
NASA tengah mempersiapkan misi Artemis II yang bertujuan membawa manusia mengorbit Bulan, sebagai tahap kedua dari program kembalinya manusia ke Bulan setelah puluhan tahun berhenti. Misi ini penting karena akan membuka jalan bagi misi berikutnya, Artemis III, yang direncanakan mendaratkan manusia di permukaan Bulan.
Namun, peluncuran Artemis II yang awalnya dijadwalkan pada tanggal 6 Maret 2026, harus diundur karena ditemukan masalah teknis pada sistem aliran helium roket, khususnya pada tahap atas roket yang disebut Interim Cryogenic Propulsion Stage (ICPS). Helium berfungsi menjaga tekanan bahan bakar serta membersihkan mesin roket saat peluncuran.
Masalah ini sangat penting untuk diatasi karena kegagalan dalam sistem aliran helium dapat menyebabkan bahan bakar tidak mengalir dengan stabil dan sangat berbahaya bagi kru pesawat. NASA memutuskan untuk mengembalikan roket ke Vehicle Assembly Building untuk melakukan pembongkaran dan pemeriksaan menyeluruh di bagian filter, katup, dan sambungan sistem helium.
Proses perbaikan ini diperkirakan akan membutuhkan waktu, sehingga NASA berharap dapat meluncurkan Artemis II pada bulan April 2026 sebagai tanggal baru. Namun, semua ini bergantung pada keberhasilan memperbaiki sistem helium dan kondisi orbit Bulan yang harus tepat untuk peluncuran dan pendaratan kembali ke Bumi.
Sebelumnya, program Artemis juga pernah mengalami berbagai penundaan karena masalah kebocoran hidrogen, masalah helium, dan kegagalan uji mesin. NASA tetap fokus pada upaya keselamatan kru dan keberhasilan misi yang sangat kompleks ini, karena jutaan orang di seluruh dunia menantikan langkah baru manusia menuju eksplorasi Bulan.