
Courtesy of TechCrunch
Bagaimana AI Agentik Bisa Picu Krisis Ekonomi dan Pengangguran Masal
Memberikan gambaran skenario dimana AI agentik dapat menyebabkan gangguan besar pada ekonomi, terutama melalui penggantian pekerjaan kontraktor oleh AI yang lebih murah, sehingga relevan bagi pembaca yang ingin memahami risiko ekonomi dari perkembangan AI.
23 Feb 2026, 21.44 WIB
145 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Integrasi AI dapat memiliki dampak signifikan pada ekonomi, termasuk pengangguran yang meningkat.
- Laporan Citrini Research menggambarkan potensi kerusakan ekonomi sebagai hasil dari penggantian kontraktor dengan AI.
- Ada ketidakpastian tentang kesiapan perusahaan untuk menyerahkan keputusan kepada AI, meskipun banyak keputusan sudah dikelola oleh kontraktor pihak ketiga.
tidak disebutkan, global - Sebuah laporan terbaru dari Citrini Research menggambarkan kemungkinan dampak besar AI agentik terhadap ekonomi dalam dua tahun ke depan. Laporan ini memberikan gambaran masa depan di mana pengangguran bisa meningkat drastis dan nilai pasar saham mengalami penurunan signifikan.
Berbeda dari skenario bencana AI klasik yang berfokus pada AI yang tidak terkendali, laporan ini menyoroti betapa integrasi AI dalam pengambilan keputusan bisnis dapat mengganggu ekosistem ekonomi secara bertahap. Banyak perusahaan mulai mengganti kontraktor eksternal dengan AI yang lebih murah dan efisien.
Skenario ini mirip dengan apa yang disebut sebagai 'Death of SaaS', di mana layanan perangkat lunak sebagai layanan yang melibatkan banyak transaksi antar perusahaan akan kehilangan nilai karena otomatisasi. Hal ini mengancam model bisnis yang selama ini bergantung pada jaringan kontraktor dan transaksi eksternal.
Namun, masih ada keraguan soal kesiapan perusahaan untuk sepenuhnya mempercayakan keputusan pembelian atau pengadaan kepada AI agentik. Meski begitu, banyak keputusan penting sudah mulai dikendalikan oleh kontraktor pihak ketiga, sehingga otomatisasi lebih lanjut tidaklah mustahil.
Laporan ini memprovokasi diskusi luas mengenai masa depan pekerjaan, pasar saham, dan stabilitas ekonomi global akibat perkembangan AI agentik. Ini penting bagi semua orang agar siap menghadapi kemungkinan perubahan besar dunia kerja dan ekonomi.
Referensi:
[1] https://techcrunch.com/2026/02/23/how-ai-agents-could-destroy-the-economy/
[1] https://techcrunch.com/2026/02/23/how-ai-agents-could-destroy-the-economy/
Analisis Ahli
Andrew Ng
"Penggantian pekerjaan oleh AI adalah hal yang pasti terjadi, namun dampak sosial dan ekonomi perlu dikaji lebih mendalam agar transisi bisa lebih manusiawi."
Cathy O'Neil
"Risiko besar muncul dari penggunaan AI tanpa regulasi yang tepat, sehingga potensi kerusakan ekonomi bisa terjadi lebih cepat dari yang kita prediksi."
Analisis Kami
"Walaupun skenario Citrini terdengar ekstrem, ancaman nyata terdapat pada bagaimana perusahaan mulai mempercayakan keputusan kepada AI dan mengotomasi fungsi yang selama ini dilakukan oleh manusia dan pihak ketiga. Ini bisa menjadi pemicu gelombang besar perubahan ekonomi yang belum sepenuhnya dipahami oleh pelaku bisnis saat ini."
Prediksi Kami
Dalam dua tahun ke depan, kemungkinan besar akan terjadi peningkatan pengangguran dan penurunan signifikan pada nilai pasar saham karena otomasi AI menggantikan peran kontraktor pihak ketiga dalam berbagai model bisnis.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dipublikasikan oleh Citrini Research pada hari Minggu?A
Citrini Research menerbitkan laporan yang menggambarkan bagaimana AI dapat menyebabkan kerusakan ekonomi massal dalam dua tahun ke depan.Q
Apa dampak ekonomi yang digambarkan dalam laporan tersebut?A
Laporan ini menggambarkan skenario di mana pengangguran meningkat dua kali lipat dan nilai total pasar saham turun lebih dari sepertiga.Q
Mengapa laporan ini dianggap sebagai skenario dan bukan prediksi?A
Laporan ini dianggap sebagai skenario karena Citrini sendiri tidak menganggapnya sebagai prediksi yang pasti.Q
Apa yang dimaksud dengan 'Death of SaaS' dalam konteks laporan ini?A
'Death of SaaS' adalah skenario yang serupa yang membahas dampak model bisnis yang bergantung pada pengoptimalan transaksi antar perusahaan.Q
Apa saja faktor yang membuat perusahaan mungkin tidak siap untuk menyerahkan keputusan kepada AI?A
Faktor yang membuat perusahaan mungkin tidak siap termasuk ketidakpercayaan terhadap kemampuan AI dalam mengambil keputusan kompleks.



