
Di Beycesultan Höyük, Turki, ditemukan dua kain kecil yang sudah berusia sekitar 4.000 tahun. Kain ini ditemukan dalam kondisi terbakar di reruntuhan bangunan dari Zaman Perunggu yang tidak biasa sampai sekarang ditemukan. Penemuan ini memberikan para arkeolog bukti fisik yang sangat langka tentang industri tekstil kuno di wilayah Anatolia.
Kain pertama, disebut Tx1, menunjukkan teknik nålbinding yang belum pernah ditemukan sebelumnya di Anatolia. Teknik ini menggunakan hanya satu jarum untuk membuat kain dari serat rami. Selain itu, kain Tx1 juga merupakan kain tertua yang diketahui menggunakan warna biru indigo, sebuah warna yang biasanya digunakan hanya untuk pakaian kelas atas.
Kain kedua, Tx2, dibuat dengan teknik tenun biasa menggunakan alat tenun berbobot. Kain ini ditemukan dalam rumah besar yang berisi banyak alat-alat tekstil seperti jarum dan pedang tenun yang menunjukkan bahwa produksi tekstil dilakukan secara terorganisir dan berukuran besar di Beycesultan.
Selain kain, berbagai artefak lain seperti wadah penyimpanan, keranjang dari cabang, dan jejak tiang yang mungkin untuk alat tenun ditemukan di lokasi tersebut. Semua ini mendukung teori bahwa Beycesultan bukan hanya pemukiman biasa, tetapi pusat produksi tekstil yang penting.
Penanggalan radiokarbon menempatkan usia kain ini sekitar antara tahun 1915 sampai 1595 sebelum Masehi. Meskipun tidak ditemukan tablet kuno yang menyebutkan nama lama Beycesultan, temuan ini menempatkan daerah tersebut sebagai ibu kota regional penting dengan industri tekstil yang maju selama Zaman Perunggu.