TLDR
Accenture menerapkan kebijakan penggunaan AI untuk promosi staf senior. Reskilling dalam kecerdasan buatan menjadi penting bagi karyawan untuk menjaga pekerjaan mereka. Investasi di AI dianggap berhasil dan penting untuk masa depan perusahaan. Accenture, perusahaan konsultan global, mengeluarkan kebijakan baru yang mewajibkan para associate director dan senior manager untuk aktif menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau AI sebagai syarat penting promosi jabatan. Kebijakan ini bertujuan agar perusahaan tetap menjadi mitra reinvensi yang unggul dan bisa memberikan layanan terbaik kepada klien dengan dukungan AI.Kebijakan tersebut dijelaskan dalam email internal dan menjadi bagian dari strategi Accenture untuk mengadopsi teknologi terbaru demi efektivitas layanan. Namun, aturan ini tidak berlaku bagi karyawan di 12 negara Eropa serta divisi yang menangani kontrak pemerintah Amerika Serikat, sebagai pengecualian khusus.CEO Accenture, Julie Sweet, menegaskan bahwa peningkatan keterampilan di bidang AI menjadi fokus utama perusahaan. Dari total 780.000 karyawan secara global, sebanyak 550.000 telah mengikuti pelatihan dasar AI generatif. Mereka yang tidak melakukan reskilling di bidang ini pun terancam kehilangan pekerjaan.Untuk mendukung peningkatan keterampilan ini, Accenture menggandeng berbagai perusahaan teknologi seperti OpenAI untuk menyediakan akses ChatGPT Enterprise, bekerja sama dengan Anthropic untuk pelatihan menggunakan Claude AI, serta berkolaborasi dengan Palantir agar stafnya mendapatkan pelatihan AI secara maksimal.Kebijakan ini mencerminkan bagaimana pemimpin perusahaan kini menyadari pentingnya kemampuan AI dalam menghadapi masa depan bisnis yang sangat bergantung pada teknologi canggih. Meski demikian, banyak perusahaan masih belum siap sepenuhnya mengadopsi AI secara optimal dan harus segera beradaptasi.