Fokus
Sains

Penemuan Arkeologi Eropa

Share

Serangkaian penemuan arkeologi di Eropa, mulai dari misteri makam kayu abad lalu hingga jejak kaki kuno dan bukti historis terkait figur religius, mengungkap rahasia masa lalu yang telah lama tersembunyi dan membuka wawasan baru bagi ilmu sejarah.

22 Feb 2026, 21.10 WIB

Penemuan Kain 4.000 Tahun Ungkap Industri Tekstil Maju di Beycesultan

Penemuan Kain 4.000 Tahun Ungkap Industri Tekstil Maju di Beycesultan
Di Beycesultan Höyük, Turki, ditemukan dua kain kecil yang sudah berusia sekitar 4.000 tahun. Kain ini ditemukan dalam kondisi terbakar di reruntuhan bangunan dari Zaman Perunggu yang tidak biasa sampai sekarang ditemukan. Penemuan ini memberikan para arkeolog bukti fisik yang sangat langka tentang industri tekstil kuno di wilayah Anatolia. Kain pertama, disebut Tx1, menunjukkan teknik nålbinding yang belum pernah ditemukan sebelumnya di Anatolia. Teknik ini menggunakan hanya satu jarum untuk membuat kain dari serat rami. Selain itu, kain Tx1 juga merupakan kain tertua yang diketahui menggunakan warna biru indigo, sebuah warna yang biasanya digunakan hanya untuk pakaian kelas atas. Kain kedua, Tx2, dibuat dengan teknik tenun biasa menggunakan alat tenun berbobot. Kain ini ditemukan dalam rumah besar yang berisi banyak alat-alat tekstil seperti jarum dan pedang tenun yang menunjukkan bahwa produksi tekstil dilakukan secara terorganisir dan berukuran besar di Beycesultan. Selain kain, berbagai artefak lain seperti wadah penyimpanan, keranjang dari cabang, dan jejak tiang yang mungkin untuk alat tenun ditemukan di lokasi tersebut. Semua ini mendukung teori bahwa Beycesultan bukan hanya pemukiman biasa, tetapi pusat produksi tekstil yang penting. Penanggalan radiokarbon menempatkan usia kain ini sekitar antara tahun 1915 sampai 1595 sebelum Masehi. Meskipun tidak ditemukan tablet kuno yang menyebutkan nama lama Beycesultan, temuan ini menempatkan daerah tersebut sebagai ibu kota regional penting dengan industri tekstil yang maju selama Zaman Perunggu.
22 Feb 2026, 03.40 WIB

Menguak Misteri 'Putri Bagicz': Penanggalan Akurat Peti Mati Kayu Romawi

Menguak Misteri 'Putri Bagicz': Penanggalan Akurat Peti Mati Kayu Romawi
Pada tahun 1899, sebuah penemuan unik terjadi di Bagicz, Polandia, berupa peti mati kayu yang terawetkan dari Zaman Besi Romawi. Peti mati ini sangat langka karena biasanya kayu tidak bertahan lama, tapi lingkungan basah di lokasi ini membuatnya tetap utuh. Di dalam peti ditemukan seorang wanita dewasa yang kemudian dijuluki sebagai "Putri Bagicz" karena kaya dengan artefak yang menawan. Pada awalnya, para arkeolog memperkirakan bahwa wanita ini hidup pada zaman Romawi sekitar 110 hingga 160 M. Namun, studi berikutnya yang memeriksa gigi wanita itu menghasilkan tanggal yang bertentangan, yakni antara 113 SM hingga 65 M. Hal ini membuat para peneliti bingung karena perbedaan waktu yang sangat besar. Untuk memecahkan masalah tersebut, penelitian terbaru menggunakan teknik dendrochronology untuk menganalisis cincin pohon yang membentuk peti mati itu. Metode ini menunjukkan bahwa kayu yang digunakan untuk membuat peti diberang sekitar tahun 120 M, mendukung bagian akhir dari perkiraan usia hidup wanita itu. Selain itu, analisis isotop stabil pada tulang wanita itu mengungkap pola makan yang kaya dengan protein hewani dan ikan air tawar. Hal ini penting karena konsumsi ikan dapat menyebabkan hasil penanggalan radiokarbon menjadi lebih tua dari aslinya akibat pengaruh karbon dari air. Penelitian ini menjelaskan mengapa tanggal sebelumnya bermasalah. Studi juga menggunakan isotop strontium untuk memastikan asal wanita tersebut dan menunjukkan bahwa dia kemungkinan berasal dari Skandinavia, seperti pulau Öland. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan perlunya pendekatan yang menggabungkan berbagai metode ilmiah agar hasil arkeologi menjadi lebih akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
21 Feb 2026, 19.51 WIB

Jejak Kaki Berusia 2.000 Tahun Terungkap di Pantai Skotlandia, Bukti Langka Masa Romawi

Jejak Kaki Berusia 2.000 Tahun Terungkap di Pantai Skotlandia, Bukti Langka Masa Romawi
Di sebuah pantai bernama Lunan Bay di Skotlandia, setelah badai besar mengguyur, dua orang berjalan kaki bersama anjing mereka menemukan jejak kaki manusia yang sangat kuno tersimpan di lapisan tanah liat. Mereka segera menghubungi ahli arkeologi untuk menyelamatkan jejak yang sangat berharga itu sebelum hilang terhapus oleh air laut. Tim ahli dari University of Aberdeen datang dengan cepat membawa peralatan untuk memindai dan membuat cetakan fisik dari jejak kaki tersebut. Mereka harus bekerja melawan angin kencang dan gelombang yang terus menggerus pantai agar bisa merekam jejak itu sebaik mungkin. Jejak kaki itu dipastikan berasal dari masa sekitar 2.000 tahun lalu, ketika Romawi mulai memperluas pengaruh mereka ke wilayah Inggris dan Skotlandia. Selain menjadi bukti keberadaan manusia saat itu, jejak ini juga menunjukkan manusia mungkin berburu dan mengumpulkan makanan di sekitar kawasan tersebut. Selain jejak manusia, para ahli juga menemukan sisa-sisa tumbuhan dan binatang seperti rusa merah yang membantu mereka memahami bagaimana lingkungan pantai itu dulu berupa muara berlumpur, berbeda dengan pasir yang terlihat sekarang. Ini memberikan gambaran ekologi pada masa tersebut. Momen ini menunjukkan betapa pentingnya kerjasama antara masyarakat biasa dan para peneliti dalam menjaga bukti sejarah. Penemuan ini bukan hanya melacak jejak manusia kuno, tetapi juga menjadi pengingat bahwa banyak sejarah bisa hilang tanpa tindakan cepat.
24 Des 2025, 07.50 WIB

Penemuan Relik 1.500 Tahun Ungkap Kisah Nabi Musa dan 10 Perintah Tuhan

Penemuan Relik 1.500 Tahun Ungkap Kisah Nabi Musa dan 10 Perintah Tuhan
Para arkeolog dari University of Innsbruck menemukan sebuah relik berbentuk boks yang berusia sekitar 1.500 tahun di sebuah gereja marmer kuno di Austria. Relik ini dipercaya memiliki hubungan dengan Nabi Musa dan kisah 10 perintah Tuhan, yang selama ini ada dalam narasi kitab suci. Tempat penemuan relik dulunya merupakan kuil yang digunakan sebagai tempat perlindungan kaum pagan sebelum hukum kaisar menetapkan aturan agama resmi di wilayah tersebut lebih dari 1.600 tahun yang lalu. Gereja itu dihiasi dengan marmer sepanjang 18 meter dan berbagai lukisan orang kudus serta adegan kenaikan Yesus Kristus. Relik berbentuk lingkaran ini pernah menjadi bagian dari altar gereja. Boks tersebut menggunakan logam sebagai perekat dan kayu sebagai pengait, namun saat ditemukan sudah pecah. Di dalamnya terdapat beberapa gambar yang menggambarkan sosok pria berjanggut dengan jubah panjang dan adegan yang sesuai dengan Perjanjian Lama dan Baru. Para arkeolog menduga gambar tersebut adalah Nabi Musa dan Kristus, dengan beberapa adegan yang mungkin menunjukkan saat Musa menerima firman Tuhan atau saat membelah Laut Merah dengan tongkatnya. Menariknya, bahan pembuat boks tidak berasal dari wilayah Austria Selatan, menunjukkan kemungkinan adanya hubungan perdagangan atau pertukaran budaya yang luas. Penemuan ini dianggap langka dan sangat penting dalam dunia arkeologi, karena menggabungkan bukti-bukti fisik dengan cerita keagamaan yang selama ini hanya dikenal lewat tradisi kitab suci. Hasil penelitian ini bisa memicu kajian lebih lanjut terhadap sejarah agama dan budaya di kawasan Eropa Tengah.