
Courtesy of CNBCIndonesia
CEO Nvidia Tegaskan AI Tidak Gantikan Software, Tapi Perkuatnya
Menegaskan bahwa AI tidak akan menggantikan software dan alat pendukungnya, melainkan bergantung pada ekosistem software yang sudah ada, untuk meredakan kekhawatiran investor dan membangun pemahaman yang benar tentang peran AI di industri software.
04 Feb 2026, 22.00 WIB
274 dibaca
Share
Ikhtisar 15 Detik
- Kecerdasan buatan tidak akan menggantikan software yang ada, tetapi justru bergantung padanya.
- Aksi jual saham di sektor software dipicu oleh kekhawatiran tentang dampak AI di industri.
- Jensen Huang menekankan pentingnya penggunaan alat yang sudah ada untuk meningkatkan efisiensi dalam AI.
San Francisco, Amerika Serikat - Belakangan ini, saham perusahaan software di beberapa negara mengalami penurunan tajam karena kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan (AI) bisa mengurangi peran mereka. Khawatir ini muncul setelah pembaruan sebuah chatbot AI dari Anthropic yang membuat banyak investor menjual saham software mereka.
Namun, dalam sebuah konferensi AI di San Francisco, CEO Nvidia, Jensen Huang, memberikan pandangan berbeda. Dia menegaskan bahwa AI justru bergantung pada software dan alat yang sudah ada, bukan menggantikan atau membangunnya lagi dari awal.
Huang menjelaskan bahwa baik manusia maupun robot akan lebih memilih menggunakan alat yang sudah tersedia untuk lebih efisien, daripada membuat ulang alat baru. Oleh karena itu, perkembangan AI saat ini fokus pada cara memanfaatkan alat-alat yang sudah dirancang dengan baik.
Penurunan saham software tidak hanya terjadi di Amerika Serikat, tapi juga di negara lain seperti India, China, Hong Kong, dan Jepang. Saham beberapa perusahaan teknologi besar mengalami penurunan cukup dalam hingga lebih dari 10%.
Dengan penjelasan dari Huang, diharapkan kekhawatiran pasar dapat berkurang karena AI sebenarnya memperkuat ekosistem software, bukan menghancurkannya. Para investor dan pelaku pasar perlu memahami bahwa AI dan software berjalan beriringan untuk mencapai hasil yang lebih baik.
Referensi:
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260204195100-37-708284/ramai-ramai-buang-saham-teknologi-disebut-sudah-mau-punah
[1] https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260204195100-37-708284/ramai-ramai-buang-saham-teknologi-disebut-sudah-mau-punah
Analisis Ahli
Andrew Ng
"AI tidak akan menggantikan software tradisional, melainkan akan memperkuatnya dengan menyediakan kemampuan baru yang terintegrasi dan otomatis yang membuka peluang inovasi lebih luas."
Analisis Kami
"Pandangan Huang sangat tepat karena AI bukanlah ancaman pengganti software, melainkan pelengkap yang meningkatkan efisiensi penggunaan tools yang ada. Kegelisahan pasar saham lebih didorong oleh ketakutan berlebihan tanpa memahami bagaimana AI benar-benar beroperasi di dalam ekosistem teknologi modern."
Prediksi Kami
Investor akan mulai menyesuaikan pandangan mereka dan menyadari bahwa AI justru memperkuat ekosistem software, sehingga tekanan jual saham software kemungkinan akan berangsur menurun setelah klarifikasi ini.
Pertanyaan Terkait
Q
Apa yang dinyatakan oleh Jensen Huang tentang kecerdasan buatan?A
Jensen Huang menyatakan bahwa kecerdasan buatan tidak akan menggantikan teknologi software dan alat pendukungnya.Q
Apa yang memicu aksi jual saham di sektor software?A
Aksi jual saham di sektor software dipicu oleh kekhawatiran bahwa AI dapat mendisrupsi industri data dan layanan profesional.Q
Apa pandangan Jensen Huang tentang ketergantungan AI terhadap software yang ada?A
Huang menilai bahwa AI justru bergantung pada ekosistem software yang telah ada dan tidak perlu membangun alat dari nol.Q
Bagaimana kinerja indeks saham teknologi di berbagai negara setelah berita tentang AI?A
Indeks saham teknologi di India, China, dan Jepang mengalami penurunan setelah berita tentang AI, dengan beberapa saham turun signifikan.Q
Apa yang dikhawatirkan investor mengenai perkembangan AI?A
Investor khawatir bahwa perkembangan AI dapat mengurangi peran perusahaan software konvensional.




