Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Teknologi

Tantangan Korporat dan Dinamika Ketenagakerjaan

Share

Krisis korporat dan kontroversi seputar figur teknologi, termasuk penggunaan AI dalam manajemen karier yang memengaruhi dinamika tenaga kerja.

21 Feb 2026, 03.58 WIB

Lider Baru Xbox Jamin Tidak Ada PHK dan Penutupan Studio Saat Ini

Lider Baru Xbox Jamin Tidak Ada PHK dan Penutupan Studio Saat Ini
Phil Spencer dan Sarah Bond yang sebelumnya memimpin divisi Xbox kini telah resmi keluar, memicu berbagai spekulasi akan perubahan besar di Microsoft Gaming. Banyak yang mengkhawatirkan akan adanya pemutusan hubungan kerja dan pembubaran sejumlah studio, terutama setelah Sony mengambil langkah drastis menutup salah satu developer yang populer. Namun kabar terbaru sangat menenangkan, karena Matt Booty, CEO baru Microsoft Gaming, mengeluarkan memo resmi yang menyatakan tidak akan ada perubahan atau restrukturisasi organisasi di studio-studio milik Microsoft. Pernyataan ini secara khusus ditujukan untuk menepis kekhawatiran publik dan karyawan tentang masa depan mereka. Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun ada pergantian kepemimpinan di tingkat atas, Microsoft Gaming ingin menekankan stabilitas operasional mereka. Hal ini juga menjadi perbedaan dengan langkah Sony yang baru saja menutup studio, karena Microsoft memilih untuk lebih berhati-hati dan menjaga kepercayaan para pengembang. Meski begitu, perubahan pemimpin tetap menjadi momentum bagi Microsoft Gaming untuk menata kembali strategi mereka di industri game yang sangat kompetitif. Namun, fokus utama saat ini adalah menjaga supaya tidak ada kegelisahan yang sampai menimbulkan dampak negatif di dalam perusahaan. Kesimpulannya, para penggemar Xbox dan karyawan studio Microsoft dapat bernapas lega dengan jaminan bahwa tidak akan ada gelombang PHK besar atau penutupan studio dalam waktu dekat akibat pergantian pimpinan. Microsoft Gaming ingin memastikan kesinambungan pengembangan game dan stabilitas organisasi tetap terjaga.
21 Feb 2026, 03.58 WIB

Phil Spencer Pensiun, Asha Sharma Pimpin Microsoft Gaming dengan Visi Baru

Phil Spencer Pensiun, Asha Sharma Pimpin Microsoft Gaming dengan Visi Baru
Phil Spencer, sosok penting di Microsoft sejak hampir 40 tahun lalu, akhirnya memutuskan untuk pensiun dari jabatannya sebagai CEO Xbox dan Microsoft Gaming. Keputusan ini menjadi momentum penting dalam sejarah divisi game Microsoft yang telah dipimpinnya dengan sangat sukses selama ini. Selain Spencer, Sarah Bond yang menjabat sebagai presiden Xbox juga meninggalkan perusahaan. Pengumuman pensiun Spencer disampaikan oleh CEO Microsoft, Satya Nadella, pada 20 Februari melalui memo resmi yang menegaskan rencana suksesi telah matang dan direncanakan sejak lama. Sebelumnya, Microsoft sempat memberikan pernyataan bahwa Spencer tidak akan pensiun dalam waktu dekat, sehingga keputusan pensiun ini cukup mengejutkan bagi para penggemar dan pelaku industri game. Namun, hal ini menandakan adanya perubahan strategi kepemimpinan perusahaan. Untuk menggantikan posisi Spencer sebagai CEO Microsoft Gaming, diangkatlah Asha Sharma yang sebelumnya menjabat sebagai presiden CoreAI Microsoft. Hal ini menunjukkan Microsoft Gaming akan semakin mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan dalam operasional dan strateginya. Selain itu, Matt Booty juga dipromosikan menjadi EVP dan Chief Content Officer, menandai penyesuaian organisasi yang lebih besar di dalam divisi game Microsoft. Para pengamat memperkirakan perubahan ini akan membentuk masa depan game Microsoft yang lebih inovatif.
21 Feb 2026, 03.30 WIB

Asha Sharma Pimpin Xbox: Komitmen Baru untuk Game Berkualitas dan AI Bijak

Asha Sharma Pimpin Xbox: Komitmen Baru untuk Game Berkualitas dan AI Bijak
Microsoft Gaming mengalami perubahan besar dengan penggantian Phil Spencer oleh Asha Sharma sebagai CEO baru. Spencer mengundurkan diri setelah hampir 40 tahun berkarir di Microsoft dan 12 tahun memimpin Xbox. Sharma membawa pengalaman dari dunia AI dan teknologi yang diharapkan membawa fresh perspective pada Xbox dan masa depan gaming Microsoft. Dalam memo internal pertamanya, Sharma menyatakan tiga komitmen utama: memastikan game yang luar biasa, menghidupkan kembali identitas Xbox, dan mempersiapkan masa depan permainan yang inovatif dengan dukungan AI. Dia menekankan pentingnya menjaga kualitas seni dan kreativitas manusia dalam game, sekaligus tidak melupakan potensi AI dan monetisasi yang akan berkembang. Xbox akan tetap fokus pada konsol sebagai akar utama, namun dengan perluasan besar ke PC, mobile, dan cloud. Hal ini sesuai dengan strategi Xbox Everywhere yang mempermudah pengembang untuk menjangkau pemain di berbagai platform tanpa hambatan, menciptakan ekosistem game yang seamless dan instan. Matt Booty, pejabat senior Microsoft Gaming, mendukung visi Sharma dan menegaskan tidak akan ada perubahan organisasi untuk studio-studio yang ada, sehingga stabilitas pengembangan game tetap terjaga. Fokus utama adalah mendukung pengembang dan konten mereka dalam menghadapi perubahan industri game yang sangat cepat. Penggunaan AI akan menjadi bagian dari masa depan Xbox, namun Sharma menegaskan tidak akan membiarkan ekosistem Xbox dipenuhi oleh konten AI yang dangkal dan berlebihan. Game akan tetap menjadi seni yang diciptakan oleh manusia, dengan teknologi sebagai alat bantu, bukan pengganti kreativitas. Hal ini memberikan harapan bagi penggemar dan pengembang agar inovasi tetap seimbang dengan kualitas dan nilai-nilai seni.
21 Feb 2026, 03.30 WIB

Phil Spencer Pensiun, Asha Sharma Pimpin Babak Baru Microsoft Gaming

Phil Spencer Pensiun, Asha Sharma Pimpin Babak Baru Microsoft Gaming
Phil Spencer, figur penting di Xbox dan Microsoft selama 38 tahun, resmi mengumumkan pensiun melalui memo internal yang berjudul 'A new chapter for Microsoft Gaming'. Ia memulai karirnya sebagai intern di Microsoft pada tahun 1988 dan menjadi kepala Xbox selama 25 tahun terakhir. Pengumuman ini menjadi tanda pergantian kepemimpinan di divisi gaming Microsoft. Dalam memo tersebut, Spencer menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh tim serta komunitas Xbox karena telah menjadi bagian dari perjalanan luar biasa yang telah dibangun bersama. Ia juga menyatakan sudah mengomunikasikan niat pensiunnya ke Satya Nadella sejak musim gugur tahun sebelumnya untuk memastikan proses transisi berjalan lancar dan terencana. Seiring dengan pensiunnya Spencer, Sarah Bond yang menjabat sebagai Presiden Xbox juga memutuskan untuk meninggalkan perusahaan dan memulai babak baru dalam karirnya. Bond dianggap memiliki peran besar dalam strategi platform Xbox, ekspansi Game Pass, serta perkembangan cloud gaming selama masa jabatannya. Sebagai pengganti Spencer, Asha Sharma, yang sebelumnya menjadi Presiden CoreAI di Microsoft, ditunjuk sebagai CEO Microsoft Gaming. Ia akan langsung melapor ke Satya Nadella dan sudah bekerja sama dengan Spencer selama beberapa bulan guna mempersiapkan pengambilalihan kepemimpinan yang mulus. Selain itu, Matt Booty dipromosikan menjadi EVP dan Chief Content Officer yang akan memimpin tim studio game. Phil Spencer menyatakan akan tetap berperan sebagai penasihat hingga akhir musim panas untuk memastikan proses transisi berjalan lancar. Ia juga menyampaikan keyakinan penuh terhadap potensi dan masa depan Microsoft Gaming yang akan terus tumbuh dan berkembang di bawah kepemimpinan baru.
21 Feb 2026, 03.30 WIB

Pemimpin Xbox Phil Spencer Pensiun, Asha Sharma Pimpin Microsoft Gaming Baru

Pemimpin Xbox Phil Spencer Pensiun, Asha Sharma Pimpin Microsoft Gaming Baru
Phil Spencer, yang telah mengabdi hampir 40 tahun di Microsoft dan memimpin divisi Xbox selama 12 tahun terakhir, mengumumkan pengunduran dirinya dari perusahaan. Spencer telah menjadi sosok sentral dalam transformasi Microsoft Gaming, termasuk peluncuran konsol Xbox Series X/S dan layanan Game Pass yang sukses. Sebagai bagian dari perubahan besar dalam struktur manajemen, Presiden Xbox Sarah Bond juga meninggalkan Microsoft untuk memulai babak baru dalam karirnya. Bond dikenal berperan penting dalam memperluas strategi platform Xbox, termasuk cloud gaming dan peluncuran hardware baru. Pengganti Spencer sebagai CEO Microsoft Gaming adalah Asha Sharma, yang sebelumnya menjabat sebagai Presiden produk CoreAI di Microsoft dan memiliki pengalaman luas di bidang teknologi dan platform dari perusahaan seperti Meta dan Instacart. Sharma akan memimpin masa depan Microsoft Gaming dengan fokus pada game berkualitas, penguatan Xbox, dan inovasi dalam cara bermain. Matt Booty, yang sebelumnya menjadi Presiden konten game dan studio Microsoft, dipromosikan menjadi EVP dan chief content officer. Booty mengapresiasi kontribusi Spencer dan berkomitmen untuk melanjutkan dukungan bagi para pembuat game dan studio di bawah naungan Microsoft. Dalam memo internal, Sharma berkomitmen untuk mengembalikan fokus pada komunitas penggemar Xbox yang setia dan para pengembang game yang menciptakan dunia dan pengalaman baru yang menarik. Ini menjadi road map penting untuk menjaga relevansi dan pertumbuhan Microsoft Gaming yang berkelanjutan dalam industri yang sangat kompetitif.
20 Feb 2026, 23.52 WIB

AI Asisten Amazon Picu Gangguan Layanan Selama 13 Jam di China

Amazon Web Services (AWS) mengalami gangguan selama 13 jam pada bulan Desember di salah satu layanan mereka di China. Penyebab gangguan ini adalah asisten pengkodean AI bernama Kiro yang secara tidak sengaja menghapus dan membuat ulang lingkungan kerja tempat ia bekerja. Ini menyebabkan layanan AWS terganggu dalam waktu cukup lama di wilayah tersebut. Biasanya, Kiro membutuhkan persetujuan dari dua orang manusia sebelum melakukan perubahan besar. Namun, karena kesalahan manusia dalam memberikan izin, AI ini memiliki akses lebih besar dari yang diharapkan, sehingga bisa bertindak tanpa kendali yang cukup. Kesalahan ini menyebabkan masalah yang cukup serius meski hanya berdampak terbatas. Amazon menyebut gangguan ini sebagai sesuatu yang sangat terbatas dan menyatakan bahwa insiden ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan gangguan besar pada bulan Oktober yang mempengaruhi layanan populer seperti Alexa dan Fortnite. Mereka juga menegaskan bahwa insiden ini tidak berdampak pada pelanggan secara luas. Tidak hanya itu, Amazon mengonfirmasi bahwa bulan-bulan terakhir ada dua gangguan yang berkaitan dengan alat AI. Gangguan kedua berasal dari chatbot AI yang bernama Q Developer, namun insiden itu tidak mempengaruhi layanan pelanggan AWS. Amazon menyatakan masalah tersebut sepenuhnya akibat kesalahan manusia, bukan AI yang bermasalah secara teknis. Amazon juga menjelaskan bahwa mereka telah menerapkan berbagai perlindungan baru, termasuk pelatihan staf, untuk mencegah kejadian serupa terjadi lagi. Mereka menyatakan bahwa keterlibatan AI dalam kejadian ini hanyalah kebetulan dan masalah serupa bisa terjadi dengan alat pengembang lain atau tindakan manual dari manusia.
20 Feb 2026, 17.05 WIB

Accenture Wajibkan Staf Senior Gunakan AI agar Bisa Promosi Jabatan

Accenture, perusahaan konsultan global, mengeluarkan kebijakan baru yang mewajibkan para associate director dan senior manager untuk aktif menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau AI sebagai syarat penting promosi jabatan. Kebijakan ini bertujuan agar perusahaan tetap menjadi mitra reinvensi yang unggul dan bisa memberikan layanan terbaik kepada klien dengan dukungan AI. Kebijakan tersebut dijelaskan dalam email internal dan menjadi bagian dari strategi Accenture untuk mengadopsi teknologi terbaru demi efektivitas layanan. Namun, aturan ini tidak berlaku bagi karyawan di 12 negara Eropa serta divisi yang menangani kontrak pemerintah Amerika Serikat, sebagai pengecualian khusus. CEO Accenture, Julie Sweet, menegaskan bahwa peningkatan keterampilan di bidang AI menjadi fokus utama perusahaan. Dari total 780.000 karyawan secara global, sebanyak 550.000 telah mengikuti pelatihan dasar AI generatif. Mereka yang tidak melakukan reskilling di bidang ini pun terancam kehilangan pekerjaan. Untuk mendukung peningkatan keterampilan ini, Accenture menggandeng berbagai perusahaan teknologi seperti OpenAI untuk menyediakan akses ChatGPT Enterprise, bekerja sama dengan Anthropic untuk pelatihan menggunakan Claude AI, serta berkolaborasi dengan Palantir agar stafnya mendapatkan pelatihan AI secara maksimal. Kebijakan ini mencerminkan bagaimana pemimpin perusahaan kini menyadari pentingnya kemampuan AI dalam menghadapi masa depan bisnis yang sangat bergantung pada teknologi canggih. Meski demikian, banyak perusahaan masih belum siap sepenuhnya mengadopsi AI secara optimal dan harus segera beradaptasi.
04 Feb 2026, 22.00 WIB

CEO Nvidia Tegaskan AI Tidak Gantikan Software, Tapi Perkuatnya

Belakangan ini, saham perusahaan software di beberapa negara mengalami penurunan tajam karena kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan (AI) bisa mengurangi peran mereka. Khawatir ini muncul setelah pembaruan sebuah chatbot AI dari Anthropic yang membuat banyak investor menjual saham software mereka. Namun, dalam sebuah konferensi AI di San Francisco, CEO Nvidia, Jensen Huang, memberikan pandangan berbeda. Dia menegaskan bahwa AI justru bergantung pada software dan alat yang sudah ada, bukan menggantikan atau membangunnya lagi dari awal. Huang menjelaskan bahwa baik manusia maupun robot akan lebih memilih menggunakan alat yang sudah tersedia untuk lebih efisien, daripada membuat ulang alat baru. Oleh karena itu, perkembangan AI saat ini fokus pada cara memanfaatkan alat-alat yang sudah dirancang dengan baik. Penurunan saham software tidak hanya terjadi di Amerika Serikat, tapi juga di negara lain seperti India, China, Hong Kong, dan Jepang. Saham beberapa perusahaan teknologi besar mengalami penurunan cukup dalam hingga lebih dari 10%. Dengan penjelasan dari Huang, diharapkan kekhawatiran pasar dapat berkurang karena AI sebenarnya memperkuat ekosistem software, bukan menghancurkannya. Para investor dan pelaku pasar perlu memahami bahwa AI dan software berjalan beriringan untuk mencapai hasil yang lebih baik.
02 Feb 2026, 18.00 WIB

Komunitas Supernatural Berjuang Keras Selamatkan Game Fitness VR dari Meta

Supernatural adalah game fitness virtual reality yang populer di kalangan wanita berusia 50 tahun ke atas dan pengguna dengan keterbatasan mobilitas. Game ini menggabungkan musik, gerakan ritmis, dan pemandangan indah untuk membuat latihan menyenangkan dan inklusif. Sayangnya, Meta memutuskan untuk menghentikan produksi konten baru setelah mengakuisisi pengembangnya, menyebabkan kecemasan dan kemarahan di kalangan pemain setia. Para pengguna, seperti Sherry Dickson dan DeeDee Henry, merasa kehilangan bukan hanya soal konten baru tapi juga komunitas yang sudah terbentuk kuat. Game ini bukan hanya tempat untuk olahraga tetapi juga menjadi ruang sosial virtual di mana mereka bisa saling mendukung dan berinteraksi tanpa merasa dihakimi, yang sangat penting bagi pengguna dengan mobilitas terbatas dan mereka yang merasa tidak nyaman di gym. Keputusan Meta untuk menghentikan konten dan memecat tim kreatif membuat banyak penggemar merasa dikhianati. Mereka merindukan interaksi langsung dengan pelatih dan fitur-fitur yang dulu hidup dan aktif yang kini menghilang satu per satu, menurunkan kualitas pengalaman bermain. Komunitas ini pun bereaksi dengan membentuk kampanye online dan petisi agar Meta mempertimbangkan kembali keputusan mereka. Selain kekecewaan terhadap Meta, cerita-cerita tentang bagaimana Supernatural membantu mengatasi depresi, penyakit serius, dan isolasi sosial dari banyak pengguna membuat kehilangan game ini terasa sangat pribadi. Para pelatih juga menunjukkan dukungan emosional kepada komunitas meski mereka sendiri terpaksa meninggalkan proyek ini karena PHK. Hal ini menambah kedalaman ikatan antara pengguna dan game tersebut. Di tengah ketidakpastian nasib Supernatural, penggemar terus memainkan game ini selama masih bisa dan berharap ada investor yang bisa membeli dan menghidupkan kembali Supernatural secara independen. Beberapa juga mulai mengembangkan game serupa di platform lain seperti Apple Vision Pro, menunjukkan bahwa kebutuhan dan komunitas di balik Supernatural belum hilang dan mungkin akan menemukan jalan baru.

Baca Juga

  • Kompetisi Teknologi dan Militer AS-China

  • Perlombaan dan Inovasi AI Global

  • Tantangan Korporat dan Dinamika Ketenagakerjaan

  • Inovasi Baterai dan EV Berkelanjutan

  • Tren Berkembang pada Perangkat Mobile