
G42, perusahaan teknologi asal Abu Dhabi, bekerjasama dengan perusahaan pembuat chip asal Amerika Serikat, Cerebras, akan membangun sistem superkomputer dengan kapasitas 8 exaflops di India. Sistem ini bertujuan untuk mendukung aplikasi kecerdasan buatan di institusi pendidikan, pemerintah, dan usaha kecil menengah dengan mematuhi aturan lokal terkait data dan keamanan.
Superkomputer ini akan dihosting di India dan akan mengikuti aturan ketat mengenai residensi dan keamanan data. Hal ini dianggap penting untuk menjaga kedaulatan data serta meningkatkan kemampuan nasional dalam bidang kecerdasan buatan, terutama dalam mendukung peneliti dan pengembang lokal agar dapat mengembangkan aplikasi AI yang sesuai dengan kebutuhan negara.
Dalam proyek ini, universitas Mohamed bin Zayed untuk Kecerdasan Buatan dan Pusat Pengembangan Komputasi Lanjutan India turut berpartisipasi. Tahun lalu, universitas ini bersama dengan G42 juga merilis model bahasa besar bernama Nanda 87B yang mengerti bahasa Hindi dan Inggris, sehingga menambah relevansi proyek ini bagi kebutuhan lokal.
Selain itu, ada beberapa pengumuman investasi besar dari perusahaan dan pemerintah India di bidang AI dan infrastruktur data. Misalnya, Adani merencanakan investasi sebesar 100 miliar dolar AS untuk membangun pusat data, Reliance akan menginvestasikan 110 miliar dolar AS, serta OpenAI bekerja sama dengan Tata Group untuk menghadirkan kapasitas AI hingga 1 gigawatt.
Menteri teknologi India, Ashwini Vaishnaw, mengungkapkan bahwa pemerintah akan memberikan insentif pajak dan dukungan kebijakan untuk menarik lebih dari 200 miliar dolar AS investasi dalam dua tahun ke depan. Ini menegaskan betapa pentingnya pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan untuk masa depan teknologi dan ekonomi India.