago coding untuk membuat aplikasi sederhana yang dapat membantu pekerjaan atau aktivitas sehari-hari. Fitur baru ini menggunakan teknologi terbaru yang disebut model Gemini 3 Flash. Teknologi ini otomatis memilih alat atau aplikasi yang diperlukan agar tugas dapat dijalankan dengan baik. Misalnya, untuk membuat daftar belanja online, aplikasi bisa menggunakan Google Sheets agar data tetap tersimpan dan bisa diakses kapan saja. Salah satu keunggulan utama dari fitur ini adalah kemampuannya untuk berinteraksi dengan pengguna. Jika aplikasi mini yang dibuat butuh informasi lebih, ia akan bertanya dan memberikan pilihan agar pengguna bisa menentukan langkah berikutnya. Dengan cara ini, pengguna bisa mengontrol jalannya tugas tanpa harus paham bahasa pemrograman. Aplikasi Opal pertama kali diluncurkan di Amerika Serikat pada tahun 2025 dan kini sudah bisa dipakai di lebih dari 15 negara seperti Kanada, India, Jepang, dan Brasil. Google juga memudahkan pembuatan aplikasi lewat tampilan visual di Gemini web app sehingga makin banyak orang bisa mencoba fitur ini tanpa takut kesulitan. Selain Google, banyak startup juga berlomba membuat aplikasi serupa yang memudahkan pembuatan aplikasi hanya dengan bahasa alami. Contohnya Lovable, Replit, dan Rocket.new. Dengan berkembangnya teknologi ini, akan semakin banyak orang yang bisa menciptakan solusi teknologi praktis tanpa harus belajar coding.
24 Feb 2026, 06.33 WIB

Metode Tenaga Surya Ubah Sampah Plastik Jadi Asam Asetat Ramah Lingkungan

Para peneliti dari Universitas Waterloo berhasil menciptakan metode inovatif yang menggunakan tenaga surya untuk mengubah limbah plastik menjadi asam asetat, komponen utama cuka. Teknologi ini menggunakan katalis khusus yang meniru proses alami jamur untuk mengurai plastik secara bertahap dan selektif, menghasilkan produk yang bernilai tinggi tanpa menghasilkan gas rumah kaca berbahaya. Sistem fotokatalitik ini menggunakan atom besi tunggal yang terbenam dalam kerangka karbon nitrida, sehingga meningkatkan efisiensi dan kontrol reaksi di bawah sinar matahari. Proses ini dijalankan dalam air, berbeda dengan metode daur ulang konvensional yang memerlukan panas tinggi atau sumber energi fosil, sehingga lebih ramah lingkungan dan cocok untuk mengatasi plastik di ekosistem air. Metode tersebut telah diuji pada berbagai jenis plastik umum seperti PVC, PP, PE, dan PET serta mampu mengolah campuran plastik, yang menjadi tantangan utama dalam penanganan limbah plastik dunia nyata. Dengan selektivitas tinggi, sistem ini mengurangi risiko pembentukan produk sampingan yang kurang berguna atau berbahaya, sehingga lebih efektif dan efisien. Dampak positif lainnya adalah potensi komersial dari teknologi ini karena asam asetat memiliki banyak aplikasi industri mulai dari produksi makanan hingga manufaktur kimia dan sistem energi. Analisis awal menunjukkan bahwa inovasi ini tidak hanya memiliki manfaat lingkungan tetapi juga menawarkan keuntungan ekonomi yang signifikan bagi industri dan masyarakat. Walaupun masih dalam tahap laboratorium, teknologi ini membuka jalan bagi pengembangan solusi daur ulang plastik berkelanjutan dengan energi terbarukan. Melalui peningkatan desain material dan proses skala produksi, metode ini berpotensi menjadi revolusi dalam penanganan limbah plastik dan pengurangan polusi mikroplastik di masa depan.
23 Feb 2026, 21.44 WIB

Bagaimana AI Agentik Bisa Picu Krisis Ekonomi dan Pengangguran Masal

Sebuah laporan terbaru dari Citrini Research menggambarkan kemungkinan dampak besar AI agentik terhadap ekonomi dalam dua tahun ke depan. Laporan ini memberikan gambaran masa depan di mana pengangguran bisa meningkat drastis dan nilai pasar saham mengalami penurunan signifikan. Berbeda dari skenario bencana AI klasik yang berfokus pada AI yang tidak terkendali, laporan ini menyoroti betapa integrasi AI dalam pengambilan keputusan bisnis dapat mengganggu ekosistem ekonomi secara bertahap. Banyak perusahaan mulai mengganti kontraktor eksternal dengan AI yang lebih murah dan efisien. Skenario ini mirip dengan apa yang disebut sebagai 'Death of SaaS', di mana layanan perangkat lunak sebagai layanan yang melibatkan banyak transaksi antar perusahaan akan kehilangan nilai karena otomatisasi. Hal ini mengancam model bisnis yang selama ini bergantung pada jaringan kontraktor dan transaksi eksternal. Namun, masih ada keraguan soal kesiapan perusahaan untuk sepenuhnya mempercayakan keputusan pembelian atau pengadaan kepada AI agentik. Meski begitu, banyak keputusan penting sudah mulai dikendalikan oleh kontraktor pihak ketiga, sehingga otomatisasi lebih lanjut tidaklah mustahil. Laporan ini memprovokasi diskusi luas mengenai masa depan pekerjaan, pasar saham, dan stabilitas ekonomi global akibat perkembangan AI agentik. Ini penting bagi semua orang agar siap menghadapi kemungkinan perubahan besar dunia kerja dan ekonomi.
23 Feb 2026, 20.32 WIB

Unitree Tampilkan Robot Humanoid Bela Diri Massal dan Targetkan 20.000 Pengiriman 2026

Unitree Robotics baru-baru ini merilis video yang menunjukkan puluhan robot humanoid G1 melakukan pertunjukan seni bela diri sinkron di depan Temple of Heaven di Beijing. Robot-robot tersebut menampilkan gerakan yang presisi seperti pukulan, tendangan, dan salto yang sulit dengan koordinasi yang tinggi tanpa campur tangan manusia. Selain pertunjukan ini, Unitree juga memperlihatkan akrobatik robot yang sangat kompleks, termasuk lompatan trampolin dan kecepatan lari hingga 4 meter per detik. Hal ini semakin memperkuat kemampuan robot mereka untuk mengendalikan keseimbangan dan gerakan dalam formasi besar. Pada gala Festival Musim Semi 2026 di China, robot Unitree tampil sebagai grup pertama yang menjalankan pertunjukan kung fu humanoid secara otonom. Salah satu robot mereka mengenakan kostum Legenda Kera dan dikawal oleh robot berkaki empat, menambah daya tarik pertunjukan. Perusahaan menyampaikan rencananya untuk meningkatkan pengiriman robot dari 5.500 unit tahun lalu menjadi 20.000 unit pada tahun 2026. Target ini merupakan bagian dari usaha mereka untuk mempercepat implementasi robotik di dunia nyata dan memperluas basis pelanggan secara signifikan. Meskipun begitu, tantangan teknis dan operasional dalam membawa robot humanoid ke penggunaan industri yang luas masih besar. Unitree fokus mengembangkan teknologi AI yang terintegrasi di robot untuk memungkinkan otonomi dan navigasi di lingkungan kompleks, sebagai langkah menghadapi persaingan global yang semakin ketat.
23 Feb 2026, 19.05 WIB

Partai Baru Team Mirai: Membawa Era AI ke Parlemen Jepang

Team Mirai adalah partai politik baru di Jepang yang didirikan oleh Takahiro Anno, seorang engineer AI dan penulis fiksi ilmiah. Dalam waktu kurang dari satu tahun, partai ini berhasil meraih 11 kursi di DPR Jepang. Tujuan utama mereka adalah mengintegrasikan teknologi canggih seperti AI ke dalam pemerintahan agar lebih efisien dan responsif. Partai ini memiliki visi untuk menerapkan chatbot dalam pelayanan pemerintahan, mengembangkan bus tanpa sopir, serta teknologi lain yang bisa memperbaiki kualitas hidup warga. Mereka juga berfokus pada masalah sosial seperti pengangguran dan korupsi dengan harapan teknologi bisa menjadi solusi efektif. Team Mirai mendapatkan dukungan kuat terutama dari warga perkotaan berusia 40 sampai 50 tahun dan meraih hampir 7% suara dalam pemilihan umum. Keberhasilan partai ini menjadi indikasi bahwa rakyat Jepang ingin melihat perubahan dan kemajuan dengan pendekatan teknologi di tengah politik yang selama ini lamban. Anggota parlemen dari Team Mirai rata-rata berpendidikan tinggi dan memiliki pengalaman di berbagai perusahaan teknologi terkemuka. Namun mereka menghadapi banyak tantangan seperti birokrasi yang masih kaku dan aturan yang membatasi penggunaan teknologi modern di ruang parlemen. Meski dianggap partai kecil, Team Mirai menunjukkan potensi besar untuk mengubah lanskap politik dan pemerintahan Jepang. Mereka berambisi untuk menggabungkan dunia teknologi dan politik demi menciptakan masa depan yang lebih baik bagi warganya, serta menyerap dukungan generasi muda yang sudah terbiasa dengan AI.
20 Feb 2026, 23.33 WIB

Peluang Emas Daur Ulang Panel Surya: Dari Limbah Jadi Nilai di AS

Indonesia dan dunia saat ini semakin banyak menggunakan energi surya karena dianggap bersih dan ramah lingkungan. Namun, limbah panel surya yang sudah tidak terpakai akan terus bertambah dalam beberapa dekade ke depan. Sayangnya, infrastruktur untuk mengolah limbah ini belum berkembang secepat pemasangan panel baru. Kondisi ini menimbulkan tantangan besar sekaligus peluang besar yang harus segera diatasi. André Pujadas, CEO OnePlanet Solar Recycling, menjelaskan bahwa daur ulang panel surya di Amerika Serikat harus dilakukan secara industri layaknya proses manufaktur besar, bukan hanya sebagai pengelolaan sampah biasa. Ia berpengalaman di industri baja yang memanfaatkan barang bekas sebagai bahan baku baru, sehingga melihat limbah panel surya sebagai bahan berharga yang bisa diproses ulang secara massal. OnePlanet Solar Recycling telah berhasil mengembangkan teknologi yang dapat memulihkan lebih dari 99 persen material dari panel surya tanpa menggunakan proses kimia atau panas yang berbahaya. Infrastruktur ini dianggap krusial karena limbah panel diperkirakan akan mencapai 10 juta ton pada tahun 2050 di AS, menimbulkan kebutuhan mendesak akan sistem daur ulang yang cepat dan efisien. Selain alasan lingkungan, aspek ekonomi juga penting. Daur ulang panel surya menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan bahan kritis seperti silikon dan perak, yang tidak bisa diproduksi secara massal dari tambang. AS perlu mengembangkan kapasitas daur ulang untuk mengurangi ketergantungan pada impor terutama dari China, yang kini mendominasi produksi panel surya global. Namun, tantangan terbesar bagi perusahaan seperti OnePlanet adalah kecepatan dalam membangun fasilitas daur ulang yang memadai. Walaupun ada dukungan finansial dari pemerintah, seperti insentif pajak dan sertifikasi, permintaan yang cepat bertambah harus diimbangi dengan eksekusi yang presisi agar infrastruktur daur ulang panel surya menjadi bagian penting dari masa depan energi hijau di AS.