
Maryam Al Astrulabi adalah perempuan Muslim dari abad ke-10 yang menciptakan astrolabe, sebuah alat penting untuk pengamatan astronomi dan navigasi. Astrolabe ini membantu umat Islam menentukan arah kiblat, waktu salat, dan tanggal awal Ramadan.
Astrolabe berupa piringan yang dapat diputar dengan penunjuk di tengahnya, memungkinkan para astronom mengukur posisi matahari, bulan, dan bintang dengan akurat. Alat ini menjadi sangat penting sebelum adanya teknologi modern seperti peta digital dan teleskop.
Maryam lahir di Suriah dan mendapat inspirasi dari ayahnya yang juga pembuat astrolabe. Ia kemudian dikenal luas dan bekerja di istana Emirat Aleppo, di bawah pemerintahan Sayf Al Dawla, di mana ia mengembangkan teknologi navigasi dan waktu.
Meskipun kontribusinya besar, Maryam baru mendapat pengakuan resmi pada abad ke-20 ketika asteroid dinamai 7069 Al Ijliyye sebagai penghormatan kepadanya. Ia juga menjadi sumber inspirasi dalam karya sastra modern, termasuk buku karya penulis Nnedi Okorafor.
Penemuan dan pengembangan astrolabe oleh Maryam Al Astrulabi merupakan tonggak sejarah penting dalam ilmu astronomi dan navigasi, yang menunjukkan peran krusial perempuan dalam ilmu pengetahuan selama Zaman Keemasan Islam.