Fokus
Sains

Tantangan Eksplorasi Luar Angkasa AS

Share

Cerita mengenai tantangan dalam eksplorasi luar angkasa AS mencakup kegagalan roket misi ke bulan, kontroversi politik seputar kepemimpinan NASA, serta upaya inovasi material oleh perusahaan untuk mendukung penerbangan di lingkungan ekstrim.

23 Feb 2026, 16.40 WIB

NASA Tunda Misi Artemis 2 ke Bulan Karena Masalah Teknis Roket SLS

NASA Tunda Misi Artemis 2 ke Bulan Karena Masalah Teknis Roket SLS
NASA memutuskan menunda peluncuran misi Artemis 2 setelah roket Space Launch System (SLS) mengalami masalah teknis berulang selama uji coba. Roket yang besar dan canggih ini semula telah siap di landasan peluncuran selama hampir dua pekan. Namun, ditemukan kebocoran aliran helium yang perlu segera diperbaiki agar misi dapat berjalan aman. Roket SLS yang tingginya hampir mencapai 100 meter ditarik kembali ke Vehicle Assembly Building di Kennedy Space Center, Florida. Di sana, tim teknisi akan memperbaiki masalah pada bagian atas roket yang bertugas mengatur suplai helium. Perbaikan ini penting demi keselamatan astronaut dan keberhasilan misi yang akan membawa manusia kembali ke Bulan. Jadwal peluncuran awal untuk misi Artemis 2 direncanakan pada bulan Maret dengan dua jendela peluncuran, yakni antara tanggal 6-9 Maret dan tanggal 11 Maret. Namun karena masalah teknis itu, NASA menyatakan bahwa kemungkinan besar peluncuran akan tertunda hingga April. Periode penundaan ini diperlukan untuk memastikan roket benar-benar siap meluncur tanpa risiko kegagalan. Artemis 2 ini adalah misi berawak pertama sejak program Apollo yang bertugas membawa empat astronaut mengitari Bulan selama sekitar 10 hari. Ini adalah langkah penting untuk menjelajah luar angkasa dan mempersiapkan misi yang lebih jauh lagi di masa depan. Penundaan ini menjadi pengingat betapa sulit dan berharganya setiap peluncuran luar angkasa. Direktur NASA, Jared Isaacman, mengakui bahwa masalah kebocoran helium sangat mempengaruhi jadwal peluncuran. Namun, mereka tetap berkomitmen agar misi ini dapat terlaksana seaman mungkin. Dengan perbaikan yang segera dilakukan, NASA menargetkan meluncurkan Artemis 2 paling cepat pada bulan April mendatang.
23 Feb 2026, 10.59 WIB

GA-EMS dan ORNL Jalin Kerja Sama Tingkatkan Material Ekstrim untuk Keamanan Nasional

GA-EMS dan ORNL Jalin Kerja Sama Tingkatkan Material Ekstrim untuk Keamanan Nasional
General Atomics Electromagnetic Systems (GA-EMS), sebuah perusahaan yang berbasis di San Diego, mengambil langkah besar dalam inovasi material manufaktur yang dapat bertahan dalam kondisi ekstrem. Mereka baru saja menandatangani nota kesepahaman dengan Oak Ridge National Laboratory (ORNL), laboratorium yang dikenal di bawah Departemen Energi Amerika Serikat. Material yang tengah dikembangkan adalah komposit matriks keramik yang tahan terhadap suhu ekstrem, radiasi, korosi, dan tekanan mekanis yang intens. Material ini sangat penting bagi keamanan nasional dan berbagai sektor industri penting seperti aerospace, pertahanan, energi, dan kedirgantaraan. Kerja sama ini akan memadukan keahlian GA-EMS dan ORNL untuk mengembangkan proses manufaktur yang skalabel dan efisien. Fokusnya adalah pada material seperti carbon/carbon, carbon/silicon carbide, dan silicon carbide/silicon carbide untuk aplikasi teknologi nuklir, pelindung termal hipersonik, dan energi fusi. Melalui kolaborasi ini, keduanya akan menerapkan teknologi maju yang memperbaiki formulasi resin, preforming, monitoring di tempat, dan proses termal tingkat lanjut, sehingga mempercepat produksi dan meningkatkan kualitas material. Ini sangat penting untuk keamanan energi dan memperkuat rantai pasokan bagi teknologi canggih. Presiden GA-EMS dan Direktur ORNL sama-sama yakin bahwa inisiatif ini akan mempercepat inovasi, mendorong keamanan energi nasional, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui penerapan manufaktur teknologi modern yang dapat diandalkan dan efisien.