
Courtesy of CNBCIndonesia
Mikroplastik dari Ban Terbawa Angin hingga Greenland Ancaman Ekosistem
Mengungkap bahwa polusi mikroplastik, terutama dari ban kendaraan, telah menyebar sampai ke daerah paling alami di dunia yaitu Greenland, dan menunjukkan dampak negatifnya terhadap ekosistem serta kesehatan masyarakat setempat.
23 Feb 2026, 20.20 WIB
183 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Mikroplastik ditemukan di daerah terpencil seperti Greenland, menunjukkan masalah global.
- Polusi dari ban mobil berpotensi membahayakan ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat.
- Pentingnya penelitian mengenai dampak mikroplastik untuk memahami dan mengatasi polusi lingkungan.
Greenland, Denmark - Seorang peneliti bernama Kristian Louis Jensen melakukan penelitian untuk menelusuri jejak mikroplastik di daerah yang sangat alami, yaitu Greenland. Ia menggunakan alat bernama Plastsaq yang mampu mengumpulkan sampel air permukaan berisi puing plastik, termasuk dari ban kendaraan. Penelitian ini membuka fakta bahwa mikroplastik tidak hanya ditemukan di kota-kota besar saja.
Baca juga: Botol Miras Ditemukan di Kedalaman Laut Palung Mariana, Bukti Polusi Manusia Sampai Ke Sana
Jensen mendapati banyak partikel mikroplastik bahkan di gletser di Greenland Timur, yang menandakan bahwa partikel itu terbawa angin bisa sejauh ribuan kilometer. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah Arktik menjadi penyerap polusi dunia, yang sebelumnya dianggap sangat bersih dan alami.
Saat ini, lebih dari lima miliar ban beredar di seluruh dunia dan selama masa pakainya, ban kehilangan 10%-30% massanya yang berubah menjadi debu beracun. Debu ini kemudian mengendap di lingkungan dan memasuki rantai makanan manusia, yang bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan dan lingkungan.
Partikel mikroplastik dari ban membawa dampak negatif pada ekosistem di Greenland, seperti bahan kimia 6PPD yang bisa mematikan ikan salmon Coho dan menyebabkan kelainan pada telur ikan kod Atlantik. Kerusakan ini juga mengancam keberlangsungan perikanan nasional di daerah tersebut.
Selain merusak ekosistem, polusi mikroplastik juga menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat adat di Greenland. Dengan semakin meluasnya masalah ini, sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan melakukan tindakan agar polusi mikroplastik tidak semakin memperburuk kondisi lingkungan dan kesehatan manusia.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260223135125-37-713080/peneliti-kaget-temukan-sisa-manusia-berserakan-sampai-greenland
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260223135125-37-713080/peneliti-kaget-temukan-sisa-manusia-berserakan-sampai-greenland
Analisis Ahli
Dr. Sylvia Earle
"Polusi mikroplastik yang menyebar ke daerah terpencil seperti Arctic mengindikasikan bahwa usaha global harus diperkuat untuk mengurangi sumber mikroplastik demi menjaga ekosistem laut yang rapuh."
Prof. Richard Thompson
"Temuan di Greenland mendukung pandangan bahwa mikroplastik adalah ancaman nyata bagi rantai makanan dan harus menjadi fokus utama kebijakan lingkungan global."
Analisis Kami
"Penemuan mikroplastik di lokasi yang sangat jauh dan alami seperti Greenland menunjukkan bahwa masalah polusi ini sudah melampaui batas perkotaan dan menjadi isu global yang sangat krusial. Sektor perikanan dan kesehatan masyarakat setempat harus segera mendapatkan perhatian serius agar dampak negatifnya bisa diminimalisir."
Prediksi Kami
Jika polusi mikroplastik dari ban dan sumber lainnya terus meningkat tanpa kontrol, kerusakan ekosistem Arktik dan risiko kesehatan bagi manusia serta satwa di wilayah tersebut akan semakin parah di masa depan.





