Pomodo Logo IconPomodo Logo Icon
Tanya PomodoSemua Artikel
Semua
Fokus
Teknologi

Kompetisi Teknologi dan Militer AS-China

Share

Kompetisi antara Amerika Serikat dan China dalam teknologi kritis dan inovasi militer, termasuk pengembangan senjata mutakhir dan terobosan teknologi pertahanan.

20 Feb 2026, 20.17 WIB

US Navy Kembangkan Rudal Anti-Radiasi Jangkauan Jauh untuk Serang Radar Udara dan Darat

US Navy Kembangkan Rudal Anti-Radiasi Jangkauan Jauh untuk Serang Radar Udara dan Darat
US Navy sedang mencari masukan dari industri untuk mengembangkan rudal anti-radiasi generasi baru yang disebut Advanced Emission Suppression Missile (AESM). Rudal ini dirancang agar dapat menyerang radar musuh yang ada di darat maupun di udara, sehingga memberikan kemampuan yang lebih luas dibandingkan dengan rudal saat ini. Rudal AESM harus bisa dipasang pada pesawat yang sudah digunakan oleh militer Amerika, seperti pesawat F/A-18 Super Hornet, EA-18G Growler, dan F-35 Lightning II. Ini agar integrasi dengan sistem yang sudah ada menjadi lebih mudah dan cepat. Rudal ini juga harus memiliki jarak jangkauan yang lebih jauh dari rudal anti-radiasi yang sekarang, seperti AGM-88 High-Speed Anti-Radiation Missile dan AGM-88G AARGM-ER. Meski belum ada angka pastinya, kemampuan menembak dari jarak jauh adalah salah satu persyaratan utama. Selain kemampuan anti-radiasi, AESM juga harus dilengkapi dengan sistem navigasi yang canggih, termasuk GPS dengan proteksi terhadap gangguan serta sistem inertial. Hal ini agar rudal tetap akurat dan efektif walaupun dalam situasi tanpa sinyal GPS. Rencana pengadaan menjanjikan sekitar 300 rudal AESM per tahun, dengan target pengoperasian dalam dua tahun setelah kontrak diberikan. Ini menunjukkan komitmen US Navy untuk segera meningkatkan kemampuan penekanan radar dan pertahanan udara mereka.
20 Feb 2026, 19.00 WIB

Sam Altman Puji Kemajuan Cemerlang AI China di Tengah Persaingan Global

Sam Altman Puji Kemajuan Cemerlang AI China di Tengah Persaingan Global
CEO OpenAI, Sam Altman, menyatakan kekagumannya atas perkembangan pesat teknologi di China khususnya di bidang kecerdasan buatan. Dia menilai bahwa perusahaan-perusahaan teknologi China sudah berada sangat dekat dengan inovasi terdepan di dunia meskipun beberapa sektor masih tertinggal. Hal ini menunjukkan bahwa China memfokuskan banyak usaha pada pengembangan AI. Persaingan antara Washington dan Beijing semakin ketat terutama dalam pengembangan artificial general intelligence (AGI), teknologi yang mampu menyamai kecerdasan manusia dan dapat diterapkan luas dalam kehidupan sosial dan ekonomi. Pemerintah China juga serius memperkuat industri semikonduktor domestik agar dapat bersaing dengan perusahaan besar seperti Nvidia. Sentimen positif terhadap kemajuan teknologi China ini mendorong kenaikan saham perusahaan AI di bursa China. Namun, di sisi lain, pejabat perusahaan teknologi Amerika juga menyampaikan kekhawatiran mengenai subsidi besar yang diberikan pemerintah China kepada perusahaan AI lokal mereka. OpenAI sendiri sedang memperkuat model bisnisnya dengan menggalang dana besar sekitar Rp 1.17 quadriliun (US$70 miliar) dan merencanakan putaran pendanaan jumbo senilai Rp 1.67 quadriliun (US$100 miliar) . Mereka juga mulai mempertimbangkan iklan di platform ChatGPT sebagai salah satu cara untuk mengejar profitabilitas. Sam Altman menegaskan bahwa meskipun fokus utama perusahaan masih pada ekspansi dan pertumbuhan yang cepat, mereka tetap berusaha mencari waktu yang tepat untuk meraih keuntungan secara finansial. Dia pun menyampaikan bahwa format iklan yang akan diterapkan masih dalam tahap awal dan ingin mengikuti tren yang organik seperti di media sosial Instagram.
20 Feb 2026, 18.44 WIB

7 Teknologi Kunci yang Buat Amerika Serikat Tetap Unggul dari China

7 Teknologi Kunci yang Buat Amerika Serikat Tetap Unggul dari China
Pertarungan antara Amerika Serikat dan China dalam teknologi semakin intens, terutama di bidang kecerdasan buatan dan teknologi tinggi lainnya. Meskipun China terus berkembang pesat, AS masih memegang posisi kuat dalam berbagai bidang teknologi yang sangat penting untuk masa depan global. AS unggul dalam desain semikonduktor, termasuk chip dan perangkat lunak penunjangnya. Perusahaan seperti NVIDIA dan Intel memimpin dalam inovasi chip canggih, sementara China masih mengejar ketertinggalan dalam produksi massal teknologi ini. Selain itu, AS memimpin dalam pengembangan komputasi kuantum dan teknologi kesehatan seperti vaksin modern, serta pengobatan nuklir. Perusahaan dan institusi AS mengembangkan teknologi tingkat lanjut yang menjadi standar utama dunia. Dalam bidang neuroprostetik dan antarmuka otak-komputer, perusahaan seperti Neuralink memajukan teknologi yang menghubungkan otak manusia dengan komputer. AS juga unggul dalam teknologi bahasa alami dan AI generatif dengan pemain besar seperti OpenAI dan Google. Sektor luar angkasa juga menjadi kekuatan AS melalui perusahaan seperti SpaceX yang meluncurkan satelit kecil secara masif. Semua keunggulan ini menunjukkan bahwa AS masih memegang kendali atas teknologi penting yang akan menentukan masa depan geopolitik dan ekonomi global.

Baca Juga

  • Kompetisi Teknologi dan Militer AS-China

  • Perlombaan dan Inovasi AI Global

  • Tantangan Korporat dan Dinamika Ketenagakerjaan

  • Inovasi Baterai dan EV Berkelanjutan

  • Tren Berkembang pada Perangkat Mobile