Penemuan Liang Makam Massal Abad ke-9 Ungkap Kekerasan Terarah pada Perempuan dan Anak
Courtesy of NatureMagazine

Penemuan Liang Makam Massal Abad ke-9 Ungkap Kekerasan Terarah pada Perempuan dan Anak

Mengungkap dan memahami pola kekerasan yang menargetkan perempuan dan anak-anak di abad kesembilan di Eropa tenggara, serta implikasinya terhadap perubahan sosial, politik, dan hubungan gender pada masa itu.

23 Feb 2026, 07.00 WIB
25 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
  • Kuburan masal di Gomolava menunjukkan kekerasan terarah yang tidak biasa terhadap wanita dan anak-anak.
  • Penelitian ini membuka pemahaman baru tentang pergeseran sosial dan kekerasan gender di Eropa tenggara pada abad kesembilan.
  • Interaksi antara komunitas migran dan yang menetap dapat menyebabkan ketegangan dan kekerasan yang belum pernah dilihat sebelumnya.
Gomolava, Serbia - Pada abad kesembilan, wilayah Gomolava di Serbia menjadi saksi penemuan sebuah liang makam massal yang berisi puluhan korban perempuan dan anak-anak yang tewas akibat kekerasan terarah. Hal ini menunjukkan perubahan besar dalam pola kekerasan dan dinamika sosial yang sebelumnya belum pernah terlihat pada masa itu di Eropa Tenggara.
Para peneliti menganalisis 77 jenazah dan menemukan bahwa sebagian besar korban adalah perempuan dan anak-anak muda. Tidak ada hubungan kekerabatan signifikan antara kebanyakan korban, kecuali satu ibu dan dua anak perempuannya, yang menegaskan bahwa ini adalah tindakan kekerasan yang sistematis dan terencana.
Awalnya dikira kematian korban disebabkan oleh pandemi, namun setelah dilakukan pemeriksaan DNA terhadap pathogen, tidak ditemukan bukti infeksi yang mendukung asumsi tersebut. Hal ini menguatkan bahwa kematian lebih disebabkan oleh aksi kekerasan yang terarah dan penuh strategis.
Temuan ini juga memberikan petunjuk bahwa pada masa itu terjadi pergeseran sosial dan ketegangan akibat interaksi antara komunitas migran dan penduduk yang menetap di wilayah tersebut. Kekerasan yang menargetkan perempuan dan anak-anak menandai perubahan dramatis dalam hubungan kekuasaan dan gender.
Studi lebih lanjut akan membantu memahami dinamika sosial dan migrasi penduduk Eropa Tenggara pada awal Iron Age, serta implikasi sosial-politik yang muncul dari konflik kekerasan yang terarah seperti yang terlihat di Gomolava ini.
Referensi:
[1] https://nature.com/articles/d41586-026-00535-7

Analisis Ahli

Linda Fibiger
"Kekerasan yang terarah ini menunjukkan baru dan strateginya konflik sosial dan kekuasaan pada masa awal Iron Age di Eropa Tenggara."
Mario Novak
"Menargetkan perempuan dan anak-anak dalam kekerasan masal merupakan temuan unik dan jarang terjadi pada periode tersebut di wilayah ini."

Analisis Kami

"Fenomena kekerasan terfokus pada perempuan dan anak-anak ini menunjukkan adanya perubahan drastis dalam struktur sosial dan konflik kekuasaan pada abad kesembilan yang belum banyak diketahui sebelumnya. Penemuan ini bisa menjadi kunci dalam memahami bagaimana migrasi dan interaksi antar komunitas memicu konflik yang menghancurkan tatanan sosial tradisional pada masa itu."

Prediksi Kami

Penelitian lebih lanjut tentang makam massal dan analisis genetika akan mengungkap lebih banyak tentang dinamika sosial dan migrasi manusia di Eropa Tengah dan Tenggara pada masa awal Iron Age, serta pergeseran budaya dan politik yang mungkin terjadi akibat konflik semacam ini.